Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kedewasaan Nayya


__ADS_3

"Nad, maafin anak-anak Gw ya." Ucap Arif.


"Ga apa-apa Rif. Namanya juga anak-anak. kita yang harus banyak memakluminya. Menegur bukan berarti memarahinya." Jawab Nadin.


"Maaf ya Teh. Semoga Neta bisa main lagi sama-sama ga merasa ketakutan seperti itu." Ucap Amel lagi.


"Iya Mel. Tenang aja anak-anak pasti akan baik-baik aja. Sekarang berantem besok main sama-sama lagi." Jawab Nadin.


"Gw sama keluarga pamit ya Nad. Ayah sama Ibu mungkin menginap disini beberapa hari." Pamit Arif.


"Oke." Jawab Nadin singkat.


Arif dan keluarganya pun pamit pulang. Dan satu persatu keluarga sahabat dari Nadin dan Angga berpamitan kepada keduanya.


"Ga, ijinin bini Lu ngajar lagi dong." Pinta Aldo pada Angga.


"Lah, emang Gw ga pernah larang dia. Dia sendiri yang mau berhenti Do."


"Nad, ayo dong. Gw bikin jadwal Lu santai deh." Bujuk Aldo.


"Iya Nad. Ayo dong." Pinta Santi dan Kasih bersamaan.

__ADS_1


Nadin menghela nafas dan melirik kearah Angga. Lalu Angga menganggukan kepalanya. Nadin menatap satu persatu sahabatnya. Dan hanya ada pandangan memohon dari Santi dan Kasih.


"Hmm... Bagaimana ya." Ucap Nadin berfikir.


"Kalo hanya sebatas Dosen Tamu mungkin Nad bisa Ka. Tapi, apa pantas?" Ucap Nadin kembali.


"Ngga masalah deal ya." Ucap Aldo antusias.


"Lu mas dasar ya Do pemaksaan." Ucap Rian.


"Ga apa-apa Ka. Nadin emang harus sedikit di paksa." Ucap Kasih.


"Ye,, kamu lagi yang. Nadin anaknya tiga loh yang." Sambung Rian lagi.


"Maksud Lu San? Do'ain Gw bangkrut." Ucap Angga.


"Astagfirullah. Ka.Angga! Amit-amit dong. Masa gitu. Ngga dong. Kalo Kalian berdua sama-sama cari uang kan tambah banyak gitu rupiah nya." Jelas Santi panjang kali lebar.


Semua pun tertawa mendengar penjelasan Santi. Dan di setujui kedua belah pihak untuk semester selanjutnya Nadin mengajar sebagai dosen Tamu.


Setelah kesepakatan di ambil Aldo dan keluarga kecilnya berpamitan begitu juga dengan Rian dan keluarga kecilnya. Angga dan Nadin pun mengantarkan mereka hingga ke depan rumah mereka.

__ADS_1


Sekarang menyisakan Ibu, Ayah dan Orang tua Nadin beserta Camel di rumah. Karena orang tua Nadin berencana menginap semalam begitu juga dengan orang tua Angga.


Anak-anak pun bermain bersama. Mereka semua membuka kado Neta pemberian dari anak-anak sahabat Nadin dan Angga. Semua berebut mainan yang di berikan kepada Neta. Seolah kado-kado itu di tujukan untuk mereka juga.


Neta hanya ikut-ikutan berteriak karena Neta belum mengerti apapun. Nayya berusaha menengahi perebutan mainan antara Nathan dan Camel.


Mba.Sus mengawasi keempatnya dengan tenang. Di bantu oleh Maid 2. Karena Maid 2 merasa kasihan jika Mba.Sus hanya mengawasi keempat anak kecil itu sendirian. Walaupun Mba.Sus tak mengeluh sama sekali.


"Mas, Camel. Ini semua kan milik Adik Neta." Lerai Nayya pada keduanya.


Nathan dan Camel pun terdiam. Kemudian keduanya melihat ke arah Nayya.


"Mas, sama Camel kan ngga ulang tahun. Sekarang yang ulang tahun kan Adik Neta. Jadilah mainan ini semua milik adik. Tapi Camel dan Mas boleh meminjamnya." Jelas Nayya lembut pada kedua adiknya.


Neta ikut mendengarkan penjelasan Nayya walaupun dirinya tak mengerti apa yang diucapkan oleh Nayya. Neta menatap satu persatu wajah kakak-kakaknya.


"Jadi, Mas sama Camel jangan berebut oke." Titah Nayya pada kedua adiknya.


"Iya Ka." Jawab keduanya.


Nayya pun mengusap kepala Nathan dan Camel lembut. Keduanya pun bermain dengan tenang. Begitu juga dengan Neta yang kembali ikut bermain.

__ADS_1


Mba.Sus dan Maid 2 tersenyum bangga pada Nayya yang bisa bersikap dewasa nenghadapi adik-adiknya. Karena didikan Nadin yang tak pernah memarahinya itu pula yang di lakukan Nayya pada kedua adiknya.


Sampai disini dulu ya. Terima kasih atas dukungan semuanya ya. Dukung terus author ya. Maaf jikalau ada kesalahan dalam penulisan. Karena kadang suka typo. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2