Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Pagi-pagi Buta


__ADS_3

Jam menunjukan pukul dua dini hari. Kedua penjaga rumah Angga sedang asik menyetel lagu dangdut untuk menghalau rasa kantuk keduanya. Karena di jam itulah jam rawan pencuri karena di jam segitulah orang tengah terlelap. Tiba-tiba keduanya di kejutkan dengan suara mobil berhenti di luar gerbang tapi tak ada seorang pun mengetuk pintu.


"Siapa Lim?" Tanya Pak.Toto.


"Ga tau. Tapi, itu kaya mobil yang tadi sore ke sini." Jawab Pak.Salim mengintip.


"Ada apa?" Tanya Pak.Toto lagi.


"Biar saya lihat Pak." Jawab Salim keluar gerbang.


Salim mengetuk kaca pintu pengemudi.


"Selamat dini hari Pak. Kenapa berhenti di depan gerbang Pak?" Tanya Salim ketika kaca mobil telah terbuka.


"Maaf Pak. Jika kurang sopan. Anak saya terus menangis ingin bertemu dengan Momi nya. Tapi, saya tidak berani bertamu di jam seperti sekarang. Dan lagi pula dia tertidur saat perjalanan kemari. Jadi biar saya tidur di sini juga ya Pak." Jawab Rama panjang lebar.


"Momi?" Tanya Salim.


"Owh! Maaf Pak. Maksud saya Nayya." Jawab Rama.


"Owh! Masukan saja Pak mobilnya. Tidak enak di depan gerbang begini." Ucap Salim.


"Apa tidak apa-apa Pak?" Tanya Rama ragu.


"Tidak Pak. Silahkan. Sebentar saya buka dulu gerbangnya." Ucap Salim.


Salim pun masuk mengambil kunci laalu membukakan gerbangnya. Rama pun memarkirkan mobilnya tak jauh dari pos bermaksud agar dirinya memiliki teman dan akan tertidur dengan tenang tanpa takut ada yang berniat jahat.


"Siapa Lim?" Tanya Pak.Toto.


"Itu Pak.Rama bapaknya anak kecil yang Non.Nayya bawa." Jelas Salim.


"Lah, terus ngapain dia pagi-pagi buta begini datang ke sini?" Tanya Pak.Toto lagi.


"Anaknya nangis mau ketemu sama Non.Nayya. Tapi, pas di perjalanan anaknya tidur jadi dia berniat diam di depan gerbang saja karena tak enak bertamu malam-malam." Jelas Salim.


"Owh! Ya sudahlah. Ayo kita lanjutkan konser kita." Ajak Pak.Toto. Konser yang di maksud adalah goyang dangdutan.

__ADS_1


Tepat pukul tiga suara tangis terdengar dari dalam mobil. Rama pun tampak menenangkan anaknya yang terus menangis.


"Lim, ajak masuk saja. Nyonya pasti sudah bangun jam segini." Usul Pak.Toto.


Salim pun mengetuk jendela mobil Rama.


"Maaf Pak. Anak saya terbangun lagi." Jawab Rama ngga enak.


"Sebaiknya Bapak bawa saja masuk Pak. Biasanya Jam segini Nyonya sudah bangun." Ucap Salim.


"Tapi, saya ngga enak Pak." Jawab Rama.


"Kalo begitu sebentar saya masuk dulu Pak. Saya lihat dulu apakah Nyonya sudah di dapur." Jawab Salim.


Antara senang dan heran Rama mendengarnya. Senangnya tangisan anaknya akan segera berhenti dengam bertemu Nayya. Herannya kenapa nyonya di rumah ini bangun sepagi ini. Bahkan sebagian orang masih asik terlelap di bawah selimutnya.


Salim pun masuk lewat pintu dapur seperti biasa jika akan mengambil kopi ataupun cemilan untuknya dan Pak.Toto. dilihatnya lampu dapur sudah menyala itu pertanda Nadin sudah berkutat di dapur.


