
"Pantas Kakak ga mau kerja. Mama sumbernya ya." Ledek Nathan.
Mas.Nathan!" Teriak Mama Nadin.
"Up's! Sori Mah." Ucap Mas.Nathan.
"Ga ada jatah makan malam buat kamu." Ancam Mama Nadin.
"Mas bisa numpang makan di rumah Bunda atau Kakak Mah. Rumah Bude juga depan rumah loh Mah." Jawab Nathan.
"Nathan. Mama coret dari daftar keluarga ya Kamu." Umpat Mama Nadin.
"Hehehe... Becanda Mama ku sayang." Jawab Nathan bangkit dari duduknya dan memeluk Mama Nadin.
"Sudah-sudah. Kalian ini kaya anak kecil. Malu sama Kanaya." Ucap Papa Angga.
"Camel yang mulai Pah." Tuduh Nathan.
"Mas.Nathan! Camel diem aja ya." Jawab Camel.
"Anak nakal." Umpat Mama Nadin menjewer telinga Nathan lembut.
"Aduh,, Mama sakit." Ucap Nathan sedikit di lebih-lebihkan.
"Astaga! Untung Kak.Rika mau sama Mas.Nathan yang sedikit gesrek ini." Ucap Netanya tanpa dosa.
"Adek, kok ga belain Mas sih." Ucap Nathan.
"Maaf ya Mas. Adek udah punya Mas.Yoga jadi adek ga bisa belain Mas." Ucap Netanya sambil berlalu menuju ruang keluarga.
"Adek... Awas ya." Ancam Nathan.
Pertikaian sayang pun mereka akhiri ketika Papa Angga dan Nathan pergi ke hotel. Nathan memang selalu pergi ke hotel pada siang hari. Karena pagi dirinya masih harus fokus kepada skripsinya.
Mama, Nini, Neta dan Camel pun menonton televisi bersama sambil mengobrol ringan. Neta masih terus fokus pada ponselnya menjawab chat dari Yoga yang terus masuk.
"Nad, kita ke rumah Kakak sekarang. Mama udah ga tahan kangennya." Ajak Nini.
"Ya udah bentar Nad siap-siap dulu ya Mah." Jawab Nadin.
"Adek, ayo kamu mau ikut?" Tanya Camelia.
"Ikut. Bentar Adek ganti baju dulu." Pamit Netanya masuk ke kamarnya.
"Kamu mau ganti baju Ca?" Tanya Nini.
"Ngga deh Ni. Nini mau ganti baju?" Tanya Camelia.
"Ngga. Tapi, tolong bawakan saja oleh-oleh untuk Kakak yang kita bawa tadi." Titah Nini.
"Siap Bos." Ucap Camelia.
Setelah siap mereka pun pergi dengan menggunakan mobil Camelia. Sampai di rumah Nayya mereka melihat mobil Rama sudah berada di rumah.
__ADS_1
"Menantu mu tidak pergi kerja Nad?" Tanya Nini.
"Rama hanya sebentar-sebentar ke kantor Mah. Rama selalu melanjutkan pekerjaannya di rumah semenjak Nayya hamil." Jelas Mama Nadin.
"Syukurlah. Rama terlihat sangat menyayangi Nayya." Ucap Nini lagi.
"Iya Mah." Jawab Mama Nadin.
Mereka pun turun dan langsung masuk ke rumah utama. Mereka pun melihat mobil lain yang baru saja dilihatnya. Mama Nadin sudah bisa memastikan jika itu mobil besannya.
Mereka masuk di sambut oleh Bik.Ijah. Bik.Ijah mempersilahkan nyonya nya masuk dan memberitahukan bahwa Nayya dan Ibu Laras tengah berada di taman belakang bersama dengan Kanaya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Mama Nadin dan yang lainnya.
"Wa'alaikum salam. Mamah, Nini." Jawab Nayya.
Nayya pun segera bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan Nini. Namun Nini memeberi kode untuk dirinya tetap diam di tempat mengingat perutnya yang semakin membuncit.
"Apakabar sayang?" Tanya Nini setelah berada di dekat Nayya.
"Kabar baik Ni. Dan bertambah baik karena Nini datang." Ucap Nayya.
"Syukurlah." Jawab Nini.
"Camel. Dimana Bibi dan Paman?" Tanya Nayya pada Camel.
"Seperti biasa Kak. Mereka lebih senang berada di rumah sakit ketimbang di rumah sendiri." Jawab Camel.
"Yuyut." Panggil Kanaya pada Nini.
