
Arby mendapatkan laporan kalau Freya tidak ada di dalam rumah itu. Di klinik, rumah sakit, perusahaan juga tidak ada. Mobil Freya masih ada semua.
"Apa lagi, Ar? Aku lagi rapat, nih."
"Freya diculik, cepat kamu ke sini. Jemput Chiro dulu, aku enggak mau nanti Chiro juga hilang?"
"Masa sih? Coba kamu cari di kolong tempat tidur!" ucap Vian asal.
"Anjir, kamu kira Freya tikus? Buruan ke sini!"
Semua orang menjadi panik. Saat mereka tiba di sana, Arby sudah berantakan.
"Mom, Freya hilang." Dia terisak dalam pelukan mommynya.
Chiro yang pulang di jemput Vian, langsung mencari momnynya.
"Mommy, Mommy, Chiro punya lukisan baru untuk dede bayi."
Chiro langsung diam melihat semua orang yang panik, apalagi daddynya menangis.
"Kenapa daddy menangis?"
"Mana mommy?"
"Chiro kangen sama mommy dan adik bayi."
Melihat semua orang yang diam saja, Chiro langsung berwajah sendu. Dan tidak lama kemudian dia menangis terisak.
"Mana Mommy, Daddy?"
__ADS_1
"Mommy diculik, Sayang."
Nuna langsung memeluk Chiro dan menenangkannya. Semua orang begitu panik, yang kerja langsung pulang. Bahkan, kakak dan adik Freya saja sampai membatalkan syuting mereka.
"Chiro msh mommy. Jangan tinggalkan Chiro lagi, Mommy. Jangan bawa adik bayi juga. Chiro mau ikut mommy dan adik saja, enggak mau sama daddy!"
Ayah dan anak itu sama-sama menangis.
"Seharusnya tadi aku tidak pergi meninggalkan Freya. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Freya dan bayi kami, Mom?"
Ucapan Arby itu semakin membuat Chiro histeris. Mereka bergantian menenangkan Chiro.
Mico melihat ke sekelilingnya. Tidak ada yang berantakan, atau sesuatu yang menunjukkan tindak kekerasan. Bodyguard yang berjaga di gerbang juga tidak melihat hal yang mencurigakan di luar mansion. Lalu, apa yang terjadi pada Freya.
"Coba periksa sisi TV!" ucap Mico.
Arby langsung mengambil laptopnya, memeriksa semua CCTV.
Dia menggeser lukisan itu, dan kemudian masuk ke dalamnya. Mereka melihat Arby.
"Ruangan apa itu?"
"Ruangan aku."
Beberapa lama mereka menunggu, tapi Freya tidak ke luar juga dari ruangan itu. Mereka lalu bergegas ke pantai tiga.
"Jangan ngintip!" ucap Arby saat mau menekan kode rahasia.
"Halah, paling juga tanggal ulang tahun Freya," ucap mereka serempak.
__ADS_1
"Kok tahu?"
Mereka mendengus.
"Apalagi kalau bukan itu? Kode rahasia kamu enggak jauh-jauh dari Freya dan Chiro."
"Pintar juga kalian!" ucap Arby manggut-manggut.
"Kami yang kelewat pintar, dan kamu yang kelewat bodoh."
Mereka masuk, dan melihat Freya yang tidur dengan pulas dan ruangan itu sangat berantakan. Semua isi lemari sudah keluar.
Arby mendengus kesal, dan ingin marah melihat apa yang berantakan di lantai.
Sampah berbagai macam plastik kripik. Juga minuman instan yang sudah pasti diambil dari kulkas.
"Jadi, siapa yang menculik Freya?"
"Si bodoh Arby!"
Merasa terusik, Freya akhirnya bangun. Mencari bungkusan di sebelahnya dan langsung makan.
"Honey, jangan makan itu."
"Enak, aku jadi pengen."
"Itu enggak sehat."
"Kalau tahu enggak sehat, kenapa di simpan di rumah?"
__ADS_1
Mereka ingin tahu, antara Arby dan Freya, siapa yang akan menang. Meski sudah bisa ditebak, kalau Freya pasti akan menang.