
Selepas subuh, mereka telah bersiap di dalam kamar rawat Naya, yang sebentar lagi akan menjalankan operasi.
Chiro mencium kening dan kedua pipi Naya.
"Mico?" panggil Naya pelan. Mico menunduk, enggan menatap wajah perempuan itu.
"Mico, jangan ingkar janji, ya?" tanya lagi.
Perlahan Mico mendekati Naya, dan tanpa aba-aba memeluk tubuh ringkih itu.
"Kamu yang jangan ingkar janji!"
Naya menjulurkan kelingkingnya, yang disambut kelingking Mico. Erlang yang melihat itu tentu saja merasa cemburu, tapi dengan susah payah harus ditahannya.
Brankar mulai didorong oleh perawat. Dinsamoing kanan Naya, Erlang menggenggam tangannya, dan di samping kiri Naya, ada Chiro yang juga menggenggam tangannya. Dua orang yang sangat menyayangi Naya itu, mengiringi Naya yang berbaring di atas brankar. Pihak kekuarga dan juga rekan-rekan satu profesi Naya sesama dokter, berbaris di sepanjang koridor untuk memberi semangat dan dukungan.
"Mico, jangan lupa!" ucap Naya sebelum pintu ruang operasi tertutup.
Mereka yang ada di luar, keluarga, sahabat dan para rekan kerja, berbaris.
Tanpa komando, mereka menundukkan kepala, berdoa menurut agama dan kepercayaan mereka masing-masing.
Tak jauh beda dengan yang ada di dalam, tim dokter dan perawat juga menunduk, membaca doa menurut agama dn kepercayaan masing-masing. Ini bukan yang pertama kalinya mereka melakukan operasi, namun yang ini terasa berbeda. Ada beban tersendiri, yang menyelimuti hati mereka, karena yang dioperasi kali ini adalah rekan kerja, junior, anak didik mereka.
Dokter anastesi mulai menyuntik Naya, perlahan mata Naya mulai terasa berat, ingatan tentang dirinya yang taknpernah dekat dengan kekuarganya, berkenalan dengan Nania, Aruna, Nuna, Arby, Ikmal, Marcell, Vian, menikah dengan Arby, bolos bersama Mico, hamil, keguguran, hamil lagi, melahirkan, pergi, bertemu dengan Kirei, bermunculan.
Mata Naya mulai terpejam, dalam hatinya berkata lirih.
Jika aku diberi kesempatan untuk tetap hidup dan sehat kembali, aku ingin memulai hidup baru dengan lebih baik dan bahagia bersama mereka. Aku telah benar-benar ikhlas akan masa laluku. Tak ada lagi yang kusesali.
.
.
.
Detik, menit, dan jam berlalu. Mereka menunggu dengan cemas.
"Lama banget, sih?"
Erlang sangat gusar, dilihatnya Chiro yang ketiduran di bangku tunggu, dengan kepalanga ada di pangkuan Nuna.
"Sabar, Ar. Ini kan operasi besar, jadi memang membutuhkan waktu berjam-jam. Doakan saja semoga semuanga berjalan dengan lancar."
Di dalam ruang operasi, dokter masih sibuk dengan pisau bedah. Kening mereka yang berkeringat diseka oleh para perawat.
"Cek tekanan darahnya!"
__ADS_1
"Normal, Dok."
Namun sepersekianndetik kemudian, mereka dikagetkan dengan detak jantung Naya yang melemah.
Dalam tidurnya, Freya kecil merasa usapan lembut di keningnya. Dia juga mendengar suara lembut yang bernyanyi di sisi tempat tidurnya. Namun karena terlalu lelah, dia tidak dapat membuka matanya.
Freya ingin sesekali dinyanyikan atau dibacakan dongeng saat ingin tidur, seperti adiknya. Tak perlu setiap hari, cukup sekali saja, baginya itu sudah cukup.
"Dokter, pasien semakin melemah."
Mereka langsung mengambil tindakan. Salah seorang dokter langsung menggunakan alat degup jantung.
Tut
Tut
Tutt
Tutttttt
"Bertahanlah Naya, ingat anakmu!"
Tak ingin menyerah, dokter itu tetap memompa jantung jantung Naya.
"Ingat Chiro, Naya!"
"Mommy! Mommy, jangan tinggalkan Chiro, Mommy!"
"Tenang Chiro, mommy masih di dalam."
"Daddy, Daddy! Chiro bertemu mommy di taman. Rambut mommy sudah tumbuh panjang. Mommy tersenyum pada Chiro, melambaikan tangan, lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Mommy mau ke mana, Daddy?"
Perkataan Chiro itu membuat mereka sesak nafas. Erlang bahkan tak mampu menjawab.
