Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Meninggalkan Kanaya


__ADS_3

Hari ini Nayya dan Rama harus mengurus beberapa persiapan pernikahannya termasuk fitting baju dan membuat undangan. Untuk yang lainnya Nadin menyerahkan kepada WO dengan tujuan agar Nayya tidak terlalu capek. Namun, Nayya dan Rama tetap di libatkan dalam pemilihan segalanya.


Pagi sekali Nayya sudah menyiapkan Kana. Sudah menyuapi dan memandikan Kana sebelum Rama datang menjemputnya. Sebenarnya Orang tua Rama sudah meminta Kana untuk ikut bersamanya karena takut membuat Nayya kelelahan mengurus Kana dan menyiapkan pernikahannya.


Tapi, karena Nayya tidak tega melihat tangisan Kana akhirnya Kana tetap dalam pengawasan Nayya. Hari ini Nathan dan Rika akan bertugas menjaga Kana saat Nayya dan Rama pergi. Karena hanya dengan Nathan Kana mau di tinggalkan oleh Nayya dengan catatan Kana tidak melihat kepergian Nayya.


"Non.Nayya. Den.Rama sudah di depan." Lapor Mang.Udin. Karena Rama tidak di ijinkan masuk terlebih dahulu oleh Nayya. Khawatir Kana melihatnya dan akan sangat sulit bagi mereka untuk pergi.


"Iya, Mang. Nayya kedepan sekarang. Makasih Mang." Ucap Nayya.


"Iya Non." Jawab Mang Ujang.


Mang Ujang pun kembali ke depan dan Nayya segera mengambil tasnya di kamar dan berpamitan kepada Nadin.


Nayya pergi tanpa berpamitan pada Kana karena akan sangat sulit baginya untuk pergi.


"Maaf lama Mas." Ucap Nayya sambil masuk kedalam mobil kemudian mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Rama seperti biasanya.


"Kana bagaimana?" Tanya Rama.


"Bersama Nathan dan Rika." Jawab Nayya.


"Rika menginap?" Tanya Rama lagi.


"Ngga. Pagi tadi datang di antar Ayah.


"Persahabatan Mama, Papa dengan sahabatnya terjalin dengan baik ya Yang." Ucap Rama kagum.


"Walau banyak sekali drama di dalamnya." Jelas Nayya.


"Owh! Ya." Heran Rama.


"Sangat banyak. Apalagi persahabatan Mama dan sahabatnya. Sangat penuh drama walaupun Mama selalu jadi penengahnya." Jawab Nayya.


"Sesabar itu Mama Yang." Tanya Rama.


"Mama adalah orang yang tak pernah aku lihat marah. Dan Nay selalu mengingat hal itu ketika ada sesuatu yang membuat emosi Nay naik." Ucap Nayya sendu.

__ADS_1


Rama mengusap lembut puncak kepala Nayya. Nayya menatap lembut Rama.


"Itulah yang membuat aku semakin sayang sama kanu Yang. Dan aku akan selalu menjaga kamu semampu ku." Ucap Rama.


Nayya pun menyandarkan kepalanya di bahu Rama. Dan tangannya melingkar di lengan Rama. Rama pun menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Angga Bagaskara menuju butik yang sudah di tentukan.


Di dalam rumah Nathan yang di tinggalkan Rika ke dapur tidak memperhatikan Kana berjalan menuju kamar Nayya. Saat Rika kembali Rika menanyakan dimana Kana Nathan pun terhentak. Dan mereka semua panik ketika mendengar Kana menangis di dalam kamar Nayya.


"Momi... hiks...hiks... Momi..." Jerit Kana di dalam kamar.


Semua pun berlari ke kamar Nayya. Karena panik. Saat membuka kamar Nayya terlihat Kana tengah duduk di atas tempat tidur dan menangis.


"Sayang princess nya Uncle kenapa nangis sayang?" Tanya Nathan seraya mengulurkan tangannya untuk menggendong Kana.


"Momi... Momi..." Tangis Kana.


"Jangan nangis sayang. Ada uncle sama Onty disini. oma juga ada." Ucap Rika.


"Sayangnya Oma. Yuk ikut Oma. Sebentar Momi beli susu Kana dulu ya. Kana main sama Oma sama Uncle sama Onty ya." Bujuk Nadin.


"Princess mau main di taman sama Uncle? Yuk kita main di taman sama Uncle sama Onty." Ajak Nathan dan Kana pun mengangguk di sela tangisannya.


