Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Best


__ADS_3

Nadin menunjukan pesan terakhir yang di kirim Angga padanya. Angga melihat jam pengirimannya. Dan betapa terkejutnya Angga karena sangat tidak mungkin Angga menulis pesan seperti itu pada istrinya. Kelahiran anaknya adalah sesuatu yang paling dinantikan olehnya.


Angga pun menjelaskan kepada Nadin bahwa saat itu Angga ingin pekerjaannya segera selesai agar lebih cepat pulang dan bertemu dengan keluarganya. Di tambah Nadin yang sudah dekat akan melahirkan. Namun siang hari saat dirinya meninjau proyek ponselnya hilang entah dimana.


Angga pun harus mengurus tentang kehilangan ponselnya. Angga sempat menelfon Nadin lewat nomer kantor tapi tidak terangkat oleh Nadin karena saat itu Nadin tengah mengurus Rafa.


Jadi sangat tidak mungkin Angga membalas pesan dari Nadin malam itu. Karena ponsel Angga sudah tidak bersamanya lagi. Sejenak keempat orang dewas itu pun terdiam.


"Sekretaris Lu cewek?" Tanya Aldo.


"Iya." Jawab Angga singkat.


"Muda?"


"Gw ga tau. Tapi kayanya jauh lebih muda dari kita." Jelas Angga.


"Single?" Tanya Aldo lagi.


"Setau Gw udah bersuami dan suaminya orang kita juga."


"Lu ada masalah sama suaminya?"


"Hah! Ngga tuh. Ngapain Lu tanya-tanya gitu?" Curiga Angga.


"Lu tinggal jawab aja. Kali aja Lu pernah bersinggungan secara tidak langsung dengan lakinya." Jelas Aldo.


"Ngga ada Aldo. Gw sama suaminya dia baik-baik aja. Malah Gw yang ngijinin mereka masih tetap bisa kerja satu atap asalkan mereka profesional. Dan Gw liat mereka profesional." Jelas Angga panjang kali lebar luas keliling.

__ADS_1


"Dengan sekretaris Lu?"


"Mana ada. Kerja dia bagus dan Gw ga pernah marahin karyawan Gw." Terang Angga kembali.


"Udah berapa taun mereka nikah?" Tanya Aldo lagi.


"Mana Gw tau Aldo. Lu apaan sih? Apa hubungannya ponsel Gw ilang sama mereka?" Kesal Angga.


"Ada Ga. Lu boleh tanga orang pinter. Gw yakin banget ponsel Lu ada sama dia. Kalo motifnya apa Gw ga tau ya. Bisa jadi dia iri sama kemesraan Lu sama Bini Lu. Karena sesibuk apapun Lu masih tetep ngasih kabar sama Bini Lu." Jelas Aldo panjang kali lebar luas keliling.


"Sekarang Lu minta rekanan cctv kantor Lu bulan lalu dan Lu liat sendiri." Saran Aldo.


"Nad rasa tidak perlu Mas, Ka." Saran Nadin.


"Ini biar ponsel Lu balik aja dulu." Saran Aldo kembali.


"Tapi Mas janji dulu. Mas cuma mau minta balik ponsel Mas aja." Bujuk Nadin.


Angga pun hanya menjawab dengan anggukan. Kemudian Angga mengetikan pesan pada seseorang. Dan Mba.Sus membawa ketiga anak Nadin kedalam dan membiarkan keempat orang dewasa itu menyelesaikan masalahnya tanpa gangguan anak-anak.


Ting... Bunyi pesan masuk di ponsel Angga. Angga dan Nadin memperhatikan dengan seksasa. rekaman cctv yang dikirim seseorang pada Angga. Dan Angga benar-benar tidak menyangka dengan perbuatan sekretarisnya itu.


📱Halo Yah.


📱Ada apa Nak? Sudah ada kabar tentang Nadin?


📱Nanti Angga kabari saat Ayah sudah di rumah. Angga minta tolong sama Ayah. Ambilkan ponsel Angga di sekretaris Angga.

__ADS_1


📱Hah! Ponsel kamu? Kamu becanda Nak?


📱Ngga Yah. Beneran. Angga minta tolong ya Yah.


📱Baiklah. Akan Ayah bawa besok saat pulang.


📱Terima kasih Yah.


Aldo pun menutup sambungan telfonnya. Menatap sendu wajah istrinya. Wajah istri yang sangat dia rindukan.


"Maaf ya sayang." Ucap Angga seraya mengusap lembut tangan Nadin. Nadin tersenyum dan menautkan jemarinya di jemari Angga.


"Yang, pulang yuk." Ajak Aldo.


"Ayo dah. Kalo udah ketemu mah lupa sama kita ya Yang." Sindir Santi pada Angga dan Nadin.


"Santi, Ka.Aldo terima kasih ya." Ucap Nadin sambil tersenyum.


"Sama-sama Nad. Pulanglah. Dan saran Gw buat Lu Ga. Mending Lu pindah ke rumah pribadi Lu. Lu juga harus mikirin perasaan Bini Lu." Nasehat Aldo pada Angga.


"Thanks Bro.. Lu emang best." Ucap Angga.


"Ada maunya aja Lu bilang Gw Best." Ledek Aldo.


Keduanya saling merangkul mencurahkan rasa sayang antar sahabat.


Sampai disini dulu semuanya.. Jangan lupa like dan komennya. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2