
Bruk.. Nadin jatuh tersungkur.
"Ma...Maaf dek maaf saya buru-buru. Maaf ya adek ga apa-apa?"
"Iya ga apa-apa ka." Jawab Nadin tanpa menoleh ke arah sumber suara. Nadin sibuk merapihkan diri.
"Gila ya tu cowok. Sembrono banget. Lu gpp Nad." Cerocos Ivan.
"Gw baik-baik aja kali cuma kaget aja."
Mereka berlima pun melanjutkan kembali perjalanan menuju parkir.
Ivan, Nando dan Arif hanya mengantarkan Kasih dan Nadin sampai gerbang rumah kontrakannya saja karena ketiganya harus kembali ke kota J.
*******
Enam bulan berlalu. Nadin dan Kasih pun tengah disibukan dengan urusan perkuliahan keduanya. Disela aktifitasnya Nadin dan Anya selalu menyempatkan diri untuk bertemu seperti hari ini keduanya berjanji untuk bertemu disebuah kafe.
"Hai ka, hai baby girl."
"Hai Nad, Hai Momi. Sendiri Nad?"
"Iya ka. Kasih ada kelas."
"Nad, kaka mau nanya boleh?"
"Diiih,,, kaka kaya sama siapa aja sih. Nanya apa memangnya?"
"Nad, mau ga jagain Nayya?"
"Waaah... Mau banget Ka. Kaka mau kemana gitu? Nanti Asinya gimana?"
"Nayya bisa kamu kasih sufor Nad. Kamu janji ya Nad bakalan jagain Nayya."
"Iiih,, iya Ka. Nad mau ko kalo di suruh jagain Nayya. Nayya kan anak aku hehehe.."
__ADS_1
"Syukur deh klo kamu mau jaga dia Nad. Sayangi Nayya seperti anak kandung kamu ya Nad."
"Masya allah Kaka... Udah ah ga usah ngomong gitu. Nad pulang nih ga mau ketemu Kaka lagi."
Anya hanya tersenyum melihat Nadin merajuk. Anya menggenggam tangan Nadin begitu erat seolah tak ingin berpisah. Nadin tersenyum dan memeluk Anya seolah itu adalah pelukan terakhir Anya.
"Kaka pamit ya Nad. Titip Nayya yah."
"Iiih,, apaan sih ka. Dadah sayang nanti kita ketemu lagi ya. My baby Nay jangan nakal ya sama bunda."
Tiba-tiba saja baby nay menangis histeris dan tenang kembali saat Nadin gendong dan menangis kembali saat baby Nay kembali di gemdong Anya. Begitu berulang sampai Nad bingung harus berbuat apa. Sementara Anya hanya tersenyum.
Dan akhirnya baby Nay bisa tenang setelah percakapan antara Nad dan baby Nay yang sepertinya hanya Nad dan Nay yang tau dan mengerti.
Sampai di kontrakan Nad masih terheran kenapa dengan baby Nay. dan kenapa pula dengan Anya.
"Nad, kenapa bengong disitu?"
"Loh, Kas kapan lu datang? Ko gw ga denger lu dateng sih?"
"Yakin lu?"
"Bengong mulu kesambet lu?"
Keduanya pun masuk kedalam kontrakan. Nadin langsung masuk kedalam kamar begitupun dengan Kasih karena keduanya butuh membersihkan badan seharian dari luar.
"Kas, ada tawaran mengajar nih dari kampus."
"Serius lu?"
"Dua rius Kas."
"Mau ngajar apa lu?"
"Ya sesuai jurusan kita lah Kas."
__ADS_1
"Maksud lu kita?"
"Ya kita yang ditawarin ngajar. Tapi di kebidanan katanya."
Kasih hanya menganggukan kepala tanda mengerti. Setelah mempertimbangkan mereka pun menyetujui untuk mengajar di kampusnya pada semester mendatang.
Pagi-pagi sekali Nadin dan Kasih sudah siap berangkat ke kampus karena rencana hari ini akan menemui pihak kampus untuk rencana mengajar mereka. Seperti biasa Nadin akan mematikan ponselnya jika dirinya kuliah.
Setelag urusan perkuliahan selesai dan urusan mengajarpun selesai Nadin dan Kasih melipir ke kantin untuk menikmati makan siang yang tertunda. Disitulah Nadin mengaktifkan kembali ponselnya.
"Kabiasaan banget sih lu Nad. Di silent aja bisa kali ga usah ampe dimatiin gitu." Kesal Kasih.
"Emang kenapa sih. Biarin aja kali biar fokus."
"Ada berita urgent lu ga tau beg*"
Nadin hanya diam mendengarkan omelan Kasih. Dan saat ponselnya sudah dalam keadaan aktif terdapat beberapa notif dan salah satunya ada yang membuat Nadin meneteskan air mata.
"Nad, terima kasih telah hadir di kehidupan kaka. Kamu teman,adik,sahabat,dan momi terbaik yang kaka kenal. Jaga Nayya untuk kaka. Titip Nayya. Mungkin saat kamu membuka pesan ini Kaka sudah berada jauh dari kalian. Selamat tinggal sayang. Peluk cium."
"Nad, lu kenapa? Kesambet lu?"
"Anya."
"Kenapa ka.Anya?"
Nadin menyodorkan ponselnya. Kasih membaca pesan singkat dari Anya dan betapa terkejutnya Kasih membaca pesan singkat yang dikirimkan Anya. Kasih mencoba menghubungi nomer Anya namun sia-sia nomernya pun telah mati.
"Kita kerumahnya." Namun Nadin hanya diam terpaku hanya air mata yang mengalir di pipinya.
Sampai disini dulu ya semuanya...
Ayok klik jempolnya dan ketik koment apa aja biar author semangat lagi.
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1