Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Mencabut Gugatan


__ADS_3

Angga dan yang lainnya sudah berada di kantor polisi. Angga mengeraskan rahangnya. Emosinya memuncak. Begitu juga dengan Amel. Amel tak menyangka Syafa sahabatnya yang sudah dianggap sodara sendiri tega melakukan hal bodoh dan itu kepada kakak iparnya sendiri.


Plaakk.... Tamparan keras mendarat di pipi mulus Syafa saat baru saja masuk kedalam ruangan pertemuan yang telah di sediakan pihak polisi.


"Apa maksud kamu?" Bentak Topan yang selalau menemani istrinya.


"Apa? Kurang?" Jawab Arif membela Amel istrinya.


Ivan melerai dan mempersilahkan Syafa duduk di hadapan Angga. Tak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara. Pihak polisi hanya bertugas sebagai saksi. Angga menatap tajam kearah Syafa. Syafa pun hanya menunduk tak berani menatap muka Angga.


"Apa mau kamu?" Tanya Angga yang semakin membuat Syafa gemeteran. Hanya gelengan yang Syafa tunjukan.


"Kali ini saya maafkan kamu. Tapi jangan pernah tampakan diri kamu lagi terutama suami kamu dihadapan saya dan istri saya."


"Maaf Ka." Ucap Syafa seraya menangis sesegukan. Topan hanya diam tak mampu berkata apa-apa.


Angga meminta polisi untuk membawakan surat pencabutan laporan untuk Angga tanda tangani. Dan semua pun selesai Syafa bisa keluar dengan lega setelah gugatan Angga di cabut.


"Mel,"


"Kita ga ada hubungan apa-apa lagi. Anggap saja kita tak pernah saling mengenal satu sama lain." Jawab Amel tanpa menoleh kearah Syafa. Arif menggandeng pinggang Amel.


Topan merangkul bahu Syafa dan Syafa menyandarkan kepalanya di dada Topan sambil menangis tersedu-sedu.


Nando sangat ingin menon**k muka Topan namun Nando mampu mengendalikan emosinya melihat Angga begitu tenang menghadapi situasi yang membuatnya sangat terpukul.


"Lain kali kalo ngomong jangan asal keluar dari mulut harus di fikir dulu. Tak perlu lagi memikirkan nasib Nadin. Fokuslah pada istri kamu." Ucap Ivan lembut pada Topan.


"Ka, Kaka sodaranya Nadin?" Tanya Syafa pada Ivan.


"Saya sahabatnya. Dan sebagai sahabat saya tidak pernah berfikir buruk tentang sahabat saya."

__ADS_1


"Ka, Ijinkan saya menemui Ka.Nadin untuk meminta maaf." Bujuk Syafa.


"Tidak perlu. Itu hanya akan menambah lukanya saja. Cukup menjauh darinya saja."


"Tapi Ka."


"Urus saja rumah tangga kalian berdua. Satu tindakan bodoh telah menghilankan segalanya." Ucap Ivan sambil berlalu.


"Van," Ivan pun menoleh kearang Topan.


"Makasih ya dan Maaf."


Ivan hanya melambaikan tangannya saja. Ivan meninggalkan keduanya di ruangan tersebut. Ivan langsung memasuki mobil Arif karena tadi dia datang dengan menggunakan mobil Arif.


"Ngapain sih Lu?" Tanya Nando sedikit emosi.


"Ga ngapa-ngapain. Gw cuma memperingatkan Topan agar tidak mengulangi tindakannya yang akan merugikan banyak orang."


"Karena gw liat Syafa begitu terpukul. Dan atas kejadian ini Topan lah yang sepatutnya disalahkan."


"Ko Kaka bisa bilang begitu?" Tanya Amel.


"Karena Syafa tak pernah tau tentang Nadin. Dan Topan mengarang cerita perihal hubungannya dengan Nadin."


"Ko Lu tau sih Van?" Tanya Arif.


"Mamih yang kasih tau gw."


"Maksud Lu?"


"Bini gw udah prediksi dari awal pertemuan antara Nadin, Syafa dan Topan. Makanya dia ga terlalu kaget. Tapi ga nyangka aja bakalan secepat ini dan setega ini."

__ADS_1


"Ko kaka diem aja?"


"Nadin kuat dan gw yankin ga bakalan terjadi apa-apa sama dia."


"Ko kaka seyakin itu?"


"Ivan sama Nadin deket banget Yang udah kaya lem sama kertas."


"Tapi kan kalian semua bersahabat."


"Iya kita memang bersahabat tapi dibandingkan dengan Kasih Ivanlah yang lebih dekat dengan Nadin." Jelas Nando.


"Kalian sweet banget siih. Bisa ga ada cinta diantara kalian."


"Cinta dan sayang kita udah kaya cinta dan sayangnya kaka sama adik."


"Cintaaaa deh Amel sama Kaka."


"Maksudnya?" Tanya Arif sedikit marah.


"Iya Amel cinta mati sama Ka.Arif sayangnya Amel. Bukan sama kaka-kaka dua ini."


"Kirain." Jawab Ivan dan Nando.


Angga berada di mobil Iwan bersama Rian dan Aldo. Angga masih diam dengan rahang yang masih mengeras. Rian menepuk bahu Angga menyalurkan kekuatan. Dan seolah mengatakan semua sudah baik dan akan baik-baik saja.


"Makasih ya semuanya." Ucap Angga.


"Lu ngga perlu mengucapkannya Bro. Tugas kita saling menjaga."


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2