
Nayya menggeliatkan tubuhnya. Namun, tubuhnya bagaikan terhimpit terasa sesak. Nayya tak memiliki tenaga hanya untuk menggerakkan tubuhnya. Nayya pun mulai membuka matanya perlahan. Dan betapa terkejutnya Nayya saat matanya mulai terbuka dilihatnya Rama tengah tertidur memeluknya.
Ingatannya berputar apa yang terjadi dengannya dan blush pipi Nayya pun memerah mengingat kejadian tadi malam. Nayya menutup wajahnya menggunakan tangannya.
Cup
"Morning sayang." Ucap Rama dengan suara khas orang bangun tidur.
"Mas ih.." Ucap Nayya malu-malu.
Rama pun mengeratkan pelukannya. Namun, Nayya merasakan ada sesuatu di pahanya. Nayya membuka matanya dan menatap Rama yang ternyata tengah menatapnya. Rama menyunggingkan senyuman manisnya.
"Mas." Panggil Nayya lemah.
"Setelah ini kita mandi oke." Ajak Rama.
Dan Nayya pun pasrah. Terjadilah olah raga pagi antara pengantin baru ini. Nayya tak mengerti kenapa Rama seperti mempunyai tenaga ekstra sehingga membuatnya tak ada ampun. Setelah peperangan terjadi Rama membawa Nayya ke dalam kamar mandi. Di letakkannya tubuh Nayya ke dalam bathtub yang telah berisi air hangat.
Rama pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Hingga terjadilah apa yang harusnya terjadi di dalam kamar mandi. Nayya hanya bisa pasrah di mandikan oleh Rama. Tubuhnya bagaikan tak bertulang lemah tak berdaya.
"Terima kasih sayang." Ucap Rama mendaratkan ciuman di kening Nayya.
Nayya hanya duduk pasrah di tepian tempat tidur sementara Rama memasangkan pakaian untuknya. Nayya hanya tersenyum membalas perlakuan Rama.
"Cape ya sayang. Maaf ya. Abis kamu bikin Mas ketagihan." Ucap Rama membawa Nayya kedalam pelukannya.
"Mau makan di sini atau turun ke bawah?" Tanya Rama.
"Turun aja Mas. Sekalian cek out aja." Ucap Nayya lemas.
"Baiklah. Tunggu di sini sebentar ya. Mas bereskan pakaian kita dulu." Ucap Rama.
"Ngga perlu Mas. Nanti biar suruh pelayan hotel saja. Nayya udah lapar." Rengek Nayya.
"Sebentar saja sayang." Ucap Rama.
Setelah siap dengan kopernya. Rama menyimpan koper mereka di dekat pintu kamar. Sementara Rama menggandeng Nayya untuk keluar kamar.
"Mau mas gendong?" Tawar Rama.
Nayya pun menggelengkan kepalanya dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Rama. Rama mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Nayya.
Setelah sampai di restoran hotel mereka pun mencari rempat duduk yang nyaman untuk Nayya. Kemudian Nayya memanggil seseorang untuk mendekatinya.
"Iya Bu." Ucap orang tersebut ramah.
"Ambilkan koper kita ya. Ini kuncinya." Titah Nayya.
"Baik Bu." Ucap OB hotel ramah.
__ADS_1
Pelayan restoran pun datang dengan membawakan pesanan keduanya. Rama menyuapi Nayya karena Nayya terlihat lemas karena ulahnya sendiri.
"Maaf ya sayang." Ucap Rama membelai lembut pipi Nayya.
"Iya Mas. Mas udah berapa kali meminta maaf pada Nay." Ucap Nayya manja.
"Mas merasa bersalah deh sampe buat kamu tak bertenaga seperti ini." Sesal Rama.
"Tapi Mas juga terus melakukannya." Ucap Nayya manja.
Rama pun tertawa dan membawa Nayya kedalam pelukannya. Mendaratkan ciuman di puncak kepala Nayya. Nayya baginya begitu menggemaskan dan menggoda.
Setelah menghabiskan sarapan yang kesiangan mereka kini mereka dalam perjalanan menuju rumah Nayya. Karena Nayya dan Rama sepakat akan tinggal bersama mereka sebelum renovasi rumah baru mereka selesai. Rama tidak ingin membawa Nayya ke rumah lama.
Sampai di halaman rumah Nayya terlihat Kanaya tengah bermain bersama Angga. Kanaya melihat kedatangan mobil Rama dan Kanaya pun bersorak gembira. Begitu Nayya turun dari mobil Kanaya pun langsung menghambur menyambut Nayya.