Bertahanlah, Freya. Kembalilah pada kami. Ya Allah, kasihanilah aku dan anakku. Jika Kau tak kasihan padaku, tak apa. Tapi berilah belas kasih-Mu untuk anakku yang masih kecil ini. Dia masih membutuhkan kasih sayang mommynya. Ya Allah, aku tahu aku banyak dosa, tapi kumohon jangan hukum aku dengan cara seperti ini. Tidak cukup kah empat tahun aku kami berpisah dengannya? Jangan biarkannkami berpisah lagi untuk selamanya.
Kasihanilah anakku yang masih kecil ini. Ya Allah Ya Allah Ya Allah, aku benar-benar memohon ampun pada-Mu. Maafkan segala kekhilafanku, aku tahu caraku salah untuk memilikinya. Berilah kami kesempatan untuk bersama membesarkan anak kami.
Ya Allah Ya Allah Ya Allah, segala puji bagimu, Tuhan pemilik semesta alam. Aku mohon jangan ambil dia. Jangan Kau berikan duka untuk anakku yang tak berdosa ini.
Ya Allah Ya Allah Ya Allah, aku tak pernah menganggap dia sebagai istri durhaka saat kami bersama dulu. Aku ikhlas menjalani masa-masa itu bersamanya. Dia istriku yang soleha, tolong jangan memberi kesakitan ini lagi padanya.
Ya Allah Ya Allah Ya Allah, angkatlah penyakitnya, sembuhkanlah dia, berikan keselamatan untuknya, tuntunlah dia kembali.
Hanya Engkaulah penyembuh segala penyakit.
Ya Allah, Chiro janji, kalau mommy sembuh, Chiro akan memberikan semua tabungan Chiro di celengan untuk teman-teman di panti asuhan.
__ADS_1
Ya Allah, jangan marah sama Chiro lagi dan membawa mommy Chiro. Chiro mau punya mommy seperti yang lain. Chiro ingin di saat bangun tidur, melihat mommy dan daddy di kamar Chiro dan mencium pipi Chiro. Tapi jika tidak boleh, ya sudah enggak apa-apa, yang penting mommy sembuh.
Chiro sudah berusaha enggak jadi anak nakal, biar mommy enggak pergi lagi dari Chiro. Chiro mau mommy, Chiro masih mau dipeluk mommy, Chiro masih mau makan dimasakin oleh mommy. Tapi ... enggak apa nanti mommy enggak masak buat Chiro, biar mommy enggak kecapean, enggak apa mommy enggak peluk dan pangku Chiro, Chiro kan bukan bayi lagi. Mommy juga enggak perlu mandiin Chiro, Chiron kan sudah besar. Tapi tolong jangan ambil mommy Chiro. Ambil saja mainan Chiro. Ambil saja semua mainan kesukaan Chiro, tapi jangan ambil mommy kesayangan Chiro.
Mommy dan daddy adalah harta kesayangan Chiro. Mommy dan daddy adalah kesayangan Chiro.
Chiro belum membuat mommy bangga. Chiro belum mengajak mommy keliling dunia. Masih banyak yang belum Chiro lakukan untuk mommy.
Mommy, jangan tinggalkan Chiro. Chiro masih membutuhkan mommy.
Mommy, kembalilah pada daddy dan Chiro.
Mommy, kembalilah pada daddy dan Chiro.
Mommy, kembalilah pada daddy dan Chiro.
Mommy, Chiro tahu kasih mommy kepada Chiro sangat besar. Terima kasih sudah melahirkan Chiro.
Mommy, jika mommy mendengarkan Chiro, tolong kembalilah pada Chiro.
I love you, mommy.
.
.
.
.
🎆Selamat tahun baru 2022🎆
Semoga di tahun ini, kita bisa memperoleh apa yang diinginkan, Aamiin.
Semoga aku bisa menulis cerita-cerita lain yang lebih baik lagi, dan mencapai target.
Terima kasih yang sudah mengikuti perjalananku dari Arrogant Wife - Akibat Pernikana Dini (Pernikahan Dini 2) - Jarak (Dikejar Hot Duda).
Tadinya aku berencana nulis cerita baru dan aku rilis tanggal satu pukul 00.00 ini ... tapi gak jadi😂
Oya, doain ya, moga cerita Jarak ini bisa mencapai target, biar bisa aku ajukan kontrak.
Thanks yang sudah kasih like, komen, vote, hadiah. Aku baca semua komen kalian. Mau aku balas, tapi suka lola nih sinyalnya, apalagi kalo mati lampu atau hujan, sinyal langsung susah.
Yang belum ngikutin Deo (Pernikahan Dini 2), bisa tengok😀
Salam sayang untuk kalian semua. Sehat selalu, ya.
__ADS_1
Aku tetap semangat nulis karena ada kalian yang dengan setia membaca. Lopyuuuuu 😃