Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
141 Skandal Masa Lalu Dan Masa Kini


__ADS_3

"Apa kamu puas, merasa senang karena sudah berhasil merusak rumah tangga aku dan Arby?"


Perempuan di hadapan Freya itu diam saja.


"Apa kamu sengaja menggoda dia disaat aku jauh darinya?"


"Aku tidak menggodanya, dia sendiri yang datang ke kamarku."


Freya mendengus. Dia sangat sangat tahu, kalau perempuan di hadapannya ini sangat memuja suaminya. Cara dia memandang Arby, cara bicaranya, sikapnya, semua itu Freya tahu.


"Kamu akan menyesali karena berani macam-macam denganku."


Tanpa banyak bicara lagi, Freya langsung meninggalkan perempuan itu. Dia meraih ponselnya, dan menuliskan sesuatu.


Tidak lama kemudian dunia digemparkan dengan berita seorang sekretaris yang menjadi selingkuhan bosnya, dan tertangkap basah oleh sang istri.


Seperti itulah dia mencari uang untuk membiayai keluarganya.


Menggoda bos kaya untuk mendapatkan keuntungan.


Hanya bermodal tampang sok polos dan wajah yang tidak cantik-cantik amat, tapi pura-pura lugu untuk memikat lawan jenis.

__ADS_1


Banyak deretan tulisan yang terpampang di media sosial.


"Siapa, siapa yang menyebarkan berita ini? Kalau Freya sampai membacanya, dia bisa lebih marah lagi padaku."


Harga saham terguncang, masa lalu kembali diungkit, yang mengatakan kalau Arny itu playboy gagal insyaf. Pura-pura bucin kepada istrinya tapi suka main perempuan di belakang.


Yang senang dengan pemberitaan ini tentu saka merasa senang. Mereka suka melihat Freya yang terluka. Suka dengan pertengkaran rumah tangga pasangan yang selama ini sering membuat orang lain iri setengah mati.


"Ayo kita pergi," ucap Freya pada Chiro dan yang lain. Mereka pergi tanpa membawa apa-apa. Baju bisa dibeli di tempat tujuan mereka nanti.


Sementara mereka diam-diam pergi, yang lain ketar-ketir meredam berita yang ada. Mereka benar-benar seperti mengulang masa lalu.


Merasa kaya dan tampan, jadi berpikir mudah mendapatkan perempuan.


Ya amou, kalau sampai Erlangga benar-benar selingkuh, bego banget ya. Membuang permata demi sebutir debu**.


Evan tidak kalah pusing. Dia sudah seharian ini mendapatkan amukan Arby. Dia yang tidak tahu apa-apa, ikut kena imbasnya.


Wajah Arby kembali mengingatkan mereka dengan Arby beberapa tahun yang lalu. Wajah yang sangar dan memandang setiap orang seperti orang itu musuh besarnya saja.


"Cepat cari tahu, siapa yang menyebarkan berita ini."

__ADS_1


"Apa jangan-jangan Freya sendiri yang menyebarkannya?"


Mereka menebak-nebak dalam hati. Bisa saja Freya, tapi bisa saja orang lain. Mereka tidak ingin berpikiran begitu saja kalau Freya sendiri pelakunya, karena belajar dari pengalaman.


🌸🌸🌸


Arby masuk ke kamarnya, memandang kamar yang terasa dingin dan hampa. Tidak ada wajah cantik yang biasa dia lihat setiap hari.


"Aku kangen kalian."


Arby benar-benar menyesali apa yang telah terjadi. Seharusnya dia tidak pergi ke luar kota, apalagi tanpa istri dan anaknya.


Dia juga menyalahkan Evan yang tidak langsung memberinya kabar kalau Freya menanyakan dirinya. Seharusnya dia langsung pulang saja, tanpa harus pergi ke hotel. Hotel yang bukan miliknya.


Arby menghela nafas berat.


"Masa aku harus menjadi duda untuk yang kedua kalinya? Menjadi duda karena perempuan yang sama. Ya ampun, kalau ini benar-benar terjadi, ini sebuah rekor. Bukannya putus sambung putus sambung, malah kawin cerai kawin cerai."


Wajah Arby benar-benar kusut. Dia mencoba kembali menghubungi Freya dan Chiro, tapi tetap tidak bisa.


Aku kangen kamu, Sayang

__ADS_1


__ADS_2