Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
120 My Chiro


__ADS_3

Arby membayangkan, apa jadinya kalau Freya tahu apa yang terjadi saat pernikahan pertama mereka dulu.


"Jangan melamun, kan yang penting foto pernikahan kita yang sekarang banyak. Awas, jangan sampai hilang lagi."


Arby langsung manggut-manggut.


Yang paling penting, kamu yang jangan hilang lagi dari kehidupan aku dan Chiro.


🍒🍒🍒


"Kamu kenapa sih, pengen banget punya anak lagi? Memangnya Chiro masih kurang?" tanya Arby, akhirnya.


Dia ingin tahu isi hati istrinya itu. Freya selalu terlihat uring-uringan jika menyangkut soal anak.


"Ayo, bilang padaku. Kenapa kamu sangat ingin punya anak lagi?"


"Ya ... mau aja. Lagian mommy kamu pengen punya cucu yang banyak."


"Mommy?"


"Iya. Mommy, pengen punya cucu yang banyak."


"Kapan mommy bilang begitu?"

__ADS_1


"Waktu hari pernikahan kita. Kata mommy, mommy pengen punya cucu yang banyak, karena anak mommy hanya kamu. Mommy dan daddy hanya punya kamu, jadi saat kamu tidak ada, mereka sangat kesepian. Apalagi ketika kamu tinggal di Jepang. Kalau punya banyak anak, pasti mereka tidak akan sepi. Jadi, sekarang mereka berharap punya cucu yang banyak, dan tentu saja kamu yang harus memberikannya. Nanti kalau aku enggak bisa ngasih kamu anak lagi, jangan-jangan nasibku bisa kaya Vio ...."


Arby langsung menutup mulut Freya, tidak ingin istrinya itu melanjutkan perkataan yang dia sudah tahu seperti apa.


"Kamu harus tahu dan ingat, ya! Aku ini bukan Marva yang akan menurut jika disuruh seperti itu!" kata Arby, sedikit kencang dan membuat Freya cemberut.


"Enggak Sayang, aku enggak marah sama kamu." Dia berkata cepat-cepat, sebelum Chiro mencurigai kalau dia membuat wajah Freya mengkerut sedikit saja.


Nanti mereka berdua yang kabur, aku yang repot.


"Terus?"


"Kesel sama Marva. Jadi cowok kok bego banget! Ngambil kesempatan dalam kesempitan. Akhirnya dia sendiri yang susah! Rasakan, tuh!"


"Sayang, keinginan mommy itu kan enggak harus dipenuhi. Coba deh, kalau kita hanya punya Chiro saja, terus nanti dia menikah. Kamu juga pasti pengen punya cucu banyak, tapi kalau mereka hanya bisa memberikan satu cucu, apa kamu akan memaksa Chiro menikah lagi?"


"Ya enggak, lah. Tega banget aku!"


"Apa kamu akan marah pada menantu kita?"


"Ya enggak, lah. Aku kan perempuan juga, masa aku sejahat itu."


"Tuh, kamu sudah tahu kan. Sama seperti mommy. Mommy memang pengen punya banyak cucu, tapi kalau kita hanya bisa kasih satu, ya mau diapakan lagi? Memang rejekinya hanya segitu. Lagian bagus, Yang, kalau anak kita hanya Chiro. Pasti nanti Chiro kaya banget, tuh. Dapat warisan dariku dan keluarga aku. Belum lagi dari kamu dan keluarga kamu. Aku saja sudah kaya begini, sampai pusing sendiri mau aku apakan dan ke mana kan semua uang aku itu, apalagi Chiro? Pasti nanti diuber-uber banyak perempuan."

__ADS_1


Freya mendengus, lalu tertawa. Menang benar, Arby saja sudah sekaya ini, apalagi Chiro?


"Jadi, kamu jangan kamu jangan khawatir lagi sama omongan orang-orang, termasuk mommy. Chiro juga sudah cukup bagi aku. Yang penting, bikinnya yang enggak boleh berhenti."


Freya lalu menepuk dada Arby.


"Papa kamu juga anak satu-satunya, tapi punya tiga anak perempuan. Siapa tahu saja, nanti Chiro akan memberikan kita banyak cucu."


Freya dan Arby sama-sama diam, sama-sama membayangkan saat Chiro menikah nanti. Lalu sama-sama menggelengkan kepalanya.


Rasanya belum rela melihat Chiro yang tumbuh dewasa, menikah dan punya anak. Dia tetap my baby Chiro yang lucu dan menggemaskan.


Mereka sama-sama membatin seperti itu.


.


.


.


Tadi malam papaku meninggal, jam 23.32


Minta doanya, ya. Terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2