Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
197 Celibu


__ADS_3

Hari sudah malam. Si kembar belum juga ditemukan, wajah Freya sudah pucat, dan tidak mau makan minun.


Di tempat si kembar


"Om, makan yuk, Om."


"Ck, bikin repot saja. Ya sudah, tunggu dulu sebentar."


"Om, Om, nama Om ciapa?"


"Jan."


"Jon."


"Jun."


Ichi dan Ishi diam saja mendengar nama mereka.


"Enggak punya Jin, Om?"


"Diam, bawel!"


Jan, Jon, Jun langsung membuatkan makanan. Hanya mie goreng saja, tapi si kembar tetap memakannya dengan lahap.


"Sekarang kalian tidur. Jangan rewel lagi, dan jangan ada yang ngompol."


Pagi mulai datang. Si kembar mencari mommy, daddy dan kedua abangnya, tapi tentu saja tidak ada.


"Mommy!" Ichi mengitari rumah kecil itu, begitu juga dengan Ishi. Pintu rumah itu terkunci, dan mereka tidak bisa keluar.


"Om, lapal."


Jan, Jon, Jun, akhirnya pergi ke pasar. Satu jam kemudian mereka kembali ke rumah itu, membawa daging, ikan, sayur dan buah-buahan.


Mereka bertiga masak, sedangkan Ichi dan Ishi hanya menonton.


Masakan itu akhirnya matang juga. Ichi dan Ishi makan dengan berantakan, membuat ketiganya mendengus.


"Mau kita jual ke mana, mereka?"


"Nanti aku cari dulu pembelinya."

__ADS_1


"Seharusnya kita bisa dapat tiga, nih. Kakaknya yang satu lagi malah gagal didapatkan."


"Dua juga lumayan. Hasilnya bisa kita bagi rata."


"Om, kapan kita pulang? Nanti mommy cama Daddy nangis, loh."


"Kalian tidak akan lagi bertemu dengan mereka!"


"Benar, kalian akan kami jual ke orang lain."


"Lumayan, jual anak kecil kaya kalian, bisa dapat uang banyak, hahaha."


"Maca cih, Om?"


"Iya, jual anak-anak kaya kalian, bisa dapat uang banyak."


"Kalo gitu kami juga mau jual Om-om, ah. Bial dapat uang yang lebih banyak. Bica beli mainan, ya? Kan Om lebih gede, pasti dapat uangnya lebih banyak. Kita cuma dua, Om ada tiga. Tuh, uang kami lebih banyak."


Jan, Jon, Jun frustasi, kenapa yang diculik seperti ini?


"Ini kalau kita jual dua bocil ini, yang ada kita bertiga yang kena omel sama pembelinya."


"Makanya, banyak anak lain, kenapa malah mereka yang kita bawa?"


"Nanti kita jual Om di mall. Pasti banyak yang beli."


"Iya, mommy cama Daddy juga kalau beli di mall."


"Kita jual belapa, ya, Ichi?"


"Celibu?"


"Anjir, gue dihargai seribu, doang!"


"Kukang, tahu. Celibu cuma dapat pelmen dua."


"Kan ada tiga, jadi dapat tiga libu."


"Pelmennya dapat enam, ya?"


"Buat kita, abang Sachi, abang Chilo, mommy sama daddy."

__ADS_1


"Pelmennya catu-catu, ya?"


Tiga J itu malah menyimak hitung-hitungan Ichi dan Ishi, kok pintar?


"Kita dijual cuma Dalat permen, doang?" tanya Jan.


"Dikiranya kita cowok murahan?"


Jon hanya bisa mengelus dada. Amit-amit dah, kalau dia dijual seharga seribu rupiah. Apa kata orang?


Ichi dan Ishi sekarang makan buah yang ada di hadapan mereka.


"Acem."


"Buahnya beyum mandi."


"Hei, sejak kapan buah mandi terus jadi manis?"


"Ya ampun, kita juga ikut stres karena meladeni mereka."


"Om, mau mandi. Batab mana, batab?"


"Batab apaan, sih?" tanya Jun.


"Batab Om, batab. Yang ada di kamal mandi.


"Au ah, puyeng."


"Ayo Om, mandi. Ganti baju, Om."


"Nih, baju buat kalian."


Si kembar lalu di bawa ke kamar mandi, dan ditinggalkan begitu saja.


Sepuluh menit kemudian.


"Kalian ngapainnn?"


"Mandi."


Jan, Jon, Jun, sekali lagi menghela nafas melihat si kembar sempit-sempitan dia dalam bak kamar mandi.

__ADS_1


"Baru kemaren tuh bak gue kuras, woyyy!"


__ADS_2