Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
55 Antara Mata, Perut Dan Hati


__ADS_3

Freya mulai terapi hari ini, ditemani oleh Arby, Chiro dan Kirei yang akan praktek nanti siang.


“Kaki Dokfer Naya tidak lumpuh, namun karena setelah operasi hingga sekarang belum berlatih berjakan, jadi memang sedikit kaku. Tak perlu khawatir, Anda bisa segera berjalan kembali.”


Keadaan Freya yang tak mengingat apa-apa memang sudah diketahui oleh semua dokter dan perawat, jadi mereka akan mendukung Freya secara psikis.


Selain terapi jalan, dia juga harus.melakukan pemeriksaan akan kemampuan otaknya, apakah masih ingat dengan masalah medis atau tidak, dan itu akan dilakukan setelah ini.


Tiga hari kemudian


“Tidak ada masalah dengan kemampuannya. Sepertinya dia memang terlahir dengan kecerdasan di atas rata-rata. Memang ada beberapa hal yang berhubungan dengan medis yang dia lupa, namun cukup dijelaskan sekali atau mambaca sebentar, dia langsung paham. Jadi, jika kondisinya memungkinkan, dia bisa segera praktik kembali.”


💕💕💕


Dari mata turun ke hati, dan dari perut naik ke hati.


Jadi yang rutin Arby kerjakan selain mengurus perusahaan dan Chiro adalah mengunjungi Freya dengan membawa makanan yang dia masak sendiri.


Seperti saat ini, dia datang dengan wajah coolnya.


“Ini, aku buatkan spageti, salad, salmon, dan udang untukmu.”


“Itu daddy yang masak sendiri, Mommy.”


“Benarkah?”


“Ya, daddy lagi menjalankan misi ....”


Arby langsung membekap mulut kecil Chiro yang ceriwis itu.


“St, jangan rusuh kalau kamu mau punya dede bayi!” bisik Arby.


“Kenapa bisik-bisik?”


“Enggak apa.”


Freya mulai mencicipi makanan itu, yang rasanya familiar di lidahnya.

__ADS_1


“Ini serius kamu yang masak? Ko enak?”


Ko enak?


Arby berdecak pelan.


“Apa sih yang aku enggak bisa, bikin baby aja sekali nyoblos langsung jadi mulu,” gumamnya pelan.


“Kamu ngomong apaan?”


“Enggak.”


“Oya, Chiro katanya mau nginap di sini, jadi aku juga akan menginap di sini.”


Chiro langsung melihat Arby, yang memasang wajah tanpa dosa.


Ya Allah, maafkan daddy Chiro yang suka bohong. Tapi Chiro memang ingin menginap di sini, kok.


Mata Freya langsung berbinar, dia selalu merasa senang dengan kehadiran anaknya ini.


“Aku ambil barang-barang kami dulu di mobil.”


“Kalian mau nginap, atau mau pindah ke sini?”


Si tersangka pura-pura tidak mendengar.


“Aku simpan ini dulu di kamar.”


“Eh, itu kan kamar aku,” teriak Freya.


Lagi-lagi dia pura-pura enggak dengar.


Semangat Arby, perjuanganmu baru dimulai.


.


.

__ADS_1


.


Saat makan malam, semua berkumpul. Opa oma dan kakek nenek Freya memutuskan untuk tinggal di rumah Wildan. Mereka ingin menikmati masa tua mereka yang entah sampai kapan dengan anak, menantu, cucu, dan cicit mereka.


Biarlah masa lalu itu menjadi masa lalu, mereka masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang terputus karena keadaan.


Arby, yang sebenarnya orang luar karena telah berpisah dengan Freya itu ikut nimbrung di tengah keluarga besar tersebut. Sepupu-sepupu Freya dari pihak ibu juga ada di sana, acara kumpul keluarga besar yang telah belasan tahun tidak diadakan karena kecelakaan di Singapura dulu.


Anya dan Vanya hanya cengar-cengir melihat tingkah Arby. Mereka sebenarnya kagum dengan sikap Arby yang selalu setia dengan Freya, meskipun telah ditinggalkan bertahun-tahun, juga tak membuat Chiro membenci mommynya.


Jujur saja, dalam hati mereka berharap bisa memiliki pasangan seperti Arby. Juga berharap mereka akan kembali bersama.


Freya termenung di tengah keramaian itu, dia merada asing dengan keadaan ini. Dia merasa tak dekat dengan kakek neneknya, dengan om tantenya, juga dengan sepupu-sepunya. Selama berada di rumah ini, dia juga hanya melihat satu foto keluarga saat dirinya masih SD, selebihnya tak ada.


“Jangan banyak berpikir, semuanya akan baik-baik saja. Berpikir positif saja,” ucap opa.


Seperti terhipnotis, Freya mengangguk, seolah perkataan opa dan omanya merupakan sebuah titah yang harus dilakukan.


Mereka melakukan pesta barbeque di taman belakang. Melihat keluarga besarnya berkumpul, Freya merasa senang. Seolah ini yang pertama kali dia rasakan.


“Jadi apa yang rencana kamu selanjutnya?" tanya papa.


"Aku ingin kembali praktek, juga membuka usaha sendiri."


"Jangan bekerja terlalu keras, utamakan kesehatanmu."


💕💕💕


Freya sudah mulai bisa berjalan, dan dua minggu lagi kembali praktek, namun di rumah sakit di Jakarta, karena keluarga merasa trauma jika Freya harus praktek di tempat yang agak jauh. Freya menurut begitu saja, tanpa ada bantahan, membuat mereka merasa lega dan senang. Bepergian pun dia akan diantar jemput oleh sopir.


Saat ini wanita itu sedang sibuk di dapur, membuat berbagai jenis kue untuk Chiro, karena katanya anak itu akan menginap di sini bersama daddynya yang tak pernah mau ketinggalan itu. Freya sudah kembali ke kamar aslinya yang ada di atas.


"Kamu lagi buat apa?" tanya Arby yang datang dengan membawa bekal makan siang.


"Kamu bawa makanan lagi?"


"Iya, ini buat kamu."

__ADS_1


Freya merasa heran dengan mantan suaminya itu, yang setiap hari selalu menyempatkan diri untuk membawa makanan padanya. Padahal itu memang triknya Arby biar Freya selalu kangen padanya.


__ADS_2