
Sampai dirumah Angga dan Nadin langsung masuk kedalam kamar. Angga duduk di sofa sementara Nadin membersihkan riasan wajahnya. "Yang, aku mandi duluan yah." Ucao Nadin kepada Angga. Dan Angga pun segera bangkit dari duduknya. Menyimpan ponselnya dimeja dan membuka kancing bajunya satu persatu.
"Yang,"
"Hmm.."
"Mau kemana?"
"Mandi."
"Tapi, " Ucapan Nadin pun terhenti ketika Angga langsung mengangkat tubuhnya ala bridal. Angga melepaskan pakaian Nadin satu persatu hingga tak sehelai benang pun tersisa.
Selama dua jam lebih keduanya mandi bersama. Sementara Ibu menanyakan keberadaan keduanya pada maid. Dan para maid tak mengetahuinya.
"Yah, Ayah tadi liat Nadin sama Angga pulang kan?"
"Iya. mereka tadi salaman sama Ayah."
"Terus sekarang mereka kemana?"
"Mana Ayah tau. Mungkin keluar Bu."
"Tapi mobilnya ada. Mang.Ujang juga ada."
"Tidur mungkin Bu. Kaya ga pernah muda aja sih."
"Iiih, ga bagus Yah tidur sore-sore begini."
"Ya udah kita tunggu aja. Nanti juga mereka turun buat makan."
__ADS_1
Ibu pun kembali dengan kegiatannya menonton drama kesukaannya di televisi. Sampai Amel satang dari kantor tanda-tanda keberadaan Nadin dan Angga belum juga tampak.
Amel hanya menggeleng melihat Ibu yang asik menonton tanpa mau terganggu. Ayah memberi makan ikan dan melihat-lihat hewan peliharaannya di taman belakang.
Rumah terasa sepi tanpa kehadiran Nayya. Mba.Sus pun di beri cuti oleh Nadin karena Nayya tengaj berlibur di rumah Nenek dan Aki. Saat jam makan Nadin dan Angga pun keluar dari kamar saling bergandengan tangan. Menuruni anak tangga bersamaan dengan masuknya Ayah dari belakang.
"Nah, ni dia yang dicari-cari. Dari mana kalian?"
"Dikamar Yah. Kasian Nadin kecapean seharian dikantor."
"Tuh, denger dong Bu."
"Kenapa memangnya Bu?" Tanya Angga.
"Ibu minta di temenin Nadin nonton tadi. Tapi sekarang sih dramanya juga udah selesai."
"Yaelah. Maaf deh Kaka ga tau Bu. Tadi Kaka kasian Nad seharian di kantor jadi Kaka minta dia istirahat aja dulu."
Mereka pun makan malam bersama. Selesai makan malam mereka pun berkumpul di depan televisi menonton acara komedi kesayangan mereka. Nadin terus menggelayut manja kepada Angga. Dan semua telah terbiasa dengan sikap manjanya Nadin.
"Nad, istirahatlah. Jaga kesehatan. Sana Ka, bawa Nad kekamar."
"Iya Yah. Kita naik dulu."
"Iya. Istirahatlah."
"Ka, Teh. Jangan lupa ya besok ukur baju."
"Dirumah kan Dek?"
__ADS_1
"Iya. Sore sih katanya. Kaka ga ke kantor kan?"
"Ngga. Iwan yang kesini nanti sekalian."
"Sip deh."
Angga dan Nadin pun naik dan masuk kedalam kamar. Nadin membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya sebelum naik ke tempat tidur.
"Sini sayang." Pinta Angga pada Nadin.
"Yaang, perut aku kenceng deh."
"Kenapa? Sakit?"
"Ngga tapi ko kenceng ya?"
"Kita ke dokter?"
"Ga usah deh. Di elus aja ya."
Angga pun memeluk Nadin dan mengelus-elus perut Nadin yang semakin membuncit. Angga meresa heran berat Nadinseolah tak bertambah hanya bagian-bagian tertentu saja yang terlihat membesar. Berbeda saat Anya hamil Nayya dulu. Badan Anya terlihat membesar seiring bertambahnya usia kehamilannya.
Namun, dengan begitu Angga tampak begitu lebih menyayangi Nadin. Dan merelakan apapun untuk Nadin.
"Yang, Nayya udah bobo belum ya?"
"Kayanya sih udah sayang. Ini udah malem. Yuk, Mama Nad juga bobo kasian dedek bayi nya juga mau istirahat."
Nadin hanya mengangguk dan menelusupkan wajahnya di dada bidang Angga. Angga pun semakin mengeratkan pelukannya namun masih dengan lembut agar tak menyakiti Nadin dan bayinya.
__ADS_1
Angga mengusap puncak kepala Nadin dan beberapa kali mengecup puncak kepala Nadin. Dan mengusap perut Nadin lembut. Nadin pun terlelap di pelukan Angga.
Tbc....