
[Aku akan membiarkan kamu berpikir dengan tenang, tapi aku tidak akan pernah menceraikan kamu lagi. Selamanya kamu akan menjadi istri aku, dan hanya aku yang boleh menjadi suami kamu.]
Pesan yang dikirim oleh Arby, tapi masih ceklist satu.
Berita mengejutkan kembali beredar, yaitu video tentang perselingkuhan Arby.
Seorang perempuan celingak-celinguk di koridor hotel, sebelum akhirnya masuk ke salah satu kamar.
Hampir satu jam kemudian, dia keluar dari kamar itu, dan tidak lama kemudian Arby yang masuk ke kamar itu dengan membawa kopernya.
Kurang lebih setengah jam kemudian, perempuan itu kembali ke kamarnya, dan tidak berselang lama, Freya dan Chiro juga masuk ke kamar itu. Setelah itu, Freya dan Chiro keluar lagi dari kamar itu, dan disusul oleh Arby yang menggunakan pakaian yang berantakan, dengan wajah panik.
Karena video itu, semakin lengkaplah berita tentang perselingkuhan Arby, yang selama ini selalu sesumbar kalau dia sangat mencintai dan tidak akan berpaling dari istrinya.
🍂🍂🍂
Prang
Prak
"Dasar bego, tolol! Kamu bisa kerja tidak sih? Hah!"
Arby memarahi seorang perempuan di hadapannya, yang sudah menangis dengan tubuh bergetar kencang, dia sangat ketakutan.
__ADS_1
"Kamu lihat, akibat yang terjadi karena ketololan kamu, dasar tidak berguna!"
Arby menunjuk-nunjuk perempuan itu, dan rasanya sangat ingin memukulnya, tapi dia berusaha menahan diri.
"Apa kamu tidak ditraining sebelumnya? Jawab!"
"T—training, Tuan."
"Lalu kenapa kamu bisa melakukan kesalahan fatal seperti ini?"
"Apa tujuan kamu bekerja di sini hanya untuk menggoda pria tampan dan kaya? Ingin panjat sosial?"
"Ti—tidak, Tuan."
"Tuan Erlangga, kami benar-benar meminta maaf atas kesalahan ini. Maafkan kami sebesar-besarnya."
Prang
Arby kembali membanting vas bunga yang ada di hadapannya.
"Maaf, maaf! Memangnya hanya dengan maaf dari kalian, istri dan anakku akan pulang? Memangnya bisa mengulang waktu dan kejadian itu tidak terjadi. Jawab aku!"
"Sabar, Arby!" ucap Arlan.
__ADS_1
Keluarga Arby dan Freya akhirnya ikut ke hotel itu, untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Sabar, sabar. Kalau aku tidak sabar, sudah aku cekik perempuan bodoh ini!"
"Aku mau kalian memecat perempuan ini, dan aku akan menuntut hotel ini karena kelalaiannya."
"Tolong jangan pecat saya, Tuan. Nanti bagaimana dengan keluarga saya?"
"Kamu memikirkan keluarga kamu? Lalu bagaimana dengan keluarga aku? Bagaimana dengan anak dan istriku yang kabur, bagaimana dengan calon anakku?"
"Apa kamu tahu, dan bisa menghitung, berapa banyak helai rambut aku yang rontok karena dijambak okeh Freya? Berapa banyak tubuhku yang luka karena dicakar oleh Freya?"
"Kalau dijambak dan dicakarnya di atas kasur sambil bikin dedek bayi sih, enggak apa," gumam Arby pelan.
Ikmal yang mendengarnya, hanya mendengus. Entah dia harus ketawa atau kasihan dengan nasib pria itu.
"Dan kamu Jasmine, kenapa juga kamu harus memakai pakaian itu? Hah? Gara-gara baju kamu itu, Freya jadi semakin salah paham sama aku. Memangnya siapa yang mau kamu goda? Evan?"
Wajah Jasmine merah padam, dia sangat malu, begitu juga dengan Evan. Evan juga ikut terseret-seret dalam masalah ini. Padahal dia tidak tahu apa-apa dan tidak ada di tempat.
"Ini juga salah pria bajingan itu. Dasar pria sialan, tunggu saja pembalasan dariku!"
"Ar ...."
__ADS_1
"Diam kalian! Kalian juga salah di sini, kenapa malah membuat masalah juga?" tunjuknya pada sepupu-sepupunya. Masalah yang ditimbulkan oleh sepupunya yang lain juga jadi terbawa-bawa.
Kesalahan yang terjadi adalah, si resepsionis salah memberikan kunci kamar, sehingga Arby dan Jasmine bisa berada di kamar yang sama.