
Arby sedang mendusel-dusel perut Freya. Setelah beberapa tahun, akhirnya Freya hamil lagi. Arjun telah siap meluncurkan produk baru.
Sambil mendusel gemas perut itu, dia terus komat-kamit bergumam, "Cewek cewek cewek."
Cucu perempuan itu memang sangat ditunggu oleh keluarga Arby, meskipun mereka belum tahu apa jenis kelamin anak itu.
"Sayang-sayangnya Daddy, ayo sini."
Chiro dan ketiga adiknya berbaris dengan rapih, seperti pasukan yang siap melaksanakan perintah komandan. Arby sedikit menggeser tubuhnya, lalu Chiro mencium perut Freya, membuat perempuan itu tertawa karena merasa geli. Lalu Sachi dan si kembar ikut mencium. Ya, seperti itu ritual pagi dan malam mereka.
Anak-anak Freya sangat pintar dan mandiri, persis kedua orang tuanya. Mereka tidak pernah mau membuat Freya repot. Susu bisa bikin sendiri, meski ada asisten rumah tangga yang akan membuatkannya
Arby selalu pamer ke orang-orang kalau dia ini laki-laki paling beruntung. Punya istri cantik, anak sudah empat dan mau nambah lagi. Syukur-syukur nambahnya sekalian dua, biar pas jadi setengah lusin.
Dikira piring?
Freya sudah kekenyangan. Sejak tadi dia terus disuguhi dengan buah-buahan yang Arby dan anak-anaknya potong.
"Sudah, mommy sudah kenyang."
"Kata daddy, Mommy harus lebih bohay lagi biar enak dikekepin," ucap Sachi dengan wajah polosnya.
Freya mendelik tajam pada Arby, pria itu lalu memasang wajah polosnya.
"Apa daddy mengatakan itu pada Sachi?"
"Enggak, Sachi kan dengar Daddy dan para papi papa ayah itu curhat. Katanya, istri bohay itu menunjukkan kemakmuran Arjun. Who is Arjun, Mommy? Apa dia salah satu papi Sachi juga?"
__ADS_1
Freya mengelus dadanya, sedangkan Arby pura-pura budeg. Dia sebenarnya mau kabur, tapi kok penasaran dengan perkataan Sachi selanjutnya, ya?
"Mommy, Who is Arjun. Bisakah Sachi bertemu? Sachi kan belum minta hadiah sama papi Arjun."
"Sachi sudah dikasih hadiah sama ... Arjun." Arby hampir saja menyebut Arjun dengan sebutan papi juga, untung langsung sadar.
"Mana mana mana?" Sachi bertanya dengan heboh.
"Itu. Dua, dan mau nambah lagi." Arby menunjuk si kembar , lalu mengelus perut Freya. Sachi terlihat bingung.
"Ini adik Sachi, Daddy. Sachi kan mau minta dibelikan helikopter. Heli benaran, no mainan. Gak level!"
Astaganaga, Freya sampai tak bisa komen.
"Nanti Arjun ...." Freya langsung membekap mulut suaminya ini. Bisa lebih banyak pertanyaan lagi nanti dari Sachi.
"Apa Daddy berteman dengan Jin?" Arby dan Freya sampai keselek.
Jin?
Mereka lalu mengkhayal tentang jin yang dimasukkan ke dalam botol. Mata Freya berkedip-kedip. Bagaimana kalau Arjun dimasukkan ke dalam botol?
Perempuan itu lalu terkikik.
"Jangan ngadi-ngadi, Beb." Arby sepertinya langsung konek dengan apa yang pikirkan. Ya, kalau yang ini itu kan doa langsung loading dengan cepat. No susah sinyal.
Saat mereka berdua sibuk dengan Arjun yang disangka jin, anak-anak mereka juga sedang berdiskusi bagaimana cara memanggil Arjun.
__ADS_1
"Apa nanti helikopter dari papi Arjun transparan? Nanti tidak bisa dinaiki," ucap Sachi sedikit kecewa.
"Iya Abang, nanti kalau kita naik helikoptel, eh merosot. Bluk bluk bluk, atuh deh nablak gedungnya Daddy. Telus Daddy bangklut, kita nyali Daddy balu, yuk, yang kaya," ucap salah satu si kembar dengan suara cadelnya.
Freya dan Arby yang mendengar percakapan sangat manusiawi itu, memeriksa jantung mereka. Apa masih tetap aman di tempat.
"Tuh, kamu sendiri yang urus. Aku mah gak mau repot ngejelasin." Bukannya Arby yang kabur, malah Freya yang ngacir sambil tertawa.
Uluh uluh uluh, anak siapa sih ini, kok gemesin, ya? Bisakah Arby daur ulang? Pengen punya yang bisa cs sama dia.
Moga-moga saja yang baru ini enggak seperti abang-abangnya.
.
.
.
.
Halooooo, Freya, Arby dan para pasukannya datang kembali. Masih dalam daftar favorit, kan?
Ayo, yang masih setia absen🤭
Like, komen, vote ya. Kasih gift juga, nonton juga iklannya🤗
Sebenarnya aku ragu mau lanjut cerita ini apa enggak😌
__ADS_1
Lanjut gak, lanjut gak, lanjut gak?