"Pagi Nyonya." Ucap Salim.


"Pagi Lim. Mau ngopi?" Tanya Nadin.


"Kenapa?" Tanya Nadin yang tengah mempersiapkan beberapa menu untuk di masak pagi ini seperti biasa.


"Di depan ada Pak.Rama Nyonya." Jawab Salim.


"Pak.Rama siapa?" Tanya Nadin lupa.


"Itu Nyonya. Bapaknya anak kecil yang di bawa Nona.Nayya." Jawab Salim.


"Astaga! Ngapain dia bertamu sepagi ini?" Tanya Nadin heran.


Kemudian Salim pun menjelaskan kedatangan Rama dan Salim pun menyebutkan bahwa Rama sudah datang sejak pukul dua tadi. Nadin pun terkejut dibuatnya.


"Kenapa kamu ga bangunkan saya Lim?" Tanya Nadin.


"Karena Kata Pak.Rama anaknya tertidur jadi biar besok pagi saja bertamunya." Jawab Salim.

__ADS_1


"Astaga. Ya sudah sana kamu siapkan kamar tamu. Biar saya kedepan bawa Kanaya." Titah Nadin.


"Baik Nyonya." Jawab Salim kemudian berlalu menuju kamar tamu untuk merapihkannya.


Nadin pun keluar untuk melihat Rama dan Kanaya. Sampai di depan Nadin melihat Kanaya yang masih menangis dalam gendongan Rama.


"Astaga Cucu Oma kenapa menangis?" Tanya Nadin setelah jaraknya dekat dengan mereka.


"Maafkan saya Bu. Kanaya terus menangis ingin bersama Nayya." Jawab Rama ragu.


"Mama. Panggil saja Mama Nak." Ucap Nadin.


"Eh, Iya Mah." Jawab Rama.


"Sudah sini Cucu Oma. Ayok sayang kita ke kamar Momi kamu ya." Ajak Nadin seraya mengambil alih Kanaya dalam gendongannya.


Kemudian Nadin pun berjalan masuk di ikuti oleh Rama di belakangnya.


"Sudah selesai Lim?" Tanya Nadin yang berpapasan dengan salim saat akan masuk kedalam rumah.


"Sudah Nyonya." Jawab Salim menunduk. Kemudian Salim kembali ke Pos.


"Beristirahat lah Nak. Dikamar tamu. Biar Kanaya Mama bawa ke kamar Nayya.


"Terima kasih Mah." Jawab Rama. Dan hanya di jawab dengan senyuman oleh Nadin.


Nadin pun pergi ke kamar Nayya mengantarkan Kanaya yang sudah mereda tangisnya setelah di gendong Nadin. Sampai di depan pintu kamar Nayya Nadin pun mengetuk pintu kamar Nayya pelan.


"Ka, sudah selesai solatnya?" Tanya Nadin dari balik pintu.


Rama tertegun mendengar ucapan Nadin. Betapa takjubnya Rama dengan keluarga Angga. Karena sepagi ini mereka bangun untuk beribadah. Kemudian Rama pun masuk kedalam kamar yang sudah di siapkan oleh Salim.


"Sudah Mah. Ada apa?" Jawab Nayya sambil membuka pintu. Dan betapa terkejutnya Nayya melihat anak kecil dalam gendongan Nadin.


"Sayang, anak Momi." Ucap Nayya sambil mengambil alih Kanaya dalam gendongan Nadin. Nayya terus menciumi pipi gembul Kanaya tanpa menyadari dan bertanya dengan siapa anak itu datang.


"Bawalah dia tidur lagi Ka. Kasihan dia menangis semalaman." Ucap Nadin.

__ADS_1


"Makasih Mah." Jawab Nayya kemudian masuk kembali dan membawa Kanaya tidur bersamanya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya. Terima Kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2