
Freya menghela nafas dalam-dalam. Dia terus berpikir, kenapa sampai sekarang, dia belum punya anak juga. Apa ada yang tidak beres dalam rahimnya? Apa kecelakaan dulu memberikan dampak buruk dalam tubuhnya.
"Kamu lagi mikirin apa, Sayang?"
"Mikirin kamu."
"Enggak usah dipikirin, aku memang semakin ganteng dan terdepan."
Freya mendengkus, sedangkan Arby tertawa pelan. Dia mengecupi seluruh wajah Freya dengan puas.
Dulu, boro-boro mengecupi seluruh wajah itu sepuasnya, nyium sekali saja sudah kena cerocos.
"Kapan ya, Chiro punya adik? Dia pasti senang sekali ya, kalau punya adik."
Arby langsung terdiam. Dia juga sebenarnya ingin sekali punya anak lagi, tapi yang terpenting baginya adalah kesehatan Freya.
"Belum waktunya, Yang. Lagian kita belum puas-puasin bulan madu."
Freya memanyunkan bibirnya. Bulan madu enggak bulan madu, bagi Freya sama saja. Setiap malam, Arby selalu bilang, "Ayo Yang, kita bukan madu dulu."
Di kantor pun begitu, "Ayo Yang, kita bukan madu dulu, mumpung enggak ada Chiro."
Lagi di dalam mobil, "Habis ini, kita bukan madu yuk, Yang."
Freya meringis mengingat itu. Bolehkah dka memberikan penghargaan sebagai Suami Termesum Di Dunia?
"Kasihan Yang, kalau Arjun nganggur. Nanti dia enggak bisa melakukan keahliannya, malah stres, loh." Jawaban Apa itu, setiap kali Freya protes.
__ADS_1
Arby mulai mengelus-elus paha Freya, dan langsung perempuan itu tepis.
"Jangan macam-macam!"
"Enggak kok, aku cuma mau pijitin. Aku tahu kamu pasti pegal banget kan, dari tadi beraktivitas terus."
Freya mendelik. Aktivitas apaan, dari tadi kan dia hanya sibuk chat di grup Perempuan Cantik ****Idaman**** Para Pria, sambil selonjoran dan ngemil.
Nania yang menamai grup itu, si centil yang sampai sekarang masih dikejar-kejar Marcell. Mengingat Marcell dan Nania, membuat dia teringat dengan Nuna dan Aruna juga.
Melihat Freya yang melamun, Arby semakin melancarkan aksinya.
Ceklek
Pintu terbuka, dan Arby langsung melepaskan tangannya dari tempat yang nyaman itu. Chiro masuk dengan tatapan polosnya.
Kini Arby yang mendengkus. Bisa-bisanya dia diajarkan tentang matahari pagi yang sehat okeh anaknya sendiri.
Dan apa katanya tadi?
Merem terus di kamar?
Kan tadi dia dan Chiro sudah lari pagi, dan membuat sarapan untuk mereka. Sedangkan Freya yang enggak ngapa-ngapain, malah disuruh istirahat.
Freya langsung memasang wajah polosnya.
"Iya Chiro Sayang. Kamu ajak daddy ke luar, ya. Mommy mau istirahat dulu. Bobo cantik sampai sore."
__ADS_1
Chiro mengangguk, lalu mendorong daddy-nya itu ke luar.
"Jangan pisahkan daddy dan mommy, Chiro. Jangan!"
Pintu tertutup, masih terdengar suara Arby yang berteriak minta untuk dipersatukan pagi dengan Freya.
"Yes!" ucap Freya yang girang, sambil tertawa geli. Kalau enggak begitu, bisa-bisa Arby kembali melancarkan aksinya.
Freya sudah ngeri melihat tanda-tanda merah di tubuhnya. Seperti kata pepatah, mati satu tumbuh seribu. Lah ini, belum hilang satu sudah banyak lagi yang lain. Dia kaya perempuan yang punya penyakit kulit dan tidak bisa disembuhkan.
Di luar, Arby berenang bersama Chiro. Chiro naik ke punggung Arby.
"Ayo naga emas, kita selamatkan sang putri dari siluman kecebong," ucap Chiro dengan lantang.
Siluman kecebong? Kok aku merasa tersinggung, ya? Batin Arby sambil berpikir keras.
.
.
.
.
**Siapa yang kangen dengan Arby dan Freya? 😊
Oya, baca juga ya ceritaku: 🌺Jodoh Untuknya 🌺
__ADS_1
Ini kisah Nuna, siapa yang akan menjadi jodoh untuknya? Yuk, baca kisahnya😉**