
Siang ini Nadin dan Angga akan kembali ke kota C. Sesuai dengan rencana Nayya akan tinggal di Kota J bersama Nenek dan Aki. Nayya senang bukan kepalang. Indah menyakinkan Nadin kalo Nayya akan baik-baik aja. Nadin merasa cemas karena baru kali ini Nadin akan berjauhan setelah dirinya resmi menjadi Ibu.
"Mama,, Nayya sama Nenek Aki dulu ya. Nanti mama jemput Nay lagi."
"Iya sayang. Nayya jangan nakal yah. Jangan bikin Nenek sama Aki repot."
"Oke Mah.." Nayya pun memeluk Mamanya.
"Adek, jagain Mamah ya kaka sama Nenek Aki dulu." Nayya mengelus perut Nadin dan menciumnya.
Angga dan Nadin mengelus puncak kepala Nayya. Kemudian Nayya bersalaman dan memeluk Angga berpamitan.
"Papa, jaga Mama sama adek ya."
"Pasti doong. Kaka baik-baik ya sama Nenek sama Aki."
"Iya Pah. Nanti kan ada Onti Indah juga."
"Iya. Jangan ngerepotin Onti juga ya."
"Siap Papah." Jawab Nayya sambil menaikan tangannya ke kepala seperti memberi hormat.
Nadin dan Angga pun masuk ke dalam mobil. Membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya. Mang.Ujang menjalankan mobilnya perlahan.
"Nayya, mau ikut Onti ga?"
"Mau kemana Onti?"
"Onti mau belanja."
"Waaah mau. Boleh kan Nek?"
__ADS_1
"Boleh."
Nayya pun senang akan pergi bersama dengan Indah. Nayya berpamitan kepada Aki dan Nenek. Nayya pergi hanya berdua dengan Indah karena Doni tengah piket. Nayya senang di bawa jalan-jalan oleh Indah.
Tiba di pusat perbelanjaan Nayya menunggu Indah di samping mobil. Nayya memang sudah di ajarkan seperti itu. Indah dan Nayya berjalan bergandengan masuk kedalam pusat perbelanjaan.
"Hai Ndah?"
"Hai"
"Libur Ndah?"
"Dinas malam Dok."
"Anak siapa Ndah?"
"Anaknya Teteh Dok."
"Iya. Mari Dok kita masuk dulu ya."
"Owh! Iya silahkan."
Nayya dan Indah masuk menyisakan keheranan Dokter.Rian yang merupakan pengagum Nadin. Dokter.Rian tak menyangka Nadin sudah memiliki anak. Dia fikir Nadin masih single. Indah mengetahui kalo Dokter.Rian menyukai Kakaknya. Namun sama halnya dengan Nadin, Indah pun tak pernah menghiraukan siapapun yang menyukai Kakanya maupun dirinya.
"Nayya mau naik troli?"
"Ngga Onti, Nayya jalan aja sama Onti nanti Onti cape dorong trolinya."
"Anak baik." Indah memeluk dan mencium puncak kepala keponakannya.
"Nayya kalo mau sesuatu ambil aja ya."
__ADS_1
"Boleh Onti?"
"Boleh. Asal jangan berlebihan yah."
Mereka berdua pun berbelanja bersama. Sementara sepanjang perjalanan pulang Nadin terus memikirkan Nayya.
"Nayya kangen ga ya yang sama kita?"
"Sayaaang,,, Nayya pasti baik-baik aja sama Mamah, Bapa dan Indah."
"Tapi aku jadi kepikiran Yang."
"Iya sayang. Percaya yah kan Nayya tinggal juga bukan sama orang lain."
"Iya siih."
Nadin pun sendu dan memeluk Angga. Angga membalas pelukan Nadin karena Angga tau Nadin tidak baik-baik saja. Mang.Ujang yang mendengarkan percakapan majikannya terbawa sendu. Mang.Ujang sangat tahu bagaimana kedekatan Nayya dan Nadin.
Tiba di kediaman Bagaskara Angga dan Nadin disambut oleh Ayah yang sedang minum teh di teras depan.
"Kenapa anak Ayah mukanya di tekuk hm?" Tanya Ayah.
"Nadin kepikiran Nayya Yah."
"Owh! Sini peluk Ayah." Ayah merentangkan tangannya Nadin pun menghambur kepelukan Ayah.
Begitulah kedekatan Ayah dan menantunya. Ayah memang tak menjarak antara dirinya Nadin dan Arif. Angga tersenyum melihat tingkah Nadin yang begitu manja kepada Ayah. Begitupun Ibu yang baru saja datang dari dalam.
"Sudah jangan sedih lagi yah. Nayya pasti baik-baik aja. Masuk dan istirahatlah."
Nadin hanya mengangguk menjawabnya. Nadin mencium punggung tangan Ibu dan memeluknya. Ibu mencium pipi Nadin. Angga membawa Nadin masuk kedalam kamar setelah mencium punggung tangan Ibu.
__ADS_1
Tbc...