Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
8 Erlangga - Oh Mommy


__ADS_3

🎵🎵🎵Aku masih ada di sini


Masih dengan perasaanku yang dahulu


Tak berubah dan tak pernah berbeda


Aku masih yakin nanti milikmu


Aku masih di tempat ini


Masih dengan setia menunggu kabarmu


Masih ingin mendengar suaramu


Cinta membuatku kuat begini


Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, ku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata tapi dekat di doa


Aku merindukanmu


Aku masih di dunia ini


Melihatmu dari jauh bersama dia


Walau pasti ku terbakar cemburu


Tapi janganlah kau ke mana-mana


Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, ku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Cinta berupaya, ooh


Aku merindu, ku yakin kau tau


Tanpa batas waktu, aku terpaku


Aku meminta walau tanpa kata


Cinta berupaya


Engkau jauh di mata tapi dekat di doa


Aku merindukanmu


Aku merindukanmu


Aku merindukanmu🎵🎵🎵


Di tempat yang lain, lima pria pun sedang mendengarkan lagu yang sama.


"Aku merindukanmu," nyanyi Erlang.


"Aku merindukanmu," sambung Marva.


Ikmal, Marcell dan Vian, "Aku merindu, kuyakin kau tahu."


Kelima pria penuh kegalauan itu sudah cukup mabuk.


Lalu lagu berganti


🎵🎵🎵Katakan sayang


adakah cinta untukku


Lama kunanti


tak juga engkau kembali


Oh ... Tak tahu mengapa


Bimbang hati ini menunggu


Katakan sayang


masihkah engkau yang dulu


Sekian lama


kunanti kabar darimu


Oh ... Tak tahu mengapa


Bimbang hati ini menunggu

__ADS_1


Setulus hati ini kuserahkan kepadamu


Sebagai tanda cinta,


suciku untuk dirimu


Begitu tega engkau mempermainkan diriku


Tak tahu kini engkau


dimana🎵🎵🎵


"Tak tahu kini engkau, di mana ...." lagi, Erlang bernyanyi dengan suara serak.


Tanpa ada yang menyadari, di balik pintu kamar ada anak kecil yang menyaksikan itu. Bukannya Chiro tak tahu, bahwa daddy dan para unclenya itu sering minum di saat dirinya sudah tidur.


Erlang memang tak pernah pergi ke bar, karena tak ingin meninggalkan Chiro sendiri.


"Mommy, mommy, where are you? I miss you, mommy."


Chiro mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


"Mommy, dont hate me and leave me alone. Hiks hiks hiks ...."


Chiro duduk bersandar di balik pintu kamarnya. Lalu dia mengambil kertas dan membuat pesawat dari kertas-kertas itu dengan berbagai bentuk.


Di pesawat itu, dia menulis Jepang, Korea, China, Singapura, dan negara-negara lainnya.


Ini adalah impiannya, membuat pesawat, kalau perlu dialah yang menjadi pilotnya, agar bisa mengajak dan menemani mommy-nya keliling dunia, agar dirinya tidak ditinggalkan sendirian lagi.


Meskipun masih kecil, Chiro sudah bisa membaca dan menulis, sama seperti mommy-nya yang cerdas.


"Pulang sana Mar, anak istrimu menunggu!" ucap Erlang.


"Anakku sudah tidur," ucap Marva.


Mereka berlima tergeletak di lantai, dengan botol minuman yang berantakan.


I miss you


I miss you


I miss you


Ungkapan beberapa hati yang hanya bisa mengatakannya dalam diam.


Rindu itu menyiksa hati, apalagi jika kita tak tahu di mana orang itu berada.


Chiro memutar lagu yang ada di ponselnya.


Penuh debu dan usang


Kupandangi semua gambar diri


Kecil bersih belum ternoda


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Nada-nada yang indah


Selalu terurai darinya


Tangisan nakal dari bibirku


Takkan jadi deritanya


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup


Rela dia berikan


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih

__ADS_1


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku🎵🎵🎵


Baginya, itu adalah sebuah lagu yang tercipta bukan untuknya. Tidak seperti lagu-lagu galau yang sering didengarkan oleh kelima pria mabuk di luar sana.


Tidak ada foto masa kecilnya bersama sang mommy.


Tak ada cerita orang tentang riwayatnya bersama sang mommy.


