
Sudah hampir satu bulan Nadin dan Angga tinggal berjauhan. Arif dan Amel pun sudah kembali dari kota J beberapa minggu yang lalu. Amel seperti biasa bekerja di butiknya tanpa menaruh curiga sama sekali. Arif sudah kembali pada posisinya.
Angga masih tinggal di hotel miliknya. Pagi hari Nadin menelfon memberi kabar mengenai pabrik dan Nadin harus pergi meninggalkan ketiga anaknya. Angga pun dengan sangat terpaksa mengijinkan Nadin untuk pergi.
"Ayah, Ibu. Nad, minta maaf ya merepotkan kalian. Ibu jangan terlalu memaksakan mengurus cucu-cucu Ibu. Biar Bibik saja. Nad juga sudah meminta Mba.Sus untuk datang." Pamit Nadin pada Ayah dan Ibu mertuanya.
"Pergi saja Nak. Tidak apa-apa. Toh kamu pergi hanya beberapa hari saja. Kamu sudah meminta ijin pada suami Susi a.k.a Mba.Sus?" Tanya Ayah.
"Sudah Yah. Nad, menelfon suaminya untuk meminta ijin. Dan mereka akan datang dan menginap disini." jelas Nadin.
"Baiklah kalo begitu. Pergilah Nak. Hati-hati di jalan." Pesan Ayah.
"Ujang, hati-hati bawa mobilnya. Jika mengantuk istirahatlah dahulu." Pesan Ayah pada Mang.Ujang.
"Iya Pak." Jawab Mang.Ujang singkat.
"Kaka, Mas sama Adek jangan nakal ya. Kalian harus saling menjaga. Jaga Oma sama Opa juga jangan buat mereka repot. Mama hanya pergi beberapa hari. Setelah semuanya beres Mama segera pulang." Pesan Nadin kelada tiga anaknya.
"Oke Ma." Jawab ketiganya kompak.
__ADS_1
Nadin pun pergi meninggalkan kota Yk bersama Mang.Udin dan Bik.Nina. Ya, Nadin membawa serta Bi.Nina dalam perjalanannya karena Nadin kurang nyaman jika hanya baerdua dengan supir. Meskipun Mang.Ujang sudah lama bekerja dengannya.
Sementara Arif sudah berpamitan kepada Amel untuk pergi ke pabrik karena ada masalah.
"Sayang, Mas berangkat siang ini ya setelah makan siang. Kamu jaga diri ya. Hati-hati di rumah. kalo ada apa-apa langsung hubungi aku." Pesan Arif pada Amel.
"Iya Mas. Oiya Mas. Apa Teh.Nadin akan datang juga?" Tanya Amel penuh harap.
"Nadin belum memberikan kepastian Yang. Nanti Mas hubungi jika Nadin ada di pabrik. Yang sudah lasti datang Ivan. Dia. sudah salam perjalanan menuju kota J." Jawab Arif.
"Baiklah. Mas hati-hati ya. Jangan terlalu memaksakan jika lelah istirahatlah." Pesan Amel.
Setelah makan siang usai. Arif pun segera pergi menuju kota J. Arif dan Amel memang membiasakan untuk makan siang di rumah apapun yang terjadi. Oleh karena itu, para maid selalu menyiapkan makan siang untuk nyonya dan Tuannya.
Nadin masuk kedalam pabrik seorang diri dengan anggunnya.
"Selamat siang Bu." Jawab resepsionis.
"Siang." Jawab Nadin singkat dengan mengulas senyumnya.
__ADS_1
Nadin berlalu menuju ruangan tempat mereka berkumpul. Disana sudah terdapat Nando, Ivan dan Arif.
"Assalamu'alaikum. Maaf telat." Jawab Nadin seraya menyapa ketiga sahabatnya.
"Wa'alaikum salam." Jawab ketiganya.
"Bentar Gw nafas dulu." Ucap Nadin lalu meneguk air mineral di depannya.
"So, jadi kenapa lagi nih?" Tanya Nadin setelah meneguk air mineralnya.
"Udah Lu nafasnya?" Canda Nando.
"Belum masih berlangsung. Berharap selesai Lu?" Jawab Nadin.
"Ckck... Makin galak aja nih Buibu anak tiga." Ucap Ivan.
"Udah ah, cepetan ada apa?" Ucap Nadin tak ingin bertele-tele.
Nando pun menceritakan kejadiannya yang mengakibatkan pabrik oleng. Nando sangat menyesali akibat kelalaiannya yang terlalu mempercayai orang kepercayaan Ayah mertua Nadin dan Arif.
__ADS_1
Nadin dan Arif pun merasa tidak enak dengan kejadian ini. Mereka juga tak mungkin menutupi kejadian ini kepada Ayah mertua mereka karena dengan kehadiran Nadin ke pabrik secara otomatis Ayah mengetahui tengah ada masalah di pabrik.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