
"Lo nyetir" Ucap Kasih sembari melemparkan kunci mobil kearah Nadin.
"Gi** Lu. Gimana klo kena muka gw coba."
"Tapi ga kena kan. Udah ah cepet lebay luh.."
Nadin pun memonyongkan bibirnya ke arah Kasih dan langsung membuka kunci mobil. Keduanya memasukan belanjaan mereka kedalam bagasi mobil.
Sepanjang perjalanan keduanya nyanyi-nyanyi dan joget-joget mengikuti musik dari mobil. Tak terasa mobil sudah memasuki gerbang kontrakan.
"Eh, ntar dulu ko ada tiga mobil."
"Banyak banget nih pasti."
Keduanya turun dan membawa belanjaan mereka. Masuk kedalam rumah secara perlahan untuk memastikan berapa banyak orang di dalam rumah. Sampai di dalam mata keduanya langsung tertuju kepada sosok perempuan asing yang baru mereka lihat di ruang tamu.
Keduanya langsung mendekati perempuan itu dan melihat dari atas sampai kebawah. Lalu Kasih dan Nadin pun saling pandang seilah bertanya siapa perempuan tersebut.
"Siang ka, ka. Kenalkan saya Amel temennya Arif."
"Hai...Salam kenal." Jawab Kasih dan Nadin bersamaan.
"Bisa saya bantu Ka?"
"Owh! Ga usah makasih. Duduk lagi aja silahkan."
Lalu tanpa perintah Kasih dan Nadin langsung mencari sosok bernama Arif. Setelah Arif ditemukan keduanya melipat kedua tangan mereka didada sambil menatap tajam Arif seolah meminta penjelasan atas kehadiran perempuan bernama Amel tersebut.
Ivan, Dina, Nando dan Tina tertawa bersama melihat kelakuan Kasih dan Nadin. Mereka seolah tau apa maksud dari Kasih dan Nadin.
__ADS_1
"Iya,, iya gw jelasin." Jelas Arif.
Lantas Nadin dan Kasih menarik Arif duduk di sofa dan menunggu penjelasan dari Arif. Arif menjelaskan siapa Amel kepada keduanya yang secara kebetulan Amel asli dari kota C. Setelah semua penjelasan di dapat dari Arif keduanya pun langsung pergi meninggalkan Arif begitu saja dengan belanjaan di tangan mereka.
"Eh, ada berita baik juga loh guys." Teriak Kasih dari dapur.
"Apaan?" Teriak Tina
"Ada yang abis ketemu calon jodoh juga nih."
"Apa sih Kas. Bocor deh lu."
"Keliatan banget loh Nad dia tertarik sama lo."
"Iih,, udah ah ga usah d bahas."
Ivan mendekati Nadin dan menatap tajam Nadin. Nando dan Arif mendekati Nadin bersaman seperti yang dilakukan Ivan.
Kasih tertawa puas melihat tingkah Nadin. Dan semua mata melihat kearah Kasih keminta penjelasan.
"Gini nih Mel klo semua kumpul. Aneh kan?" Ujar Arif.
Amel hanya tersenyum menanggapinya. Dan semua kembali menunggu penjelasan dari Kasih.
"Oke... Oke gw jelasin. Jadi, tadi tuh ada temennya kepala yayasan kenal gitu sama Nadin. Tapi gw liat2 kayanya dia suka gitu sama Nad."
"Owh!!! Terus lu gimana Nad?" Tanya Dina.
"Ini lagi nanyanya. Mana gw tau."
__ADS_1
"Iya in aja Nad klo dia suka." Jawab Ivan.
"Anak-anak mana nih?"
"Caelah pake nanya anak-anak lagi."
"Iya, gw ga tau dan gw ga mau kegeeran sama tu cowok. Gw juga ga tau dia udah punya istri atau belum jadii..... Udah di tutup sampai disini yah."
Semua terdiam sejenak seilah berfikir.
"Gimana klo dia ternyata belum punya istri dan lagi nyari istri?" Tanya Nando.
"Atau dia duren yang lagi nyari mama buat anaknya." Timpal Arif.
"Atur-atur aja deh sesuka kalian." Jawab Nadin.
"Iiiih,, jawab dulu gimana?" Desak Tina.
"Mau dia siapa bujangan atau dia duda asal dia suka sama gw karena allah gw mau dah titik. Dah Puas tuh."
Dan bersamaan dengan Nadin selesai bicara ponselnya berbunyi. Di lihatnya nomer tak dikenal. Nadin menatap satu persatu sahabatnya. Karena ponsel yang berbunyi adalah ponsel yang biasa Nad gunakan hanya untuk keluarga dan sahabat-sahabatnya saja. Dan semua menggeleng tanda tak tau.
"Halo..."
Lanjut nanti ya semua....
Selamat membaca 🤗
Jangan lupa like dan komentnya ya..
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