Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
173 Di Kamar Chiro


__ADS_3

Aktivitas yang padat, bekerja di perusahaan, rumah sakit, klinik, mengecek kafe dan restoran, juga meninjau pabrik, membuat Freya kelelahan dan uring-uringan. Belum lagi mengurus baby Sachi.


Emosi Freya menjadi turun naik, dan itu sangat berdampak bagi Arby yang selalu menjadi korban kekesalan Freya.


"Kan aku sudah bilang, jangan terlalu lelah."


"Ya kan memang sudah tanggung jawab aku. Kamunya saja yang enggak mau bantu ngurus baby Sachi."


"Kan tiap hari aku bantuin kamu ngurus baby Sachi."


"Bantuin apaan, kamu bikin baby Sachi nangis terus!"


Arby diam, ada benarnya juga apa yang Freya katakan. Dia memang selalu gemas dengan baby Sachi. Menggelitik telapak kaki anaknya itu sampai baby Sachi menangis. Atau saat baby Sachi tidur, Arby akan mendusel-dusel perutnya. Pokoknya, ada saja yang dilakukan Arby yang akhirnya membuat Freya kesal.


"Aku enggak bikin dia nangis. Tapi Sachi yang kelebihan air mata, jadi harus dikeluarkan."


"Pokoknya aku enggak mau tahu. Kamu berhenti saja sana dari pekerjaan kamu, dan ngurus baby Sachi."


Arby mengerjapkan matanya, bingung. Kan doa yang ayah dan suami, kenapa malah doa yang disuruh berhenti bekerja.

__ADS_1


"Kan kamu yang selama ini pamer kalau kekayaan kamu itu enggak akan habis sampai punya cicit ke cicit ke cicit dan seterusnya."


Kesombongan akan menusukmu dari belakang, atau apapun istilahnya, itulah yang Arby rasakan saat ini.


"Kenapa aku, kamulah sebagai ibu yang seharusnya berhenti bekerja. Tugas utama kamu itu mengurus suami dan anak-anak."


"Tuh, bilang saja kamu enggak mau ngurus baby Sachi. Oke, kalau kamu enggak peduli sama anak aku, aku sama Sachi dan Chiro pergi saja dari sini."


Deg


Jangan lagi!


Sebenarnya tidak bermaksud untuk membanting, tapi tangannya yang gemetaran membuat dia sulit mengendalikan semua itu.


Arby masuk ke kamar Chiro yang saat ini sedang berada di rumah Marva. Pria itu mengusap air matanya.


Tidak, Freya tidak boleh lagi meninggalkan aku.


Arby kembali teringat Freya yang dulu sempat mengalami baby blues. Tapi ini sudah cukup lama sejak Freya melahirkan Sachi. Memang ada beberapa masalah yang dialami oleh pere yang yang baru saja melahirkan, di antaranya adalah baby blues, Postpartum Depression (PPD), dan Gangguan Cemas.

__ADS_1


Apa Freya kembali mengalami salah satunya?


Arby akui akhir-akhir ini dia memang sangat sibuk. Pergi pagi pulang malam. Menjadi CEO bukan berarti bisa berleha-leha dan main perintah saja ke bawahan tanpa memantau pekerjaan mereka.


Sudah memiliki dua anak, bukan berarti Arby hanya mengandalkan perusahaan yang sudah ada saja. Dia ingin anak-anaknya nanti hidup enak dan lebih baik lagi dari dirinya.


Arby masih mengusap air matanya yang tidak berhenti mengalir. Freya juga tidak mencarinya apalagi membujuk dan merayunya dengan ciuman atau ngajak bikin baby baru.


Boro-boro mau ngajak bikin dedek baru, lah ini aja ribut dengan alasan enggak perhatian dengan anak.


Hufftt, dua anak memang lebih baik sesuai anjuran pemerintah. Tapi bonus satu boleh, kan?


Untung saja tidak ada yang melihat keadaan Arby saat ini, apalagi mendengar isi hatinya.


.


.


.

__ADS_1


Ceritaku yang judulnya Pernikahan Dini 2 (Deo dan Yuri) sudah tamat ya. Baca ya, buat yang belum baca😃 Ada di bab setelah Akibat Pernikahan Dini. Follow akunku juga ya, biar tahu cerita terbaruku. Yang sudah follow akunku, aku tahu beberapa sudah ada yang baca cerita terbaruku. Itu aku ikutkan ke YAW 8, jadi tolong dukungannya, ya🤗


__ADS_2