Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Ikut Pulang


__ADS_3

Pagi hari Neta sudah berkutat di dapur membuat sarapan untuknya dan Nayya. Neta berencana akan membawakan sarapan untuk Kakaknya dan membawakan baju ganti untuknya.


"Biar Bibik lanjutkan Non. Non.Neta bersiaplah nanti kesiangan." Titah Bik.Ani.


"Terima kasih Bik." Ucap Neta.


Neta pun bergegas kekamar bersiap pergi ke rumah sakit sebelum ke sekolah. Setelah siap Neta sarapan terlebih dahulu kemudian membawa dua kantong bekal. Satu untuk Nayya dan Rama tentunya satu lagi untuk Yoga. Entah sampai kapan Neta harus membawakan bekal makan siang untuk gurunya tersebut.


Sampai di parkir rumah sakit Neta meminta Mang.Ujang untuk menunggunya karena Neta tak akan lama. Hanya memberikan sarapan untuk Kakaknya dan membawa baju kotor Nayya.


Neta mengetuk pintu ruang perawatan Kana yang sudah Nayya beritahukan kemarin. Tak ada sahutan dari dalam. Neta pun mencoba mengetuknya kembali dan tak ada sahutan juga. Neta membuka perlahan pintu ruangan tersebut dan betapa mengejutkan Nayya tengah tertidur di atas pangkuan Rama dan Rama tidur dengan posisi duduk.


Sementara Kana terlelap di atas ranjang pembaringan. Sepertinya kondisi Kana sudah mulai membaik dengan terlihat tak ada selang apapun menempel di tubuhnya. Perlahan Neta menghampiri Nayya dan berusaha membangunkannya.


"Kak, Kakak." Bisik Neta. Namun Nayya tak kunjung terbangun.


Rama mengerjapkan matanya seperti mendengar orang bicara.


"Kakak," Bisik Neta lagi.


"Sstt.." Ucap Rama dan Neta pun terkejut.


Spontan Neta langsung menutup mulutnya menggunakan dua tangannya.


"Maaf. Saya mau mengantarkan sarapan untuk Kakak dan Kakak ipar." Bisik Neta pada Rama.


Deg.. Dada Rama bergetar kala mendengar Neta menyebutnya dengan sebutan Kakak.Ipar. Rama perlahan memindahkan kepala Nayya pada bantal.


"Makasih Dek. Nayya baru saja tertidur. Semalam Kana rewel. Ini baju ganti Nayya?" Tunjuk Rama pada Tas yang di bawa Neta.


"Owh! Iya Kak. Baju kotornya mana?" Tanya Neta.


"Baju kotornya biar nanti orang rumah saya saja yang bawa." Ucap Rama.


"Owh! Baiklah kalau begitu. Neta pamit kesekolah ya Kak." Pamit Neta.


Setelah mencium punggung tangan Rama Neta pun bergegas kembali ke parkiran. Rama termenung melihat Neta yang mencium punggung tangannya. Belum pernah dirinya mendapat perlakuan semanis ini dari siapapun bahkan Dama adik sepupunya.


Rama semakin merasa jika Nayya orang yang tepat untuk nya. Namun, Rama masih ragu untuk menyampaikannya pada Nayya. Rama tidak ingin di cap memanfaatkan Nayya.


"Loh, Non. Baju kotornya Non.Nayya tidak di ambil?" Tanya Mang.Ujang heran.


"Kata Kak.Rama nanti ada orang rumahnya yang mengambil jadi ga perlu di bawa Neta Mang." Jujur Neta.

__ADS_1


"Owh! Begitu. Den.Rama baik ya Non." Selidik Mang. Ujang.


"Sejauh yang Neta kenal kayanya iya Mang." Jujur Neta.


Sampai di sekolah seperti biasa Neta berjalan menuju ruang guru terlebih dahulu untuk menyimpan bekal makan siang untuk Yoga. Setelah itu Neta berjalan menuju kelasnya.


"Pagi beb!" Ucapnya pada Mega yang sudah duduk di bangkunya.


"Tumben siangan." Tanya Mega.


"Tadi ke rumah sakit dulu. Nganter makanan buat Kakak." Ucap Neta.


"Kak.Nayya nginep?" Tanya Mega.


"Iya." Jawab Neta singkat.


Yoga datang ke sekolah dan dilihatnya sudah ada bekal makan untuknya lengkap dengan minuman di botol. Yoga langsung membuka bekalnya itu.


Selamat Makan. Semoga suka dengan menunya. Lain kali boleh request menu ya."


Yoga tersenyum membaca secarik kertas pesan dari Neta.