"Momi..." Teriak Kanaya dengan merentangkan kedua tangannya.
Nayya pun berdiri diatas lututnya mensejajarkan tingginya dengan Kanaya.
"Kesayangan Momi." Ucap Nayya seraya memeluk Kana erat.
Sementara Rama menghampiri Angga terlebih dahulu dan mencium punggung tangan Angga. Angga tersenyum melihat kehangatan keluarga kecil anak sulungnya.
"Mama kemana Pah?" Tanya Rama.
"Di dapur sedang menyiapkan makan siang. Ayo masuk." Ajak Angga.
"Eh, sayang. Papi yang gendong ya." Ajak Rama pada Kanaya.
"No Papi Ka mau cama Momi." Jawab Kanaya.
"Iya boleh tapi ngga di gendong ya sayang. Kasihan Mami masih capek sayang." Bujuk Rama.
"Momi dong Ka belat?" Tanya Kanaya.
"Iya nih sayang. Mami capek abis nemenim papi begadang." Ucap Nayya polos.
"Astaga Nayya." Batin Angga.
"Papi nakal. Momi kacian." Ucap Kanaya polos.
Kanaya pun meminta turun dari gendongan Nayya dan berjalan di tuntun oleh Nayya. Mereka masuk kedalam rumah bersamaan. Angga merangkul bahu Rama menantunya. Membicarakan segala sesuatu menyangkut Nayya.
Rama pun hanya diam mendengarkan penuturan Papa mertuanya. Kana da Nayya duduk di sofa ruang keluarga. Kana terus bercerita dan Nayya hanya menjadi oendengar setia bagi anaknya.
"Ka senang bersama Oma dan Opa?" Tanya Nayya.
"Ya." Jawab Kana mantap.
__ADS_1
"Tapi, Kakek dan Nenek merindukan Ka. Kenapa Ka ngga mau sama Kakek dan Nenek?" Tanya Nayya pura-pura sedih.
"No Momi. Ka cayang Akek cama Nenek. Tapi, cekalang Ka mau cama Opa cama Oma dulu." Jelas Kanaya.
"Hm... Berarti nanti kalau Kakek sama Nenek mau ajak Ka jalan-jalan Ka mau dong?" Tanya Nayya lagi.
"Mau.." Jawab Kanaya girang.
Nayya pun memeluk Kanaya dari samping.
"Loh, Kalian sudah datang. Istirahat lah dulu Nak. Kalian pasti kurang istirahat kan." Ucap Nadin sambil tersenyum.
"Nay disini saja Mah sama Kana. Masih siang." Jawab Nayya.
"Astaga Kakak. Ada Kana tuh." Tegur Nadin.
"Hehehe... Lupa Mah." Jawab Nayya singkat.
"Kalian makan saja dulu lalu istirahat." Saran Ayah.
"Ngga apa-apa Pah. Nayya masih kangen Kana jadi kita mau main sama Kana dulu." Ucap Rama.
"Sudah-sudah ayo kita makan." Ajak Nadin.
"Bik. Tolong panggil yang lain ya." Titah Nadin pada Bik.Lulu.
"Iya Bu." Jawab Bik.Lulu.
Kemudian Ibu dan Ayah keluar dari kamarnya di susul Mba.Sus dan Suami. Dan di belakang Nathan dan Neta datang bersamaan.
Semua pun saling menggoda pengantin baru yang ga ikut makan siang karena baru saja makan siang tadi di hotel. Sarapan pagi bersamaan dengan makan siang.
"Mba.Sus, Mba lama kan tinggal di sini?" Tanya Nayya.
"Kakak, dibiasakan panggil Bude ya." Tegur Nadin.
"Eh, iya lupa Mah. Maaf Bude." Ucap Nayya.
"Ngga apa-apa sayang." Jawab Mba.Sus lembut.
"Rumah yang Pakde beli sudah siap huni Kak. Jadi mungkin besok lusa kita pindah ke sana." Jawab Mba.Sus.
"Yah, Pakde. Sepi lagi dong rumah." Ucap Nayya manja.
"Kak, ga malu sama suami. Kaya anak kecil ih." Ejek Nathan.
"Iih, biar aja." Jawab Nayya.
"Sudah sayang. Biarkan yang lain makan dulu. Kamu juga kan lagi nyuapin Kana." Sergah Rama.
__ADS_1
"Eh, iya Mas ku." Jawab Nayya.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