Apakah dirinya pernah ditimang dan dimanja?


Apakah mommy-nya pernah bernyanyi untuknya?


Apakah saat dia menangis mommy-nya tak marah?


Apakah mommy-nya rela memberikan jiwa raga dan seluruh hidup? Tapi mengapa mommy pergi?


Oh mommy, ada dan tiada dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku.


⚡⚡⚡


Erlang merasa pening, dia memijat keningnya sambil memberikan tanda tangan. Jasmine menatap Erlang dengan hati berdebar. Pintu terbuka, Arlan dan Elya masuk ke ruangan anaknya. Jasmine memberikan hormat lalu segera keluar setelah Erlang memberikan berkasnya kembali.


"Mami perhatikan Jasmine itu gadis yang baik, dia juga menyayangi Chiro. Apa kamu tidak ingin membuka hati padanya?"


Erlang menghela nafas. Bukannya dia tidak tahu bahwa sekretarisnya menyimpan rasa padanya. Dia juga tahu bahwa Jasmine menyayangi Chiro.


Apa aku harus membuka hatiku pada Jasmine? Chiro juga terlihat dekat dengannya. Dia tidak pernah menolak jika Jasmine mengajaknya bermain.


"Kamu pertimbangkan lah baik-baik. Ini sudah bertahun-tahun. Sampai kapan kamu akan menutup hatimu? Jalan hidupmu masih panjang, ada Chiro yang masa depannya harus kamu pertimbangkan, bukan hanya menyiapkan kebutuhan materinya saja."


"Sudah, Mi. Aku sudah pusing. Jangan menambah beban pikiran aku lagi."


"Mami bukannya ingin menambah beban pikiran kamu, tapi kamu yang jangan egois!"


"Sudah-sudah, jangan berdebat. Mi, kita ke sini kan, ingin melihat keadaan anak kita karena dia jarang ke rumah," lerai Arlan.


"Bagaimana keadaan Chiro. Di mana dia sekarang?"


"Ada di ruang istirahat, lagi tidur."


"Dia tidak sekolah?"


"Dia akan ke sekolah kalau dia ingin."


"Kenapa seperti itu? Dia harus disiplin!"


"Aku tidak ingin memaksa apa pun padanya, Mi. Lagi pula, di usianya ini dia sudah bisa membaca dan menulis. Bisa saja aku menyekolahkannya langsung ke sekolah dasar. Seperti Freya dulu, empat tahun sudah SD. Tapi aku tidak ingin ada Freya kedua."


Elya dan Arlan terdiam, karena apa yang dikatakan anaknya memang benar. Chiro memiliki kecerdasan yang diturunkan dari Freya. Hal yang sangat membanggakan untuk keluarga Abraham, terutama Erlang sebagai daddy-nya. Juga yang tidak ketinggalan keluarga Zanuar.


"Ya sudah, kalau begitu mami mau melihat Chiro dulu."


Chiro yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka, langsung lari ke kasur dan memejamkan matanya.


Elya membuka pintu dan melihat wajah tampan Chiro yang terpejam, lalu mengusap dengan lembut kening Chiro.


⚡⚡⚡


Chiro menatap Elya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sesekali dia juga melirik Erlang dan Jasmine. Saat ini mereka sedang berada di mansion Arlan bersama dengan Jasmine dan Evan yang juga diundang makan malam karena mereka telah membatu Erlang diperusahaan.


"Aunty Jasmine," panggil Chiro.


"Ya, Tuan Muda Chiro?"


"Aku ingin bertanya, tapi Aunty harus menjawab dengan jujur."


"Tentu saja, apa yang ingin Tuan Muda Chiro tanyakan?"


"Apa Aunty menyukai daddy Chiro?"


Uhuk uhuk ....


Bukan hanya Jasmine yang tersedak, tapi juga Erlang, Arlan, Elya dan Evan.


"Jawab yang jujur, Aunty."


Tentu saja Jasmine takut untuk menjawab. Kalau bilang tidak, berarti dia berbohong dan munafik. Jika bilang iya, apa nanti tanggapan bos dan kedua orang tuanya.


Bagai makan buah simalakama.


"Chiro ...."


"No Daddy, Daddy diam saja!"


"Aunty Jasmine boleh menyukai daddy. Daddy juga boleh menikah dengan aunty Jasmine ...."

__ADS_1


Deg


__ADS_2