
"Apa ini namanya keberuntungan menculik anak?"
"Kenapa enggak dari dulu, ya?"
"Kalau dulu, yang kita culik lain lagi anaknya. Bisa-bisa kita sudah digantung."
Arby mendengus mendengar ketiganya malah berdiskusi.
...πΈπΈπΈ...
"Ommmm ...."
Jantung Ti J berdetak tak karuan mendengar suara yang menggetarkan hati.
Bukan getaran cinta, tapi getaran cemas. Mereka mendadak mules.
"Om, Om kok ada di cini?"
"Kangen ya cama kami?"
"Om, gendong!" kali ini Sachi minta digendong.
Meraka belum tahu, kalau Sachi ini pimpinan Ichi dan Ishi, jadi dia harus diwaspadai.
Jan akhirnya mengendong Sachi, Jon menggendong Ichi dan Jun menggendong Ishi.
Chiro hanya memperhatikan mereka, sambil sibuk makan buah naga.
__ADS_1
Mico sebagai pengacara Freya, sudah mengutus anak buahnya untuk membereskan masalah Ti J di kantor polisi, juga menyuruh orang untuk mengurus ijasah SMA yang katanya sudah dua tahun tidak ditebus itu.
"Kalian tidak perlu memikirkan tempat tinggal. Selama kalian bekerja di kafe atau restoran, kalian sudah disiapkan tempat tinggal, pekerja yang lain juga sama. Nanti kalau sudah jadi bodyguard anak-anak, kalian bisa tinggal di belakang mansion. Di sana, para asisten rumah tangga dan para bodyguard juga tinggal. Uang uang kakak dapat dari bekerja bisa ditabung. Jangan boros!"
Mereka lalu pergi ke salah satu meja, yang di sana Sidah ada yang lain, sedang makan bersama.
"Kalian juga harus mengenal mereka dengan baik, karena kalian pasti akan sering bertemu dengan mereka."
"Bukan hanya menjaga anak-anak kamu, tapi kalau ada anak-anak yang lain, kalian ikut menjaga mereka juga. Jangan khawatir, Chiro, Radhi dan Raine sudah cukup besar, jadi bisa ikut menjaga yang kecil-kecil."
...π¦π¦π¦...
Waktu terus berlalu. Hari ini Arby dan para bocil menemani Freya memeriksa kandungannya.
"Mana adik bayi?" tanya Ichi.
"Kok jelek?" tanya Ishi.
"Ishi, adik bayi enggak jelek, ya. Memang masih seperti itu bentuknya. Nanti kalau sudah semakin besar, baru lebih kelihatan lagi."
"Apa ada keluhan lain?" tanya dokter.
"Enggak ada. Cuma suka makan dan gampang ngantuk."
"Daddy kan cuka gangguin mommy tidul. Katanya mau ajak main dedek bayi, tapi kita enggak pelnah diajak."
"Iya, mainnya malam-malam mulu, tunggu kita bobo. Daddy mah pelit."
__ADS_1
Wajah Arby dan Freya langsung merah padam.
"Lain kali kalau Daddy mai ajak mommy main, jangan mau mommy. Mendingan mommy tidul aja cama kita."
"Bialin Daddy tidul dilual, bial mommy enggak kulang tidul."
"Ayo pulang, jangan jadi tukang hasut!" sungut Arby sambil menggendong Ichi dan Ishi.
"Lain kali kalau mau ikut periksa, kalian mendingan jaga pintu saja di luar." Mulut Arby masih saja maju mundur maju mundur.
Dokter menahan tawa, lucu melihat tingkah keluarga ini.
Beberapa mobil mengikuti mereka. Todak perlu khawatir, karena mereka adalah para bodyguard.
Ti J sendiri masih melakukan training di kafe.
"Kita ke kafe dulu, sekalian makan siang."
Sesampainya di kafe, Sachi, Ichi dan Ishi langsung berlari ke dapur, meminta dibuatkan makanan kesukaan mereka.
"Hei, jangan ke sini. Banyak kompor yang menyala, nanti kalau kalian kena cipratan minyak, bahaya," ucap Jan.
Ti J langsung menggendong masing-masing.
"Mau makan naci goleng."
"Iya, nanti dibuatin ya. Jangan ke dapur."
__ADS_1
Arby dan Freya melihat Ti J yang menggendong ketiga anak mereka, sama sekali tidak terlihat kaku.