Akhirnya Nathan dan Rika pun mengajak Kana berjalan-jalan di taman dengan ijin dari Nadin. Sampai di taman tangis Kana pun mereda. Kana sangat antusias melihat berbagai permainan di sana.


Ada sepasang mata yang memperhatikan gerak-gerik Kana. Dia terus memperhatikan Kana dan berusaha mendekati Kana tanpa sepengetahuan Nathan dan Rika. Namun, orang tersebut tak mengetahui jika Rika memiliki sisi yang tak banyak orang tau.


Diam-diam Rika menghubungi polisi teman SMA nya.


Nathan melihat gelagat tak biasa pada Rika. Namun, Rika memberi kode pada Nathan untuk bersikap biasa. Nathan pun mengerti. Jaka teman Rika yang juga di kenal Nathan sudah berada di dekat mereka. Rika memberitahu ciri-ciri orang yang berusaha mendekati Kana.


Jaka dan beberpa anak buahnya yang menggunakan pakaian bebas pun segera bersiap. Rika membiarkan Kana berlarian sedikit menjauh darinya dan Nathan. Saat orang tersebut beraksi menangkap Kana dengan sigap Jaka dan beberapa anak buahnya menangkap orang tersebut.


Sontak membuat orang tersebut histeris dan tidak terima. Kana pun menangis histeris. Nathan dan Rika segera menghampiri Kana. Kana menangis dan mengulurkan tangannya kepada Nathan.


"Turunkan anak itu." Titah Jaka.


Karena tanpa persiapan apa pun orang tersebut hanya menggendong Kana tanpa adanya ancaman. Namun karena gendongannya begitu erat. Membuat Kana kesakitan.

__ADS_1


Dengan sigap Nathan mengambil Kana dari gendongan orang tersebut. Dan salah satu anak buah Jaka menyekap orang tersebut. Kana pun memeluk erat Rika setelah Nathan memberikan Kana pada Rika.


"Bawa dia ke kantor." Titah Jaka.


Jaka dan anak buahnya pun membawa orang tersebut ke kantor sementara Nathan mengantarkan Rika dan Kana pulang terlebih dahulu. Kana pun tertidur dalam gendongan Rika setelah capek menangis.


Nathan dan Rika pun bersikap biasa saja setelah sampai di rumah. Nathan berpesan agar tak menceritakan apa-apa dulu kepada Nadin. Rika akan menemani Kana tidur di rumah sementara Nathan kembali ke kantor polisi dengan alasan akan ke rumah temannya pada Nadin.


"Jangan terlalu lama Mas. Masa Rika kamu tinggal." Titah Nadin.


"Iya Mah. Setelah urusannya beres Mas cepet pulang." Pesan Nathan.


"Ya sudah Kana di tidurkan di kamar Kakak saja. Tapi, maaf ya Ka kamu harus menjaga Kana." Ucap Nadin merasa tak enak.


"Ngga apa-apa kok Mah. Rika senang kok. Jadi bisa tidur juga kan sambil jaga Kana." Jawab Rika sambil tersenyum.


"Kamu ini. Sekali-kali marahin aja Mas. Main pergi seenaknya sementara kamu jagain keponakannya." Oceh Nadin.


"Ngga apa-apa Mah. Kan Kana juga ponakannya Rika." Jawab Rika sambil berlalu menuju kamar Nayya.


Sementara di percetakan Nayya terlihat cemas dan itu tak luput dari pandangan Rama. Beberapa kali orang percetakan bertanya Nayya selalu tertangkap tengah melamun.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Rama lembut sambil menggenggam tangan Nayya.


"Ngga apa-apa Mas. Nay hanya kepikiran Kana aja. Tiba-tiba perasaan Nay ga enak gitu." Jawab Nayya.


"Sabar ya sayang. Setelah ini kita langsung pulang. Atau besok kita datang lagi jika belum ada keputusan." Saran Rama.


"Eh, ngga usah mas. Udah Nay mau yang itu aja deh undangannya ga apa-apa kan?" Tanya Nayya.


"Ngga apa-apa sayang. Yang mana pun. Mas ga permasalahkan masalah harga. Yang penting pantas bagi kolega Papa dan Ayah." Jawab Rama.


"In sha Allah Mas." Jawab Nayya.


Setelah di putuskan Nayya dam Rama pun segera pulang karena Nayya begitu resah memikirkan Kana. Rama begitu terharu di buatnya. Pasalnya Kana adalah sarah dagingnya sementara Nayya lebih peka terhadap Kana di bandingkan dirinya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2