
Tidak ada kata-kata yang ke luar dari mulut Arby. Suaranya tercekat di tenggorokan, hanya air mata yang mengisyaratkan perasaannya saat ini.
Arlan mendekati putranya itu, menepuk punggung Arby.
"Rileks, Ar. Kamu tenang dulu. Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan."
Arby menundukkan wajahnya, mengusap ujung matanya yang tak henti mengekuarkan air mata.
"Minim dulu, Ar."
Irma memberikan segelas air untuk Arby, yang langsung diminum dengan tergesa-gesa hingga menimbulkan batuk.
Benar-benar tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Arby. Bukan karena tidak ingin bicara, hanya saja memang suaranya yang tidak bisa ke luar. Ini bisa disebabkan karena emosi yang berlebih, seperti terlalu tegang bahkan terlalu bahagia.
"Istigfar, Ar," ucap penghulu.
Arby hanya bisa beristigfar dalam hati. Acara akad terhenti sementara karena kondisi Arby.
"Apa sudah siap?"
Arby berdeham, namun tetap diam.
"Kalau begitu, kamu sholat sunah dulu dua rakaat, agar dimudahkan jalannya."
Tanpa bicara Arby pergi untuk sholat sunah, yang diikuti oleh para pria.
Sedangkan Freya didatangi oleh saudara dan sahabat-sahabatnya untuk menenangkan.
"Semua pasti lancar, dia hanya terlalu gugup bercampur bahagia."
"Iya, siapa yang enggak kaget, coba. Biasanya perempuan yang mendapat kejutan dari calon suami, nah ini malah cowok yang dikasih kejutan."
Akhirnya mereka telah selesai sholat.
Arby kembali duduk di depan Wildan, dia memandang keluarganya.
"Yakinlah semua akan baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi," bisik Arlan di telinga anaknya itu.
Freya mengusap lengan Arby sambil memberikan senyumannya.
Dipandanginya wajah cantik itu.
Pernikahan ini tidak boleh batal, apalagi sampai diundur. Ini adalah impianku. Aku tidak akan membuatnya kecewa, karena dia sudah susah payah memberikan kejutan yang sangat luar biasa ini. Kejutan yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan.
Sayangku, kekasihku, belahan jiwaku ... Sebentar lagi aku akan memenuhi janjiku, menikahimu dan menjadikanmu satu-satunya di hatiku. Janji masa kecil kita yang tidak pernah, bahkan mungkin tidak akan pernah kamu ingat lagi. Terima kasih atas hadiah ulang tahun terindah yang kamu berikan untukku.
"Siap, ya?" tanya penghulu memastikan. Arby mengangguk.
"Ingat, kalau sampai tiga kali gagal, akadnya bisa batal dan diundur."
Sekali lagi Arby memandang Freya, dan air matanya kembali menetes. Freya mengangguk, begitu juga dengan kerabat mereka.
__ADS_1
Arby dan Wildan berjabat tangan, suara Wildan terdengar bergetar, merasakan haru karena dia kembaki menikahkan anak keduanya itu dengan oria yang sama, namin kondisi yang jaih berbeda, tanpa paksaan.
"Arby Erlangga Abraham, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Freha Canaya Zanuar dengan mas kawin uang tunai 888.888.888 rupiah."
"Saya terima nikah dan kawinnya Freya Canaya Zanuar binti Wildan Enrico Zanuar dengan mas kawin uang tunai 888.888.888 rupiah."
"Sah?"
"Sah!" ucap para tamu bersamaan.
Mereka mengucapkan syukur dengan penuh haru.
Penghulu pun membacakan doa.
"Sekarang pakaikan cincin!"
Freya memansangkan cincin di jari Arby lalu menyium punggung tangannya. Begitu juga sebaliknya, Arby memasangkan cincin di jari Freya, lalu mengecup keningnya cukup lama sambil kembali meneteskan air mata.
Freya melihat cincin yang hampir mirip dengan cincin yang dia miliki.
"Sekarang tanda tangani buku nikahnya."
