Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
81 Sepuluh


__ADS_3

Arby mengajak Freya dan Chiro ke istana baru mereka. Mereka akan mengadakan syukuran dan pesta kecil-kecilan di rumah ini.


Rumah ini adalah rumah impian Arby (bukan rumah imlian Freya, tapi Arby).


"Daddy, kenapa rumah ini besar sekali?"


"Karena Chiro akan punya banyak dedek bayi."


"Benarkah?"


"Iya."


Malam pertama saja belum, tapi sudah me janjikan punya banyak dedek bayi. Nanti ditagih baru tahu rasa!


"Chiro mau sepuluh, bisa?"


"Bisa Chiro! Bisa ditendang daddy sama mommy kamu. Ya ampun, apa tiap tahun harus brojol, ya? Apa dibagi dua tahap? Lima-lima?"


Freya mendengkus mendengar perkataan suami mesumnya itu.


"Ayo beb, kita ngamar dulu."


Wajah Freya langsung berubah, yang tadinya kesal, sekarang malu.


"Masih siang, Ar."


"Memangnya kenapa kalau masih siang? Justru enak, bisa lama kan."

__ADS_1


Wajah itu semakin merah. Arby yang melihat wajah Freya yang merah, langsung berpikir.


"Ih, kamu mesum, ya? Aku mah ngajak kamu ngamar bukan buat dedek Chiro."


Freya melebarkan matanya, dia melirik kiri kanan, mereka sedang menahan tawa.


"Terus?"


"Mau ngajak kamu ngitung."


"Ngitung, ngitung apaan?"


"Ya ngitung, kalau setahun hanya brojol satu, ya masa baru lengkap sampai sepuluh tahun ke depan, lama banget. Mending lima-lima, kaya teman kita, tuh. Si raja gombal. Apa dua-dua? Tiga-tiga?"


Freya menghela nafas, sepertinya dia terlalu cepat memutuskan menikah dengan Arby. Membayangkan setiap tahun melendung saja dia sudah mau pingsan duluan.


Arby tersenyum melihat wajah Freya yang cerah ceria dan imut itu.


"Wah, si Arjun harus selalu sehat, ini. Untung saja dia sudah aku kasih pendidikan dasar. Jangan mengajukan cuti, Arjun ...."


Arby terus saja mengoceh, dan saat dia sadar, sudah tidak ada siapa-siapa di dekatnya.


"Enggak sopan, orang lagi bicara malah pada pergi!"


Dia tidak sadar, kalau dirinyalah yang membuat mereka merinding, apalagi Freya. Perempuan itu sudah merinding membayangkan harus memberikan Chiro sepuluh adik.


Memangnya aku tikus?

__ADS_1


Atau kucing?


Freya mengusap tengkuknya. Lalu mengibaskan tangannya di depan wajahnya.


Mertuaku dulu saat mengandung Arby, ngidam apa, ya?


Ngomong-ngomong? Saat aku dulu mengandung Chiro, ngidam apa, ya?


Freya berhenti melangkah, mengusap kepalanya yang terasa berdenyut.


"Jangan terlalu banyak berpikir, aku akan selalu ada di sisi kamu."


Arby menggenggam tangan Freya. Dia jadi ketakutan setiap kali melihat gelagat Freya yang tidak baik, apalagi sampai mengusap kepalanya.


Dia takut hal buruk kembali terjadi. Tapi dia juga mencoba hanya memikirkan hal-hal baik.


Sepertinya aku memang harus pergi ke tante Irma untuk konsultasi.


Banyaknya kejadian buruk yang menimpa, tentu saja mempengaruhi kehidupan seseorang.


"Ini rumahnya gede banget sih, Bang!" ucap Vanya, adik Freya.


"Iya. Ada tempat latihan musik juga," ucap Anya, kakak Freya.


Mico yang duduk di sebelah Freya, langsung diusir oleh Arby. Pria itu masih saja cemburu pada Mico. Tapi itulah yang membuat Mico senang meledek Arby. Dia akan selalu membuat kesempatan untuk menggoda saudaranya itu. Lumayan buat hiburan.


Acara syukuran di adakan sore harinya. Mereka mengundang anak-anak yatim piatu, juga rekan bisnis dan rekan kerja mereka.

__ADS_1


Yang mereka anggap kecil-kecilan, tentu saja terlihat sangat mewah untuk anak-anak itu.


Ini hanya satu hal kecil yang dilakukan Arby sebagai tanda syukurnya, karena bisa kembali bersama Freya dan membesarkan Chiro bersama.


__ADS_2