
Malam harinya mereka membuat api unggun. Aileen ada di kamar yang sangat dekat dari tempat Freya sekarang. Yang dijaga ketat oleh para bodyguard laki-laki dan perempuan di setiap sudut. Bahkan Arby juga mengawasi dari CCTV yang dipasang dan sedang dia perhatikan saat ini, baik gambar dan suara, semuanya aman.
Suara jangkrik terdengar seperti background dari kegiatan piknik ini. Apalagi cahaya dari kunang-kunang juga menambah keindahan yang alami. Anak-anak yang melihat cahaya kecil dari kunang-kunang mendekati kunang-kunang itu. Semua tetap dalam pengawasan orang dewasa.
"Sudah kamu selidiki?" tanya Arby.
"Sudah. Itu sih, mudah."
Arby mendengus mendengar perkataan Moco yang terkesan sombong. Ya meski memang benar juga, kalau Mico bekerja dengan cepat.
Arby memberikan banyak makanan untuk Freya. Istirnya itu harus mendapatkan asupan gizi yang baik, agar ASI untuk Aileen juga berkualitas. Semua menikmati liburan ini, meski tadi siang sempat terjadi insiden yang cukup membahayakan.
Mico bahkan kini tidur-tiduran di atas rumput beralaskan karpet tebal, memandang langit malam yang bertaburan bintang.
Ada banyak minuman di atas meja. Ada minuman soda, ada juga minuman hangat tradisional.
💕💕💕
__ADS_1
Pagi-pagi sekali mereka sudah bangun, meski tidur larut malam. Sesuai keinginan anak-anak, mereka tidur di dalam kemah besar dan menyalakan api unggun. Anak-anak masuk ke dalam tenda. Berkumpul bersama di sana berdesak-desakan. Ya meski tenda untuk mereka juga sangat besar.
Mereka semua begitu dekat dan saling menjaga. Didikan para orang tua dan opa Oma mereka begitu kuat, yang menginginkan mereka saling menyayangi, entah itu mau saudara kandung atau hanya saudara sepupu saja.
Chiro memberikan boneka-boneka untuk para perempuan, sedangkan yang laki-laki memberikan selimut.
"Kalian tidur," ucap Radhi.
Semua mulai memejamkan mata.
"Kalian jangan iseng, ya," ucap Chiro pada Sachi dan si kembar. Dia memang harus mengawasi adik-adiknya itu, jangan sampai malam-malam menyelinap ke luar dan hilang. Bisa-bisa sang mommy menangis.
Arby memantau pintu kamarnya yang terbuat dari kaca transparan, yang terlihat ada bayi perempuan mungil. Tendanya persis di depan pintu itu. Jadi kalau Aileen menangis, Arby bisa langsung masuk ke dalam.
Sebelah tangannya mengusap kepala Freya dengan lembut. Pria itu menghela nafas. Bukan nafas berat penuh beban, tapi nafas lega karena kebahagiaan yang begitu besar.
Masih sama.
__ADS_1
Sama seperti malam-malam sebelumnya.
Dia mana dia dengan bebas bisa merasa melow.
Di mana tidak akan ada yang melihat dia menangis.
Hanya saat malam saja, dia bisa seperti ini.
Berdoa di setiap malam agar kebahagiaan ini akan selalu ada, sampai dia memiliki cucu-cucu dari semua anaknya.
Lima orang anak.
Sangat luar biasa sekali, bukan?
Anak-anak yang saling menyayangi meski mereka sangat rusuh setiap harinya. Ada saja tingkah mereka, tapi itu yang membuat harinya semakin berwarna.
Arby merebahkan dirinya di sebelah Freya.
__ADS_1
Gadis kecil berkuncir kuda dengan pita dan gaun merah, kini menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya, ada dalam dekapan hangatnya.