"Hole,,, mainan." Ucap Kanaya senang.
"Hati-hati Kakak nanti jatuh." Peringat Nayya dan Kanaya pun menuruti.
"Bik.Neni tolong panggilkan Bapak ya. Bilang ada Nini datang." Titah Nayya pada Bik.Neni yang membawa minuman dan beberapa camilan untuk mereka.
"Baik Bu." Jawab Bik.Neni patuh.
Tak lama Rama pun datang dengan di ekori oleh Gaga di belakangnya. Karena Gaga belum pernah bertemu dengan Nini sebelumnya jadi Gaga bermaksud mengenalkan dirinya pada Nenek Nayya.
"Nek, kapan datang?" Sapa Rama sambil mencium punggung tangan Nini.
"Pagi tadi." Jawab Nini singkat.
"Kenapa ga bilang mau ke sini Ni. Biar nanti Rama ya g jemput." Ucap Rama.
"Ngga apa-apa ga perlu repot-repot. Jawab Nini.
"Owh! Iya Ni. Kenalin ini Gaga adik Rama.
"Gaga Ni." Ucap Gaga ramah menyodorkan tangannya."
"Nini nya Nayya." Ucap Nini.
__ADS_1
"Ga, ini kenalin anak adiknya Mama Nadin namanya camelia." Ucap Nayya memperkenalkan sepupunya.
"Camelia."
"Gaga."
Mama Nadin dan Nini pun mengobrol bersama dengan Ibu Laras sementara Rama dan Gaga melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja Rama. Netanya dan Camelia menemani Kanaya bermain. Kanaya tampak senang kedatangan Onty-onty nya.
Setelah pekerjaan Rama dan Gaga selesai Rama pun bergegas ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian sementara Gaga bergabung bersama tim ibu-ibu.
"Hai, princess uncle." Sapa Gaga pada Kanaya.
"Uncle Kana mau itu." Tunjuk Kana pada bunga taman.
"Princess mau memetiknya sendiri?" Tanya Gaga.
"Mau." Jawab Kana berbinar.
"Sini. Biar Uncle angkat Kana dan oke." Ajak Gaga.
"No ampe Uncle. Tangan Ka ga ampe." Keluh Kanaya.
"Up's! Bagaimana dong. Bunganya terlalu tinggi sayang." Ucap Gaga.
Dan Kanaya pun menampakkan wajahnya yang kecewa. Gaga pun di buat tak karu karuan dengan perubahan Kanaya. Gaga takut Kanaya akan menangis lagi seperti pagi tadi.
"Tenang Princess. Onty punya ide. Bagaimana kalau Onty Camel saja yang Uncle angkat. Onty Camel kan badannya kecil pasti Uncle bisa angkat Onty Camel." Ide jahil pun muncul di otak Netanya.
"Nggak." Jawab Camelia dan Gaga bersamaan.
"Uncle... Onty..." Ucap Kanaya dengan puppy eyes nya.
Gaga dan Camelia pun saling berpandangan. Akhirnya keduanya setuju untuk mengambilkan Kanaya bunga. Kanaya pun tampak berbinar karena keinginannya akan segera terpenuhi.
Gaga pun mengangkat Camelia untuk mengambil bunganya. Camelia tampak sedikit kesulitan untuk menggapai bunganya karena Camel terlalu canggung berada dalam gendongan Gaga. Namun, demi keponakannya yang cantik dan menggemaskan Camel pun berhasil menggapai bunganya.
Netanya dan Kanaya pun bersorak ketika Camel berhasil mendapatkan bunganyam Gaga menurunkan Camel perlahan dan saat itu mata mereka pun saling berpandangan.
Deg
"Astaga ada apa dengan jantungku." Batin Camel.
"Astaga Kakak Ipar memiliki sepupu yang sangat cantik." Batin Gaga.
"Onty, Mana unga nya?" Pinta Kanaya.
Dan Camelia pun memberikan bunganya dengan gugup. Netanya melihat tingkah Gaga dan Camelia yang seperti maling ketangkap basah. Netanya pun mengabadikan momen romantis Gaga dan Camel pada ponselnya tanpa di ketahui keduan.
"Cocok." Bisik Netanya di telingan Camelia.
"Adek.. Hush." Ucap Camelia.
"Ada apa Onty?" Tanya Kanaya polos.
__ADS_1
"Hah! Ngga ada apa-apa sayang. Ini Onty Neta jail." Jawab Camelia.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Yang mau kasih hadiah juga boleh banget kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