
Pagi-pagi suasana rumah Nadin begitu hangat dengan kehadiran Kana. Kana yang sudah pandai berjalan dan mulai berbicara sepatah dua patah kata membuat seisi rumah menjadi terhibur.
Angga yang harus pergi ke kantor malah asik bermain bersama calon cucunya. Nini pun rela tinggal lebih lama demi mengasuh calon cicitnya. Namun, berbeda dengan Nathan dan Neta yang tetap harus pergi meninggalkan Kana karena jam sekolahnya.
"Onty sekolah dulu ya sayang. Nanti siang kita main bersama." Pamit Neta pada Kana.
"Ta Tah." Ucap Kana sambil melambaikan tangannya pada Neta.
"Hai, princess Uncle. Uncle juga pamit dulu ya. Nanti Uncle cepet pulang ya biar bisa main sama princess." Ucap Nathan.
Kana mengangguk dan mengedipkan matanya dengan gemas sehingga membuat Nathan gemas dan menciumi seluruh wajah Kana. Kana meronta karena terusik.
"Momi.." Teriak Kana ingin melepaskan diri dari Nathan.
"Mas, awas ya bikin kesayangan Kakak nangis." Ancam Nayya.
"Ngga dong ya kan princess." Ucap Nathan kemudian melepaskan Kana dan berlalu pergi bersama Neta.
Dengan gemasnya Kana berbicara "Ta Tah." Seraya melambaikan tangannya pada Nathan dan Neta. Membuat Nathan dan Neta berat meninggalkan calon keponakannya itu.
Sementara ponsel Nayya berbunyi dan menampilkan panggilan video dari Rama.
📱Halo Papi..(Nayya, Mengalihkan kamera pada Kana)
📱Selamat pagi sayang (Rama)
📱Pa..pi (Kanaya)
📱Anak Papi ga nakal kan sama Momi?(Rama)
📱No (Kana) Menjauhkan ponsel Nayya dan berjalan menuju Nadin yang lewat di hadapannya.
"Ma,," Panggil Kana pada Nadin.
"Eh, cucu Oma. Ada apa sayang. Mau sama Oma?" Ucap Nadin merentangkan tangannya. Dengan senyumannya yang mengembang Kana menghambur kedalam pelukan Nadin.
📱Mas, Nayya tutup dulu ya. Mau mandiin Kana.(Nayya)
📱Iya sayang. Mominya juga jangan lupa mandi ya. (Rama)
📱Yang penting anaknya aja Mas (Nayya)
📱Ya udah Mominya nanti Papinya aja yang mandiin (Rama)
📱Ih, dasar genit.(Nayya)
Panggilan pun terputus. Nayya segera menyiapkan perlengkapan mandi untuk Kana karena Kana baru saja selesai di suapi oleh Nayya. Nayya mengambil Kana yang tengah asik bermain tanah bersama dengan Nadin dan Nini.
Nayya melihat tangan Kana sudah di penuhi oleh tanah basah. Sementara Nadin dan Nini biasa saja membiarkannya.
__ADS_1
"Mama, Nini itu kenapa Kana di biarkan main tanah." Protes Nayya.
"Lah, ngga apa-apa Kak. Berani kotor itu belajar sayang." Ucap Nini.
"Iya Ni, tapi itu bajunya kotor." Rengek Nayya.
"Kamu tinggal cuci saja nanti juga bersih lagi." Jawab Nadin santai.
"Mama." Rengek Nayya.
"Kakak waktu sekecil Kana malah main di kolam lumpur sama Aki. Mama ga marah. Malah Mama senang anak Mama ga takut main kotor." Jelas Nadin.
"Mama..." Rengek Nayya lagi.
"Udah biar aja Kak main dulu nanti saja mandinya." Tambah Nadin lagi.
"Ngga ah mandi dulu." Keukeuh Nayya.
"Ya sudah sana. Toh nanti juga kotor lagi Kak." Ucap Nini.
Nayya pun membawa kana masuk untuk mandi. Di kamar mandi Kana asik bermain busa sabun hingga tawanya menggelegar keluar Amel dan Refa yang baru saja datang karena merindukan batita gemas itu langsung menghambur kedalam kamar Nayya yang di biarkan terbuka oleh Nayya.
"Aih, princess Onty lagi mandi ya." Ucap Refa di pintu kamar mandi.
"Hai, Onty. Iya Onty, Kana lagi mandi nih. Tapi, Kana malah main busa nih Onty." Jawab Nayya sambil menirukan suara anak kecil.
