Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Cantik


__ADS_3

"Sayaaaang,,,"


"Kenapa sayang.. Hmmm...."


"Aku makin genduuut...." Keluh Nadin di pagi hari.


"Sssttt.... Sayaaang... Ga apa-apa. Kan di perutnya ada dede. Sayangnya aku kan tetep cantik dan makin cantik." Rayu Angga sambil memeluk Nadin dari belakang.


"Yakin aku tetep cantik?"


"Yakin dong sayang."


"Tapi gendut."


"Sayaaaang,,, Maaf yah."


"Ko minta maaf?"


"Kan aku yang udah bikin kamu gendut."


"Mmmmm sayaaang..." Mereka pun saling berpelukan.


Tok...Tok...


"Ya."


"Bapa sama Ibu sudah di tunggu Pa.Iwan dan istri di bawah."


"Makasih Mba."


"Yuk, kita pergi sekarang."


Angga dan Nadin pun segera turun menemui Iwan dan Nurul. Iwan dan Nurul membawa serta jagoannya juga. Karena hari ini mereka mau ngepas baju untuk persiapan pernikahan Kasih. Dan seperti pengukuran sebelumnya untuk pengepasan sekarang juga bertempat di rumah Kasih.


"Masya Allah bumil makin cantik aja deh." Puji Nurul pada Nadin.


"Iiih,,, Makasih ya."


"Belum ketauan ya cewek/cowok nya?"

__ADS_1


"Belum di liat dan kayanya biar jadi kejutan aja deh."


"Berapa bulan berarti sekarang?"


"Empat"


"Duuuh gemes deh. Ko bisa sih Lu tuh perut aja yang gede? Gw dulu hadeeeuhh..."


"Iiih,,, siapa bilang? Liat nih pipi gw."


"Ngga yah Nad. Tanya deh laki gw. Pas gw hamil ni bocah."


"Serius? Ini aja gw berasa udah melar banget."


"Palingan Lu naik sekilo aja."


"Tiga kilo Non."


"Dikit empat bulan tiga kilo mah. Gw empat bulan lima kilo."


"Ko bisa?"


"Masa sih? Makan apa aja tuh?"


"Bener. Semua makanan gw makan."


"Hei, kalian ayo jalan."


Mereka pun pergi bersama ke rumah Kasih. Angga tak mau menyetir karena khawatir Nadin menginginkan sesuatu. Nayya duduk di belakang bersama Inu jagoannya Iwan dan Nurul. Nayya memang sudah sering bertemu dengan Inu. karena jarak usia Nayya dan Inu hanya terpaut satu tahun.


Tiba di rumah Kasih bersamaan dengan mobil Arif. Mereka pun memarkir mobilnya berdekatan.


"Onti,,, Oom."


"Hai cantik, Hai ganteng.."


Mereka bersama-sama masuk kedalam rumah Kasih. Sepertinya orang butiknya belum datang. Aldo juga belum terlihat mobilnya. Klo Ivan dan Nando memang sudah mendrop istri-istri mereka di rumah Kasih berjaga-jaga untuk Nadin.


Persahabatan mereka memang lebih dari apapun. Tak tergoyahkan oleh apapun. Nayya dan Inu senang bisa bertemu lagi dengan Tina dan Diva anak dari Ivan dan Nando. Inu menjadi satu-satunya laki-laki sebelum datang Alsad san Alisa anak dari Aldo. Alsad satu usia dengan Nayya sementara Alisa masih satu tahun.

__ADS_1


Para anak-anak bermain dengan gembira. Karena jarak usia mereka yang tak terpaut jauh menyebabkan banyak kecocokan pada permainan mereka. Para orang tua pun bisa bersantai sejenak mengobrol kesana kemari. Namun, berkumpulnya para lelaki tak jauh membicarakan tentang bisnis.


Para wanita berfikir untuk mengadakan arisan untuk persahabatan mereka. Untuk meminimalisir kemungkinan mereka yang akan jarang bertemu. Oleh karena itu dalam satu bulan mereka akan menyempatkan diri satu hari untuk berkumpul.


Aldo dan keluarga datang bersamaan dengan datangnya orang butik. Setelah berbincang sejenak orang dari butik mengeluarkan pakaian-pakaian yang akan di coba. Semua mencoba satu persatu.


"Mba.Nadin, ini kita bikin besar dibagian sini ya. Nanti Mba bisa tarik dan bentuk pita jadi terlihat bagian perutnya. Karena kita persiapkan mungkin hulan depan perunya kan udah makin besar."


"Owh! Iya Mba. Makasih lo, saya malah ga kepikiran ke situ."


"Iya, sama-sama Mba. Klo untuk ukuran badannya kayanya ga masalah deh makanya kita main di bagian perut."


"Masa sih Mba? Ya udah saya coba dulu ya Mba."


Maksud hati Nadin ingin memperlihatkan gaun yang dia pakai pada orang butik. Apakah benar seperti itu maksud dari orang butiknya.


"Masya Allah Nadiiin.. Aduuuuh cantik banget siiih." Puji Dina.


"Jangan gitu deh Mih. Gendut gini. Kaya ikan buntal ya?"


"Ya Allah ini anak. Beneran ih cantik. Pantesan Ka.Angga ga bisa jauh-jauh. Takut ada yang nyulik."


"Mamih,,, ih. Mba, ini udah bener kaya gini?" Tanya Nadin pada orang butik.


"Eh, iya Mba. Masya Allah Mba cantik banget."


"Eh, Mba gaunnya yang cantik mah."


"Tuh, kan bener Mba dia cantik kan ya."


"Iya Mba."


"Nadiiiin. Aaaaaah... Lu cantik banget siiih... Ntar gw pengantinnya kalah Cantik deh."


"Emang gitu kan." Jawab Nadin terbahak.


"Jahaaaat..."


Mereka bertiga berpelukan. Semua yang melihta Nadin dengan gaun tersebut merasa takjub melihatnya. Semua memuji Nadin. Aura Nadin semakin terpancar semenjak kehamilannya.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2