
Hari ini Keluarga Nando dan Ivan harus kembali ke kota J untuk persiapan pernikahan Indah dan Doni. Nadin merengek ingin ikut pulang namun Angga masih melarangnya karena jahitan operasi Nadin belum sepenuhnya pulih.
Nadin sudah melakukan fitting saat hamil besar dan hanya memberitahukan kepada penjahitnya saja bahwa perutnya sudah rata. Angga berjanji sehari sebelum acara mereka semua pulang ke kota J untuk menghadiri pernikahan Indah.
"Sayang, Mama dan Bapa juga kan udah bilang kamu ga apa-apa ga ikut persiapan."
"Tapi ko aku ga enak ya Ka."
"Ga apa-apa sayang, Indah sangat memaklumi keadaan kamu. Apalagi Indah seorang bidan pastinya dia sangat tau apa yang harus kamu lakukan."
Nadin memeluk Angga. "Makasih ya Ka."
"Untuk?"
"Untuk semuanya."
"Ngga perlu sayang. Kamu segalanya buat Kaka." Pelukan Angga semakin erat dan ci**an Angga pun mendarat di puncak kepala Nadin.
"Nad, Aku yang mandiin Baby Nathan ya." Ujar Santi yang selalu gemas melihat tingkah Baby Nathan.
"Asiiik Onty Santi mau mandiin Baby Nathan."
Ya Baby boy Nadin dan Angga diberi nama Nathan Putra Bagaskara. Nama pilihan dari Angga. Setelah dimandikan oleh Santi Nathan pun menyus* pada Nadin. Kali ini Nayya tak meminta giliran menyus* pada Nadin. Nadin akan dengan rela membagi ASInya antara Nayya dan Nathan.
"Bro, gimana pertemuan dengan Perusahaan G?" Tanya Iwan.
"Iya atur aja waktu dan tempatnya Bro. Sama Lu juga kan?"
"Mana pernah gw biarin Lu sendiri."
"Thanx Bro."
"Ga, Gimana kerjasama yang gw tawarin ke Elu?" Tanya Rian.
__ADS_1
"Boleh juga tuh. Lu udah obrolin sama Iwan?"
"Udah. Iwan juga setuju ya kan Wan?"
"Masuk Bos."
"Ah, bete gw. Kalian bertiga emang ya ga bisa lepas dari bisnis."
"Cuan Do cuan." Samber Iwan.
Sementara Kasih, Nurul dan Santi hanya tersenyum melihat tingkah suami-suami mereka.
"Ada apa sih? Ko pada senyum-senyum gitu sih?" Tanya Nadin yang datang ikut bergabung dengan para Istri.
"Suaminya Santi bete para suami yang lain ngomongin bisnis." Jawab Nurul.
"Eh, mana Nathan?" Tanya Kasih.
"Tidur. Mba.Sus sama Nayya jagain di atas."
"Elu ya Do. Bini gw baru aja ngebrojolin anak gw udah Lu suruh kerja." Sembur Angga sambil melemparkan kacang yang sedang dia makan.
"Iya. Gw masih punya tanggung jawab Ka. Tapi kasih gw cuti setaun lagi yah?" Ujar Nadin sambil cengengesan.
"Nadiiiin... Gil* amat ya Lu. Mana ada cuti melahirkan setaun."
"Diiiih ya ga apa-apa sih Ka. Kan suami aku sahabatnya Kaka." Jawab Nadin sambil tertawa.
"Angga gw pusing deh sama Bini Lu. Tambah lagi ni bininya si kun*** tekdung lagi."
"Sabar Do sabar ini ujian." Cerocos Iwan.
"Ya ampun Ka.Aldo tapi kan Kasih masih tetep masuk kerja." Bela Kasih.
__ADS_1
Empat pasang ini bersantai dikediaman Bagaskara. Ayah dan Ibu selalu senang jika banyak sahabat Angga datang berkunjung. Seperti sekarang Ayah dan Ibu manikmati udara pagi di taman belakang sambil berkebun.
"Sayang, liat ponsel Nad ngga?"
"Loh, bukannya dikamar?"
"Ngga ada." Panik Nadin.
Semua mencari sambungan terhubung namun tak terdengar ada suara ponsel. Angga melihat cctv rumahnya dan betapa Angga terkejut melihatnya. Nayya tak sengaja menjatuhkan ponsel Nadin hingga layarnya pecah. Dan Nayya menyimpannya. Angga ingin menutupinya dari Nadin namun Nadin terlanjur melihatnya.
Nadin mencari Nayya dikamarnya yang tengah bermain ditemani mba.Sus dan juga Nathan. Nadin meminta Mba.Sus membawa Nathan keluar. Angga sudah bersiap takut Nadin akan memarahi anak sulungnya.
"Sayang mama sini deh." Panggil Nadin pada Nayya. Semua sudah siap melihat apa yang akan Nadin lakukan. Semua panik Nadin akan marah pada Nayya.
"Nayya liat ponsel Mama?" Nayya hanya diam menunduk.
"Nayya anak pinter kesayangannya Mama sama Papa. Mama tanya sekali lagi ya. Kaka Nayya liat ponsel Mama?" Tiba-tiba Nayya menangis tersedu.
"Sayaaang,, kenapa? Ko nangis?" Namun Nayya hanya menangis tak menjawab sepatah katapun.
"Sayang, bilang sama Mama. Kalo Kaka Nayya yang cantik jujur. Mama ngga akan marah ko."
"Ma..Maaf Ma." Jawab Nayya tersedu.
"Kenapa sayang Mama minta maaf?"
"Nayya ngga sengaja pecahin layar ponsel Mama."
"Hmmm... Pecah?"
"Iya Ma. Nayya ngga sengaja. Nay ngga tau kalo di situ ada ponsel Mama."
"Sekarang ponsel Mama mana?" Nayya pun bangun dari duduknya dan mengambil ponsel Nadin.
__ADS_1
"Masya Allah Kaka yang solehah. Makasih ya sudah menyimpan ponsel Mama."
Tbc...