
Hari ini Arby mengajak istri dan anak-anaknya ke kebun binatang. Tadinya mau mengajak ke Yaman bermain, tapi takut muka Freya cemberut kalau dikarang naik ini itu. Maklum, kan ibu hamil enggak boleh naik sembarangan permainan. Bisa brojol di atas permainan nanti, berabe!
"Mommy, apa yang lebih panjang dari leher Jerapah?" tanya Chiro.
"Jerapah lagi ngintip pagar tetangga," jawab Freya asal.
Arby tertawa mendengar jawaban Freya, jawaban emak-emak apa memang begini?
"Mommy, apa yang lebih lebal dali kuping gajah?" kali Ichi yang bertanya.
"Kuping gajah lagi dengar obrolan tetangga."
Keempat anaknya lalu melihat siapa yang menjadi tetangga Jerapah dan Gajah, ternyata Unta.
"Daddy, mau naik Unta."
Arby lalu meminta Ti J untuk ikut naik, menjaga Sachi, Ichi dan Ishi, sedangkan dia sendiri akan duduk bersama Chiro menaiki salah satu Unta.
Freya kembali memfoto dan merekam. Ibu hamil itu terlihat senang, melihat wajah ceria anak-anaknya memberikan mood booster untuk dia. Freya mengusap perutnya, terasa tendangan pelan, semakin membuat perempuan itu tersenyum lebar.
__ADS_1
Salah satu pengawal juga membawakan kebutuhan anak-anak itu, banyak pengawal yang dibawa, takut mereka kecolongan lagi, mengingat kalau ketiga anak yang masih balita itu tidak bisa diam. Lari sana, lari sini. Saudara-saudara Arby yang merangkap sebagai sahabat ito, akhirnya juga ikut menyusul mereka. Heran, tetap saja mereka sulit dipisahkan, mungkin karena sudah terbiasa bersama.
Freya sendiri sangat bersyukur, karena hubungan mereka tetap lengket, meski semuanya sibuk, tapi jika hari libur, selalu liburan bersama.
Selesai naik Unta, para anak-anak langsung berlari sana-sini. Penjaga-penjaga mereka juga harus ikut-ikutan berlari. Ti J juga tidak kalah hebohnya, maklum saja, mereka ambang masa kecilnya tinggal di kampung dan sangat jauh dari kata liburan, jadi bisa merasakan salah satu keinginan masa kecil mereka, yaitu jalan-jalan ke kebun binatang.
Mereka seperti tiga anak kembar versi mini VS tiga anak kembar versi raksasa.
"Ya ampun, melihat kelakukan mereka berenam, aku bisa brojol di sini."
"Ada Chiro, Mommy. Mommy yang tenang, ya."
Saat ke bagian reptil, Freya tidak kau mendekat. Dia geli kalau harus melihat berbagai jenis ular. Arby menemani Freya yang duduk di salah satu bangku, dia mengusap keringat Freya dan memberikan air minum untuk istrinya.
"Aku juga mau istirahat dulu," ucap Nania juga diikuti para perempuan lainnya.
"Sudah waktunya makan siang, nih."
Arby lalu memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menggelar tikar, juga makan yang sudah dipesan dari restoran milik Freya. Para pengunjung yang melihat apa yang mereka bawa, hanya bisa meringis. Freya sendiri malah lebih memilih membeli makanan yang dijual oleh para pedagang yang ada di sana. Anak-anak tidak henti-hentinya membeli berbagai jenis mainan, mulai dari topeng, gelembung sabun, lampu dan lainnya.
__ADS_1
"Daddy, ayo kita beli gajah."
"Beli Jebla juga, Dad."
"Beli Jelapah."
"Beli Cinga."
"Beli macan."
"Beli unta."
"Sekalian saja kalian minta beliin planet Mars dan para penghuninya!"
"Emang uang Daddy cukup?"
Arby mendengus. Anak mereka ini tidak bisa dibiarin anteng dikit, pasti ada saja kalimat sakti yang keluar dari mulut mereka.
Freya terkikik geli, si kembar sudah membayangkan akan memiliki planet Mars.
__ADS_1