Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
23 Foto


__ADS_3

Saat ini, Erlang, Evan, Ikmal, Marcell, Vian dan Marva sedang melakukan pertemuan dengan Zion, Aron, David, Kenzo, Kenzi, Yosuke, Ryu, Samuel, Malvin dan Andre, untuk membahas kerja sama.


"Pepet terus, biar dapat!" ucap Zion.


"Maksudnya?"


"Mantan istrimu, lah."


"Kalian tahu dari mana? Kalian memata-mataiku?"


"Ratu somplak itu tentu saja sudah mencari tahu latar belakang orang-orang yang bekerja sama dengan kami secara detail, meskipun kalian teman kami sendiri."


"Hei, yang kamu bilang ratu somplak itu istriku," protes Zion.


David cs hanya terkekeh, senang melihat wajah Zion yang cemberut. Emang dasar bucin.


"Jangan putus asa, pepet terus hingga dapat."


"Heleh, sok mengajari. Dulu juga nangis bombay pas mau ditinggal sama Lexa," Aron, sang asisten durjana membuka aib bosnya sendiri.


"Tiap hari dengerin lagu galau terus," sambungnya.


Zion dan Erlang sama-sama menghela nafas.


Zion sangat tahu masalah dalam rumah tangganya sangat besar, bahkan hinhga kini masalah itu belum selesai.


"Seharusnya dulu juga aku modal nekat ya, nikahin Lexa saat masih sekolah. Pasti anakku sudah selusin, tiap tahun brojol. Apalagi kalau setiap kali brojol langsung kembar. Bisa langsung bikin perkampungan, aku."


Mereka ingin ketawa, tapi juga pengen jitak Zion.


Zion menghela nafas, kemudian melanjutkan,


"Tapi setidaknya, aku tidak menyandang status duda, hahaha. Percuma kan, nikah muda tapi kurang dari dua tahun sudah kadi duda, hahaha. Baru umur delapan belasan udah jadi duda, hahaha, nasib, nasib."


Apa ini pria yang terkenal dingin? Ngomong kok enggak di saring. Beda banget sama yang di tv-tv.


Orang-orang belum tahu saja, pasangan suami istri yang terkenal bermulut kuah bakso itu (pedes-pedes gurih), juga memiliki sifat narsis bin somplak kuadrat.


Erlang cs termasuk beruntung bisa melihat sisi lain Zion cs, apalagi nanti kalau bertemu lagi dengan Lexa, karena saat pernikahan dokter Aurel, mereka tak berbincang karena pertemuan dengan Naya yang tiba-tiba.


Benar-benar somplak tuh, Zion, tidak mengerti perasaan orang. Tidak sadar diri bahwa dia juga sering menderita karena cinta.


Erlang mendelik tajam pada Zion.


Si raja gombal itu cuek-cuek saja, bahkan masih terus terkekeh saat melihat wajah Erlang yang sudah masam, dan decakan kesal dari David cs.


"Tapi setidaknya kamu cukup beruntung, walaupun duda, tapi kisah cintamu enggak ngenes-ngenes amat seperti Zion."


Kali ini Zion yang mendelik tajam pada David, sang rival abadi, yang sayangnya menjadi kesayangan istri cantiknya itu.


Lexa, Hannie, David, Kenzo, Kenzi, Ryu, Yosuke, Samuel, Malvin dan Andre memang satu almamater dengan Erlang, Ikmal, Vian, Marcell dan Evan di Jepang.


Hannie dan Yosuke juga tentu saja mengenal Naya, Monic, Zilda, Letta dan Kirei, karena mereka sama-sama peserta seminar.


Erlang cs pun sangat tahu akan skandal yang pernah terjadi antara Zion, Lexa dan David. Pasangan fenomenal yang selalu menggemparkan media, apalagi Alexa Elora William, yang selalu membuat musuh-musuhnya menyesal sudah berbuat jahat padanya.


Alexa Elora William, wanita yang sangat terkenal dengan mulut sadisnya, yang tidak akan segan-segan menghancurkan siapa saja yang berani mengusiknya.


Setelah mencapai kesepakatan, raja gombal dan raja mesum itu bersalaman.

__ADS_1


Entah bagaimana jadinya jika dua pria itu berkolaborasi dan ada di hadapan wanita idaman masing-masing, bisa terguncang dunia persilatan.


