
"Kita ke kontrakan aja dulu ya sayang. Ga apa-apa kan?" Ucap Nadin sambil terus fokus menyetir dan menahan rasa sakitnya.
"Iya Ma. Ga apa-apa." Jawab Nayya. Nayya cukup mengerti dengan kondisi Mamanya. Karena setiap Malam Nayya selalu melihat Mamanya menangis.
"Nanti Mas ga nakal ko Ma." Ucap Nathan polos.
"Iya. Makasih Mas.Nathan."
Mobil Nadin pun terparkir dengan cantik di klinik dokter Z. Nadin berjalan sambil mengelus perutnya dan satu tangan lagi menuntun Nathan. Nayya membantu Mba.Sus membawa perlengkapan Nadin dan bayinya.
"Mba, Dokter Z sudah datang." Sapa Nadin pada suster jaga.
"Sudah Bu. Ibu sudah di tunggu di dalam." Jawab Suster tersebut.
"Mba.Sus. Saya titip Nayya sama Nathan ya."
"Iya Bu."
"Kaka sama Mas jangan nakal ya. Kasian Mba.Sus. Tunggu Mama sama Dede bayi yah." Pesan Nadin pada kedua anaknya.
"Iya Mah." Jawab keduanya patuh.
Nadin masuk kedalam ruang periksa. Dan di sambut oleh dokter Z dan seorang perawat.
__ADS_1
"Loh, ko sendiri Nad?" Tanya Dokter Z heran. Karena Nadin selalu bersama dengan Angga.
"Suami saya di luar kota dok. Sementara perut saya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi." Jawab Nadin sambil meringis menahan sakit. Keringat sudah membasahi tubuhnya.
"Ya sudah ayo saya periksa siapa tau sudah mulai pembukaan."
Nadin pun membuka celananya lalu berbaring diatas tempat tidur dibantu oleh perawat. Dan betapa terkejutnya Dokter Z karena Nadin sudah pembukaan lengkap.
"Ya Tuhan Nadin. Tahan dulu ya. Sus siapkan alat. disini saja." Titah Dokter Z pada perawat.
"Tunggu. Sudah lengkap Dok?" Tanya Nadin santai.
"Iya." Jawab Dokter Z sedikit meninggikan suaranya.
"Kita pindah ke ruang bersalin saja Dok. Nanti akan sulit jika saya melahirkan disini." Jawab Nadin santai sambil bangun dari tidurnya. Dokter Z dengan reflek membantu.
"Tidak perlu Sus saya jalan saja."
Nadin pun berpindah ke ruang bersalin. Berjalan di papah oleh suster dan Dokter Z sudah lebih dulu ke ruang bersalin. Mba.Sus yang melihat nyonyanya keluar dengan menggunakan kain menghampiri nyonyanya.
"Sudah mau keluar Bu?"
"Iya. Titip anak-anak ya Mba."
__ADS_1
"Saya temani Ibu ya. Setelah itu saya keluar lagi menemui anak-anak. Saya yakin Nayya bisa menjaga Nathan." Jawab Mba.Sus panik.
Nadin hanya mengangguk dan tersenyum. Mba.Sus kembali membawa Nayya dan Nathan mengikuti nyonyanya ke ruang bersalin.
"Kaka sama Mas tunggu disini yah. Jangan kemana-mana sebelum Mba keluar dari ruangan ini. Tunggu dan dengar suara Adik keluar ya sayang." Titah Mba.Sus pada dua anak asuhannya.
"Iya Mba. Nay jaga Mas.Nathan disini." Jawab Nayya.
"Iya Mba. Mas ga akan nakal ko." Jawab Nathan.
Mba.Sus pun segera masuk dan mendampingi nyonyanya. Dokter Z dan dua orang perawat bersiap menolong persalinan Nadin. Dokter Z sudah memecahkan ketubannya.
"Jika mulesnya datang bersiap mengedan ya Nad." Titah Dokter Z. Dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Nadin.
"Bismillah Bu. Ibu bisa." Ucap Mba.Sus memberi kekuatan. Walaupun hatinya yakin nyonyanya bisa melewati semuanya.
Dengan tiga kali mengedan akhirnya lahirlah bayi perempuan Nadin. Bayi yang sangat cantik sangat mirip dengan Angga. Angga versi perempuan.
"Alhamdulillah." Ucap Mba.Sus sambil menggenggam tangan nyonyanya.
"Terima kasih Mba."
Mba.Sus pun memeluk Nadin. Karena kedekatan Mba.Sus sudah sangat lama terjalin. Mba.Sus sudah menganggap Nadin seperti adiknya sendiri begitupun Nadin yang sudah tak sungkan kepada Mba.Sus karena sudah dianggapnya Kaka.
__ADS_1
Setelah Nadin dan bayinya di bersihkan Nadin pun di pindahkan keruang perawatan. Mba.Sus membawa Nayya dan Nathan kedalam ruang perawatan.
Tbc...