
Keesokan harinya Aldo dan Santi dengan sengaja mengintai rumah kontrakan Nadin. Aldo dan Santi tidak menggunakan mobil pribadi mereka melainkan menggunakan mobil sewaan demi melancarkan aksi keduanya.
Sudah hampir siang tak ada sedikitpun pergerakan dari rumah tersebut. Sampai datang sebuah mobil yang keduanya kenali yakni mobil pribadi Nadin. Nadin turun dari mobil dan membuka pintu gerbang. Santi tersentak dan ingin segera keluar menemui Nadin.
Tangan Santi di tahan oleh Aldo. Karena Aldo tak ingin gegabah yang akan mengakibatkan Nadin malah pergi semakin jauh. Santi menahan mulutnya dengan kedua tangannya. Air matanya terus mengalir.
Setelah Nadin selesai membuka gerbang Nadin masuk kembali kedalam mobil dan memasukan mobilnya. Pintu garasi pun terbuka. Di buka oleh Mba.Sus. Nadin pun dengan leluasa memasukan mobilnya kedalam garasi.
Setelah mobil Nadin masuk Mba.Sus menutup pintu gerbang dan menguncinya. Mba.Sus sedikit berlari masuk dan menutup pintu garasi kembali. Santi dan Aldo tak sempat melihat siapa saja yang berada dalam mobil tersebut.
Aldo membawa Santi kedalam pelukannya. Menenangkan istrinya.
"Aku ga tega Mas." Ucap Santi ditengah isakannya.
"Kita ga bisa gegabah Yang. Jangan sampai mereka pergi lebih jauh." Ucap Aldo tenang.
__ADS_1
"Tapi kita ga bisa diem aja Mas." Racau Santi.
"Iya. Kita tunggu beberapa hari ini ya. Kamu jangan kasih tau siapapun dulu. Saat ini Nadin hanya butuh ketenangan dulu." Jelas Aldo.
Setelah mereka yakin dengan apa yang mereka lihat mereka pun pergi meninggalkan rumah kontrakan Nadin. Sepanjang perjalanan pulang Santi tak henti menangisi Nadin. Karena Nadin, Santi dan Kasih cukup dekat. Hingga ketiganya menikah pun tak ada halangan untuk ketiganya berjauhan.
Di kampus Santi bertemu dengan Kasih. Ingin sekali Santi mengatakan bahwa dirinya telah menemukan Nadin namun Santi teringat akan pesan suaminya untuk tidak mengatakan pada siapapun mengenai temuannya.
Santi menghambur kedalam pelukan Kasih. Kasih membalas pelukannya walaupun dirinya bingung ada apa dengan sahabatnya itu.
"Ada apa?" Tanya Kasih sambil melonggarkan pukannya. Santi hanya menggelengkan kepalanya.
"Gw kangen Nadin Kas." Ucap Santi lirih.
Mendengar nama Nadin di sebut Kasih tak kuasa membendung rasa sedihnya. Keduanya berpelukan dan menangisi Nadin.
__ADS_1
"Gw ga tau lagi nyari dia kemana San. Gw ga berguna San." Racau Kasih.
"Kita hanya bisa berdo'a Kas. Semoga mereka semua baik-baik saja." Jawab Santi.
"Kemarin Gw ketemu Ka.Angga. Dia kacau banget San. Gw sama Mas.Rian ga tega." Ucap Kasih di tengah tangisnya.
"Semoga Nadin dan anak-anaknya baik-baik aja ya Kas." Ucap Santi menenangkan sahabatnya dan juga dirinya sendiri.
Sepulang kerja Santi dan Aldo dengan sengaja melewati rumah kontrakan Nadin kembali. Dan dilihatnya lampu-lampu sudah menyala. Namun seperti biasa rumah itu tampak sepi bagai tak berpenghuni. Padahal terdapat anak-anak didalamnya.
Nadin sangat menutup diri di lingkungannya begitupun Mba.Sus. Berbicara hanya seperlunya saja ketika berada di luar rumah.
Angga terus mencari Nadin dengan menggunakan mobilnya. Dia hanya akan pulang untuk berganti pakaian dan makan. Dia pun tak pernah memikirkan pekerjaannya. Yang dia fikirkan hanya Nadin dan ketiga anaknya.
Angga menyesal tidak mengindahkan keinginan Nadin untuk pindah ke kota Jk. Karena sebelumnya Nadin pernah memberinya saran agar mereka pindah saja ke kota Jk agar bisa terus bersama-sama. Namun Angga menolak mengingat Nadin akan melahirkan. Jika Nadin tetap di rumah akan banyak orang yang membantu.
__ADS_1
Tapi dugaan Angga salah. Mungkin saja dulu Nadin sudah merasakan ketidak nyamanannya hanya saja Nadin enggan mengatakannya pada Angga.
Sampai sini dulu ya. Dukung terus author ya. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏🙏