
Arby sengaja mengajak yang lain menginap di sini, karena tidak ingin Freya merasa kesepian. Freya sudah biasa berasa di tempat yang ramai, bertemu dengan sahabat-sahabatnya, beraktivitas, dan bergosip dengan mereka. Walaupun Arby suka kesal, karena yang menjadi bahan pembicaraan Nania selalu saja pria tampan.
Marcell dan Vian tentu saja senang, meski pura-pura kesal. Mereka senang karena ada Nania dan Aruna.
"Si Marcell itu, katanya kau nyerah ngedapatin Nania, tapi kenapa masih ngarep?" tanya Freya.
"Karena dia enggak punya prinsip."
Suami istri itu terus saja bergosip, tidak peduli kalau yang dibicarakan tepat duduk di hadapan mereka.
Lalu pandangan mata Freya beralih ke Nuna dan Ikmal, juga Aruna dan Vian. Freya berpikir dalam hati, hubungan para pria itu sudah jelas seperti apa. Apa bisa semakin di pererat dengan hubungan pernikahan dengan para wanita itu.
Wajah Freya langsung cemberut saat teringat cerita tentang Marva. Masih ada perasaan kesal pada pria itu, meski dia tidak ingat kalau dirinya sangat ikut andil dalam kehidupan pria itu.
__ADS_1
Yang dia perhatikan, dan dia sangat tahu, kalau Nuna juga sebenarnya tidak suka pada Marva.
Para perempuan itu kadang tidur di kamar yang sama, bernostalgia saat mereka masih kuliah dulu, dan sebelum Freya kecelakaan.
Banyak nama pria yang disebut, dan Freya hanya mendengarkan. Dalam hatinya, dia merasa sedih, karena tidak bisa mengingat semua itu.
"Katanya, masa-masa yang paling indah adalah masa remaja. Tapi aku malah tidak ingat sama sekali dengan masa remajaku."
Mereka saling lirik. Wajah Arby sudah sedikit pucat dan keringat dingin. Mereka meringis, masa remaja Freya tidak bisa dibilang menyenangkan.
Tapi mereka berusaha memasang wajah yang biasa saja, karena sangat tahu, kalau Freya itu suka melihat ekspresi orang dan menganalisanya. Sulit untuk bohong pada Freya, apalagi mereka sering bertemu.
"Kak, kapan-kapan ayo kita semua liburan ke Belanda," ajak Vanya, mengalihkan perhatian.
__ADS_1
"Kenapa Belanda?"
"Ya mau saja. Nanti kalau ada lagu baru, aku mau bikin video klip di sana."
Jalan-jalan ke luar negeri dengan semua keluarga besar. Pasti menyenangkan. Selama ini mereka memang belum pernah melakukan itu. Kalau sekedar liburan di villa, sudah biasa bagi mereka, sekalian acara kumpul keluarga.
Mereka sibuk dengan pekerjaan, belum pernah yang namannya berlibur tanpa membahas pekerjaan.
"Hati ya, kalau kandungan Freya sudah lebih kuat," ucap Arby, yang justru lebih antusias.
Liburan dengan yang lain, itu berarti dia bisa menitipkan Chiro saat dia dan Freya sangat sibuk berdua saja. Mereka yang tahu pikiran 21+ Arby, langsung mendengus. Apa tidak cukup penderitaan yang telah Arny timpakan kepada mereka selama ini? Jangan-jangan nanti kalau si baby sudah lahir, mereka punya jabatan baru untuk menjadi baby sitter, dan dia melakukan produksi baru.
Arby senyum-senyum sendiri. Senyum mesum yang terlihat berwibawa, yang harus dipahami oleh mereka. Memangnya ada, senyum mesum yang terlihat berwibawa? Senyum mesum itu kan biasanya menyebalkan dan mengerikan, bukan malah berwibawa.
__ADS_1
Kata-kata itu didapat dari Freya.
Mesum mah, mesum saja. Enggak usah bilang mesum berwibawa. Dasar suami istri aneh.