Arby melihat buku nikah itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ini, asli kan, ya? Bukan buku palsu kan?" celetuknya.
Dia memeriksa buku itu dengan teliti, namanya, fotonya, semua dia periksa lembar demi lembar. Bahkan dia meraba dan menerawang.
"Masih sempat-sempatnya dia mikir asli apa palsu," keluh Ikmal.
Cup
Arby mendadak linglung mendapat kecupan dan panggilan sayang dari Freya. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya, senyum-senyum, lalu cekikikan sendiri.
"Duh, berasa mimpi aku," ucapnya pelan, tapi masih bisa didengar orang-orang.
Cup
"Enggak lagi mimpi kok, ini nyata."
"Ah kamu mah, kenapa enggak bilang-bilang kalau mau nyium. Lagi, dong."
Malah minta nambah.
"Ya ampun, Freya. Baru juga nikah kenapa jadi doyan nyosor juga?" tanya Mico menggelengkan kepalanya.
Freya hanya tertawa pelan.
Arby dan Freya menanda tangani buku nikah itu.
"Diam-diam juga kamu kebelet nikah, sampai bikin kejutan seperti ini," ucapnya.
__ADS_1
Freya memanyunkan bibirnya.
"Sembarangan, aku kan hanya enggak tega sama kamu yang uring-uringan terus tiap hari."
Selalu saja enggak mau ngaku. Tapi dia memang Freyaku.
Arby merengkuh tubuh istrinya itu dalam pelukan.
"Terima kasih, untuk semuanya," bisiknya.
Dia kembali mengusap matanya. Entah kenapa air matanya tidak bisa berhenti. Biarlah dia dianggap berlebihan atau cengeng, tak apa. Yang penting dia sudah memiliki Freya.
"Mommy, Daddy."
Arby membawa Chiro dalam pelukannya. Dipeluknya dua harta yang sangat berharga dalam hidupnya itu.
Yang hadir ikut merasa bahagia, terharu dan kagum akan pasangan itu.
"Duh, ingusku mau ke luar terus."
Suasana haru mendadak ambyar karena perkataan Arby.
Freya mengusap air mata Arby.
Arby dan Freya mengecup pipi Chiro di sisi yang berbeda.
Para tamu mulai memberikan selamat.
"Enggak nyangka, ya, akhirnya hari ini terjadi juga," ucap Nuna yang benar-benar terharu akan kisah kedua sahabatnya itu.
"Semoga saja suatu saat nanti aku juga menemukan seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus," lanjutnya.
"Iya, semoga kita juga bisa segera menemukan jodoh kita," sahut Ikmal.
Marcell menatap Nania.
Aku juga telah berjuang Nania, apa kamu tidak mau membuka hatimu untukku?
Sedangkan Vian juga menatap Aruna, sambil diam-diam menghela nafas berat.
Kami yang terkenal most wanted selama di sekolah dan masa kuliah, kenapa kisah cintanya tak ada yang mulus, ya?
Kirei juga ikut merasakan kebahagiaan Freya.
Kamu orang baik, dan kamu berhak bahagia, Freya. Aku harap aku juga bisa memperoleh kebahagiaan itu.
Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
Tidak ada yang tahu masa depan, siapa akan berjodoh dengan siapa. Apakah orang dekat atau orang yang masih OTW.
Namun kisah Arby dan Freya membuat mereka sadar, bahwa tidak ada sesuatu yang akan berjalan mulus. Namun usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
__ADS_1
Kesabaran Arby selama ini membuahkan hasil, dirinya kini bersanding dengan Freya. Bahkan Freya sendiri yang merencanakan pernikahan yang bagi Arby dadakan ini.
Terima kasih Ya Allah, sudah mengabulkan doa Chiro. Sekarang setiap hari Chiro bisa melihat mommy dan daddy di rumah yang sama. Chiro bisa cerita ke teman-teman kalau mommy membuatkan sarapan untuk Chiro dan daddy, dan daddy mengantar Chiro ke sekolah dan mommy bekerja. Chiro akan selalu menjadi anak yang baik, agar mommy dan daddy tidak berpisah lagi.