
Hallo Temen-temen semuanya... Makasih ya udah suka sama cerita aku yang masih acak-acakan ini. Hingga mencapai pencapaian yang luar biasa buat author. Sekalai lagi Makasih ya 🙏🙏🙏
"Mas," Panggil Nadin.
"Iya sayang. Ada yang kamu mau?"
"Nad mau pulang Mas. Nad kangen anak-anak."
"Besok kita pulang yah. Tunggu keadaan Nad pulih dulu."
"Ngga Mas. Nad mau pulang sekarang." Keluh Nadin dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan siap menurunkan bulir bening dari matanya.
"Baiklah Mas. Persiapkan dulu semuanya yah."
Nadin pun mengangguk dengan binar mata bahagia. Angga pun segera menyuruh yang lainnya untuk bersiap pulang. Terutama Arif san Amel karena harus membawa serta bayi mereka.
Angga menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan pesawatnya karena Angga dan rombongan akan pulang.
"Sekarang Bro?"
"Iya. Nadin sakit."
"Baiklah."
Sambungan telfon pun terputus. Semua persiapan sudah selesai. Rombongan sudah tiba dibandara siap mengudara ke tempat asal.
Sampai di kota C dini hari. Angga sudah meminta sekretarisnya membuat janji dengan dokter Z. Dokter kandungan kenalan Nadin. Angga dan Nadin berencana akan langsung menemuinya pagi ini.
Pagi sekali Nadin sudah berada di klinik dokter Z. Angga dan Nadin menunggu kedatangan dokter Z dengan sabar. Karena keduanya merasa ridak enak juga karena sudah merepotkan dokter.Z pagi-pagi buta.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama dokter Z sudah tiba di kliniknya. Kliniknya memang 24 Jam tapi dokter Z tidak selalu ada di klinik tersebut.
"Selamat Pagi Dok. Maaf mengganggu pagi Anda." Ucap Angga pelan dengan penuh rasa hormat.
"Tidak apa-apa. Ada apa Nad?"
"Begini dok, kemarin kita dari pulau. Nad tiba-tiba muntah-muntah. Terus salah satu sahabat kita kebetulan dia bersekolah kebidanan dulu. Bilang kalo Nad hamil. Jadi Kita cek sekarang dok." Jelas Angga panjang kali lebar luas keliling.
"Baiklah.. Ayo kita cek Nad." Nadin mengikuti instruksi dokter.Z di bantu Angga karena Nadin begitu lemas.
Setelah Nadin berbaring. Suster menyingkap baju Nadin dan mengoleskan gel di perut Nadin.
"Mba, ini mah udah jelas deh kayanya." Ucap Suster pada Nadin.
"Iya ya." Jawab Nadin.
"Ya ampun Nad. Ini mah udah ga usah di USG juga udah keliatan kali."
"Begitu ya Dok." Jawab Nadin lemas.
Angga melihat sekilas perut Nadin yang sedikit menyembul. Setelah selesai Dokter.Z memberikan resep vitamin untuk di tehus oleh Nadin.
"Terima kasih Dok. Kita permisi." Pamit Angga pada Dokter.Z
"Sama-sama. Silahkan. Sehat-sehat ya Bumil."
Nadin tersenyum membalas ucapan Dokter.Z. Setelah serangkaian pemeriksaan dilaksanakan Nadin dan Angga memberitahukan bahwa kepada para sahabatnya bahwa Nadin memang benar Hamil.
Semua memberi selamat pada Nadin dan Angga. Sesampainya di rumah kediaman Bagaskara. Rumah nampak sepi.
__ADS_1
"Loh, Pa. Orang rumah pada kemana ko sepi?" Tanya Angga pada penjaga di depan.
"Nyonya sama Tuan pergi ke kota J Mas."
"Kapan?"
"Dari kemarin sih perginya."
"Ada apa?"
"Saya kurang tahu Mas. Tapi sepertinya Nyonya sama Tuan buru-buru perginya."
"Ya sudah. Terima kasih Pa. Kita masuk dulu."
Angga pun melajukan mobilnya dan memarkirkannya. Lalu masuk kedalam bersama Nadin. Nadin hanya diam karena badannya sangat lemas.
"Bik, minta tolong di turunkan ya barang bawaan kita."
"Iya Mas. Loh, Mba Amel sama Mas.Arifnya ga ikut sekalian pulang Mas?"
"Amel sama Arif tadi ikut mobil Rian sama Kasih. Kita kerumah sakit dulu."
"Loh, Mba. Nadin sakit?"
"Iya Bik." Jawab Angga singkat.
"Loh, Den Nathan juga di rawat Mas."
"Apa??!!!"
**Tbc**....
__ADS_1