"Buca." Ucap Kana sambil menunjukan busa sabun yang berada di tangannya kepada Refa.
"Nanti nangis lagi Onty. Kayanya Kana mulai ngerti sekarang kalau mau di bawa." Ucap Nayya.
"Iya Mih. Kemarin aja pas Refa mau gendong nangisnya kenceng banget. Sekarang aja sama Kakak dia mau diajak ngobrol sama Fa." Ucap Refa.
"Ya Allah. Sampai segitunya ya Kak." Heran Amel.
Amel jadi flash back kemasa lalu saat Nayya kecil yang begitu lengket pada Nadin. Amel tersenyum dan meninggalkan Nayya, Kana dan Refa di dalam kamar Nayya. Amel keluar menemui Mama Nadin dan Nadin di halaman belakang.
"Pagi Mah, Teh." Sapa Amel.
"Pagi." Jawab Nadin dan Mama Nadin.
"Sendiri Mel?" Tanya Nadin.
"Sama Refa." Jawab Amel.
"Ibu sama Ayah ga ikut?" Tanya Mama Nadin.
"Ngga Mah. Ibu sama Ayah istirahat di rumah. Kasihan Ibu kelelahan sepertinya." Jawab Amel.
"Mba.Sus akan datang Dek bersama suaminya. Rencananya mereka akan pindah kesini. Suaminya sudah mengurus perpindahan kerjanya." Ucap Nadin pada Amel.
__ADS_1
"Bener Teh?" Tanya Amel.
"Iya. Kemarin pas Teteh ngasih kabar Nayya akan lamaran Mba.Sus bilang dan minta maaf ga bisa menghadiri acara lamaran karena sedang proses pindahan." Jelas Nadin.
"Alhamdulillah." Ucap Amel.
"Eh, apa sudah punya anak mereka?" Tanya Mama Nadin.
"Setelah keguguran dan Mba.Sus hampir kehilangan nyawanya suaminya jadi takut lagi jika Mba.Sus hamil. Jadilah suaminya memutuskan untuk Mba.Sus tidak hamil lagi." Jelas Nadin.
"Kasihan ya Teh. Mba.Sus selalu kehilangan anaknya. Rasanya pasti sangat sakit. Amel kehilangan Rafa saja rasanya dunia hancur apalagi Mba.Sus." Oceh Amel.
"Semua mendapatkan ujian sesuai porsinya masing-masing Dek." Ucap Mama Nadin.
"Iya Mah." Jawab Amel sambil mengusap ujung matanya yang sudah mulai berair.
"Sudahlah. Ayo masuk. Kita makan kue kiriman besan." Ajak Nadin pada Amel dan Mamanya.
Mereka semua pun masuk kedalam ruang keluarga untuk menikmati cemilan kue dan teh. Saat masuk Nadin melihat Kana dalam gendongan Refa di ikuti Nayya di belakangnya dengan Kana yang terus merengek meminta di gendong Nayya.
"Waah,, cucu Oma sudah cantik." Ucap Nadin.
Kana pun segera menoleh pada Nadin dan merentangkan tangannya. Seolah Kana takut di bawa oleh Refa dan Amel.
"Owh! Mau gendong Oma sayang. Sini... sini.." Kana pun berpindah pada gendongan Nadin.
"Wangi sekali Cucu Oma ini hmm.." Ucap Nadin menciumi pipi gembul Kana.
"Sini Oma uyut gendong." Ajak Mama Nadin.
Kana pun berpindah kembali pada Nini. Amel dan Refa gemas di buatnya hanya pada mereka Kana takut karena beberapa hari yang lalu sempat membawa Kana pulang dan menginap dua hari. Kana seperti yang trauma di bawa lagi.
"Oma bawa kue dulu buat kita makan ya sayang." Ucap Nadin saat Kana berpindah ke gendongan Nini.
"Wah, boleh dong sini Oma pangku." Ajak Amel.
"No." Jawab Kana lucu.
"Kakak... Gemes banget sih anak mu." Gemas Amel.
"Kapan Refa sama Agiel nikah?" Tanya Nini.
"Tiga bulan lagi Ni. Setelah Kakak jadinya." Jawab Refa tertawa.
"Jadi ga nyalip ya Fa?" Ucap Nadin yang datang dengan membawa nampan kue dan teh hijau.
"Iya Mah." Jawab Refa di sela tawanya.
"Kakak diam-diam lamaran aja. Nikahnya dua minggu lagi." Ucap Amel.
__ADS_1
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