
Pagi-pagi sekali Nayya sudah bangun dan meminta mandi kepada Nadin. Nayya begitu bersemangat karena akan pergi kerumah eyang. Nayya nampak bersemangat. Setelah siap Nayya menuju kamar papanya untuk membangunkannya.
"Papa... Ayo pa bangun. Nanti eyang terlalu lama nungguin Nayya datang."
Angga pun membuka matanya. Menggeliat. "Sayang ini masih terlalu pagi."
"Ngga pah ini udah siang. Pokoknya papa harus bangun sekarang."
"Iya, iya papa bangun."
Nayya beralih kekamar Amel dan membangunkannya. Amel tampak kesal dengan keponakannya itu. Namun Amel tetap menuruti kemauannya. Amel segera bangkit dan masuk ke kamar mandi.
Nayya turun dilihatnya Oma dan Opanya sedang duduk santai sambil meminum teh.
"Oma, Opa. Kenapa belum siap?"
"Halo, selamat pagi cucu Oma."
"Pagi Oma. Oma ayo kita siap-siap."
"Masya Allah. Sudah Oma sama Opa sudah siap tapi kita sarapan dulu yah. Tunggu Bibi selesai masak."
"Iya, sini cucu Opa duduk sama Opa."
Nayya pun menurutinya. Nadin keluar kamar dengan kopernya dan Koper Nayya. Nadjn membawa semua barangnya karena sepulang dari kota.J Nadin berencana pulang ke kontrakannya. Tidak enak terus-terusan menginap di kediaman Bagaskara.
Amel dan Angga turun dengan koper masing-masing. Amel masih cemberut karena dibangunkan Nayya.
"Kenapa Mel?" Tanya Ayah.
"Cucu Ayah ini loh sebel banget sih pagi-pagi udah ngebangunin Amel."
"Yeee,,, kaka juga dia bangunin nih."
"Klo kaka sih ga apa-apa kan bapaknya."
"Yeee...."
"Udah-udah ayo kita sarapan dulu."
__ADS_1
Semua pun pergi ke meja makan untuk sarapan. Nayya sarapab sendiri di bantu Nadin. Mba.Sus sudah pergi pagi tadi karena kampung halaman Mba.Sus lumayan jauh.
Dalam perjalanan menuju kota.J Nayya tampak paling antusias. Ibu dan Ayah di mobil yang berbeda dengan supir karena Ayah dan Ibu akan melanjutkan perjalanan ke kota.Jk.
Setelah satu setengah jam perjalanan akhirnya mobil mereka tiba di kediaman orang tua Nadin. Rumah yang asri dengan banyak pepohonan. Nayya nampak tidak sabar ingin turun.
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikum salam... Bapa kira nanti siang baru kesini."
"Ibu sama Ayah akan lanjut ke kota.Jk Pa. Jadi, kita pagi-pagi kesini. Nayya sudah tidak sabar ketemu Mama sama Bapa."
"Waaah... Mana cucu Aki?"
"Nayya Aki. Aki lama ya tunggu Nayya datang?"
"Cantik sekali cucu Aki. Ngga ko Aki nunggu sambil ambil mangga nih buat cucu Aki."
"Bapa, disuruh masuk dulu atuh tamunya. Mari silahkan masuk Bu, Pak."
"Owh! Iya silahkan."
"Bu, Yah. Kenalkan ini Indah adeknya Nadin."
"Indah Om, Tante."
"Ga usah panggil Om. Panggil Ayah aja."
"Owh! Iya Ayah."
Mereka pun berbincang-bincang santai. Nayya langsung akrab bersama Indah. Mama pun ingin Nayya memanggilnya dengan sebutan Nenek saja dan Nayya pun langsung mengiyakan.
"Begini Pa, Bu. Klo saja Angga memang serius denga Teteh ya apa ngga sebaiknya di segerakan saja mengingat ada Nayya yang kelihatannya sudah lengket dengan Teteh."
"Wah, saya setuju Pa. Iya kan Bu?"
"Iya Pa, Bu. Kami sudah bicarakan pada Angga tapi katanya Angga dan Nadin belum membicarakan sejauh itu."
"Kalo Aa sama Teteh setuju dengan kita para orang tua. Sudah saja pertemuan ini kita anggap sebagai lamarannya. Bagaimana Aa, Teteh?"
__ADS_1
"Klo Angga sih setuju saja Pa. Kapan pun pasti ini akan dilaksanakan."
"Teteh, bagaimana?"
"Teteh sih klo Bapa sama Mama rido teteh mau."
"Alhamdulillah" Jawab semua yang ada di ruangan itu.
"Jadi mau kapan?"
"Saya rasa tidak perlu menunggu lama Pa. Bulan depan bagaimana?"
"Setuju Teh, biar ga bentrok sama wisuda adek."
"Masya Allah dek."
"Ibu juga setuju. Bulan depan saja."
"Gimana Aa setuju?"
"Klo Aa setuju aja Pa. Gimana yang?"
"Ga usah bingung Nad. Nanti pakai WO aja biar kalian ngga repot." Usul Ibu.
"Teteh gimana baiknya aja."
"Baiklah semua sepakat ya bulan depan. Mulai minggu besok semuanya harus sudah di persiapkan ya Teh, A."
"Iya Pa." Jawab Nadin dan Angga bersamaan.
"Sebagai simbol. Pakailah dulu ini Nad." Ibu melepaskan gelang tangannya dan memberikan pada Nadin. Nadin pun menerimanya.
"Nanti di ganti Ka dengan yang baru." Ujar Ayah.
"Iya Yah. Kan ini ga ada persiapan."
Semua tertawa bahagia. Ibu dan Ayah pun pamit melanjutkan perjalanannya ke kota.Jk. Amel di jemput Arif untuk pergi ke rumah makan milik orang tua Arif.
Sampai disini dulu ya. Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong bagi tip'snya. Terima kasih... 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1