Sampai pelajaran usai Neta di beritahukan bahwa Mang.Ujang akan terlambat menjemput di karenakan ban mobilnya bocor. Neta pun menunggu di halte depan sekolahannya.


Tin..Tin...


"Naiklah biar saya antar." Titahnya.


Neta diam karena ragu untuk menerimanya atau tidak. Sampai akhirnya Neta terima dan menghubungi Mang.Ujang untuk langsung pulang saja setelah menambal ban selesai karena dirinya pulang di antar gurunya.


"Terima kasih Pak. Maaf Neta ga bisa minta Bapak buat mampir." Ucap Neta.


"Owh! Tidak apa-apa. Sama-sama. Besok kalau repot tidak perlu membawakan makan siang untuk saya." Ucap Yoga. Karena Yoga berfikir jika penolakan Neta untuk tidak memintanya mampir karena ada hati yang harus Neta jaga.


"Owh! Iya. Maaf sekali lagi ya Pak. Orang tua Neta sedang tidak di rumah. Mereka masih di rumah Nini. Neta kurang nyaman. Assalamu'alaikum." Neta pun keluar dari mobil Yoga.


Deg


Ternyata dugaannya salah. Betapa malu dan menyesalnya dirinya karena telah memintaa Neta untuk tidak membawakannya lagi makan siang untuknya. Setelah memastikan Neta masuk kedalam rumah Yoga pun bergegas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hari ini Kana sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Karena selama di rumah sakit Kana lebih lengket dengan Nayya akhirnya untuk beberapa hari kedepan Kana di percayakan untuk di bawa oleh Nayya. Rama pun hanya bisa pasrah melihat anak kesayangannya lebih memilih Nayya yang baru di kenalnya dibandingkan dirinya yang notabene Ayahnya.


Nayya memasuki halaman rumahnya. Terlihat suasana rumah masih sepi sepertinya Orang tuanya masih berada di kota J. Nayya membawa Kana masuk kedalam rumah dan meminta Bik.Lulu untuk menjaganya sebentar karena Nayya ingin mandi.

__ADS_1


Setelah rapi Nayya pun mengganti baju Kana dan membawanya pergi kembali menjemput Neta dan akan membawa keduanya ke rumah Amel. Kana sangat senang berada dekat dengan Nayya.


Nayya memarkirkan mobilnya di depan gerbang sekolahan Neta sebelumnya Nayya telah mengirimkan pesan jika dia akan menjemput Neta. Setelah bel pulang berbunyi Neta pun segera keluar karena Nayya sudah menunggunya.


"Neta."Panggil Yoga.


"Ya, Bapak ada perlu dengan saya?" Tanya Neta sopan.


"Kamu buru-buru?" Tanya Yoga.


"Hm.. Iya. Kakak saya sudah menunggu." Tunjuk Neta pada mobil Nayya.


"Nayya." Ucap Yoga saat melihat mobil Nayya.


"Bapak kenal Kakak saya?" Tanya Neta heran.


"Hah! Kakak?" Heran Yoga.


"Iya Pak. Nayya itu nama Kakak saya." Jelas Neta.


Neta pun menggiring Yoga untuk dekat dengan mobilnya. Nayya merasa mengenal sosok lelaki yang datang bersama Neta. Nayya oun menurunkan kaca mobilnya untuk bisa melihat dengan jelas laki-laki tersebut.


"Kak.Yoga!" Panggil Nayya.


"Kalian kenal?" Tanya Neta.


"Astaga! Kenama aja Kak? Kakak mengajar disini?" Tanya Nayya tanpa memperdulikan pertanyaan Neta.


"Sumpah demi apa Nay. Neta adek Lu?" Tanya Yoga.


"Jiah, kebiasaan ditanya malah nanya balik. Dah ah, ayo dek naik kasihan nih Kana kepanasan." Ajak Nayya.


"Gw ikut Nay." Ucap Yoga kemudian masuk kedalam mobil Nayya dan duduk di sebelah Neta di kursi penumpang belakang karena di depan sudah terpasang baby car seat yang berisikan Kana di dalamnya.


"Lah, main naik aja Lu. Ada apa sih?" Tanya Nayya heran.


"Pokoknya Gw ikut Lu." Tegas Yoga.


Nayya pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Nayya menjalankan mobilnya kearah rumah Amel. Neta dan Yoga pun hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sesekali Nayya melihat kebelakang melalui spion tengah.


"Kana kalo udah gede jangan kaya Onty sama Uncle ya. Anyep." Ucap Nayya pada Kana dan Kana pun tersenyum seolah mengerti apa yang Mominya katakan.


"Maksud Lu Ka, Nay." Jawab keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Hahaha... Kompak juga ternyata." Ucap Nayya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya vote juga boleh kok 😊. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2