Buat yang belum tahu Zion, Lexa dan David.


Kesayangannya aku di Arrogant Wife.


Mampir ya, sudah tamat.



.


.


.


Erlang membuka pintu apartemen Naya yang kodenya dia dapatkan dari Monic dengan bujukan terselubung.


"Nanti kalau dia pingsan, terus enggak ada yang tahu, gimana?"


Itulah alasannya hingga dia bisa mendapatkan password apartemen Naya.


"Jangan berisik ya, Chiro. Mommy mungkin lagi tidur."


Chiro mengangguk, lalu mereka berdua masuk ke kamar Naya.


"Aaaa, ngapain kamu masuk ke sini?" teriak Naya.


Erlang menatap apa yang dihadapannya, Naya hanya memakai pakaian dalamnya saja, dan belum sempat memakai baju karena sang duda dan bocah kecil itu sudah keburu masuk.


Air masih menetes dari rambut Naya. Namun, bukan hanya itu yang membuat Erlang menahan nafas dan kehilangan kata-kata, namun apa yang ada di dinding kamar Naya lah yang membuatnya melebarkan mata.


Bukan hanya satu, tapi banyak.


Foto Chiro saat masih kecil berderet rapih di dinding dan meja.


Chiro meminum susu di botol.


Chiro merangkak


Chiro belajar berdiri


Chiro belajar berjalan


Chiro menangis saat terjatuh


Chiro di hari ulang tahunnya yang pertama


Chiro dalam pelukan Erlang


Chiro digendong Erlang


Chiro dan Erlang yang tertidur di sofa


Chiro tertawa


Chiro main mobil-mobilan


Chiro ulang tahun yang kedua

__ADS_1


Chiro naik sepeda roda empat


Chiro naik sepeda roda tiga


Chiro makan es krim


Chiro dan Erlang berenang


Chiro ulang tahun yang ketiga


Chiro ulang tahun yang keempat


Dan masih banyak lagi foto, yang sudah dipastikan ini bukan foto koleksi Arby, keluarga mereka atau sahabat-sahabatnya.


Sudah dipastikan foto ini diambil diam-diam.


Naya ke luar dari kamar mandi dan melihat Erlang dan Chiro yang masih melihat semua foto itu.


"Daddy, mommy punya banyak foto Chiro."


Erlang menahan air matanya.


Apa selama ini, meskipun Freya meninggalkan mereka dan pergi jauh tanpa kabar, dia tetap mengawasi Chiro.


Naya menghela nafas, sudah pasti Erlang akan memberikan banyak pertanyaan padanya.


"Kamu?"


"Iya, aku memang pergi, tapi bukan berarti aku sama sekali tidak peduli dengan Ecan. Aku tetap melihat perkembangannya meski dari jauh. Melihat aktifitasnya bukan hanya dari foto, tapi juga video."


"Siapa?"


Maksudnya siapa yang menjadi mata-matanya. Foto-foto ini kegiatan yang dilakukan tidak hanya di rumah Arlan atau Wildan, tapi juga kegiatan di luar rumah, seperti taman bermain.


"Ya adalah, kamu enggak perlu tahu."


"Siapa?"


"Ada pokoknya, jangan kepo. Kepo bisa membunuhmu."


Pantas saja dulu pertama kali ke apartemen Naya, pintu kamarnya dikunci, jadi ini alasannya.


Erlang tak dapat berkata apa-apa. Tidak masalah siapa yang menjadi mata-mata Naya, yang penting, ternyata selama ini wanita itu tak benar-benar pergi dari mereka.


Naya lalu membuka salah satu lemari, dia mengeluarkan barang-barang yang ternyata barang-barang milik Chiro yang sudah tidak dipakai. Seperti baju-baju yang sudah kekecilan, botol susu, mainan bayi, dan masih banyak lagi.


Jantung Erlang bergetar, merasa sedih dan terharu dengan apa yang sudah Naya lakukan diam-diam


Tapi bukankah ini curang?


Aku dan Chiro harus menanggung rindu setiap hari, tapi dia setiap hari mengawasi kami.


"Kenapa ada foto yang kurang di sini?"


"Foto apa yang tidak ada?"


"Kenapa tidak ada foto saat aku dan Chiro mandi?"


Ck, mulai lagi, deh.

__ADS_1


__ADS_2