Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Tangisan Neta


__ADS_3

Satu bulan berlalu. Santi memberanikan diri datang ke kontrakan Nadin dengan membawakan makanan dan mainan untuk Nayya dan Nathan. Santi datang bersama Aldo.


Santi dan Aldo menunggu siempunya rumah keluar dengan sendirinya. Karena mereka yakin jika mereka mengetuk pintu Nadin tidak akan keluar. Menjelang siang seperti biasa mobil Nadin datang. Dan Nadin keluar dari mobil untuk membukakan pintu gerbang.


"Ibu, Bapak." Ucap Mba.Sus terpaku saat akan menutup pintu gerbang kembali.


Santi pun tak menghiraukan Mba.Sus. Santi langsung saja melangkah mendekati mobil yang di kendarai Nadin. Saat Nadin keluar dari mobilnya Santi langsung menghambur kedalam pelukan Nadin.


Nadin berusaha melepaskan pelukan orang tersebut namun ketika melihat seseorang di belakangnya Nadin hanya pasrah dan membalas pelukan Santi. Tangis santi pecah di pelukan Nadin.


Mba.Sus menuntun mereka semua untuk masuk. Dan kini mereka semua berada di ruangan yang mereka sebut ruang keluarga. Nayya di ajak Mba.Sus untuk ganti pakaian. Sementara Nathan mengekor kakanya yang baru saja pulang. Dan Neta tertidur di stroler.


"Ka.Angga tau?" Tanya Nadin. Dan Santi hanya menggelengkan kepalanya.


"Kami sudah tau keberadaan kalian beberapa minggu belakangan. Tapi kami pun tak ingin kecewa jika ternyata ini bukan kalian yang kami maksud." Jelas Aldo.


"Maaf." Jawab Nadin menunduk.


"Gw tau Nad. Lu kecewa kan?" Tanya Santi.

__ADS_1


"Gw mau menata hati dulu San." Jawab Nadin.


"Berapa lama Nad? Apa Lu ga kasian sama anak-anak. Secara ga langsung Lu pisahin mereka dengan Bapaknya Nad." Kesal Santi.


"Yang," Tegur Aldo. Dan Santi pun menghela nafas kasar.


"Gw tau Gw salah. Tapi, ga ada pilihan buat Gw San."


"Sampe kapan Nad? Sampe kapan Lu hidup sembunyi-sembunyi seperti ini?"


"Gw ga sembunyi San. Gw hidup normal."


"Maaf." Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Nadin.


Aldo merasa prihatin dengan keadaan Nadin. Aldo tau ini sulit bagi Nadin tapi Nadin berusaha setegar mungkin demi ketiga anaknya. Tanpa sepengetahuan keduanya Aldo mengirimkan pesan kepada Angga dan meminta Angga datang menemuinya tanpa Aldo katakan bahwa dirinya tengah berada di rumah Nadin.


Aldo keluar membiarkan kedua wanita tersebut meluapkan segala rasanya. Aldo pamit untuk mengeluarkan makanan dan mainan yang mereka bawa. Tanpa rasa curiga sedikit pun Nadin mengijinkan Aldo.


"Al." Ucap seseorang. Aldo menoleh dan menghampirinya.

__ADS_1


"Rumah baru?" Tanyanya.


"Bukan."


"Terus rumah siapa?"


"Lu liat saja ke dalam biar Lu tau ini rumah siapa." Jelas Aldo.


"Wah, ga sopan dong Gw Al." Jawab Orang tersebut yang ternyata Angga.


Aldo membawa Angga masuk kedalam. Dan betapa terkejutnya Angga melihat siapa yang tengah duduk bersama dengan Santi. Wanita yang dia cari Wanita yang begitu dia rindukan. Aldo menepuk bahu Angga seolah mengatakan dekatilah.


Angga sedikit berlari mendekati Nadin dan langsung berhambur membawa Nadin kedalam pelukannya. Angga menumpahkan segala rasanya.


"Maafin Mas Dek. Maaf." Hanya kalimat itu yang terlontar dari mulut Angga.


Melihat keharuan keduanya Santi tak kuasa menahan air matanya. Santi pun menghambur kedalam pelukan Aldo. Aldo membalas pelukan Santi dengan erat. Seolah mengartikan semua akan baik-baik saja.


Saat drama pelukan mereka tengah berlangsung tangisan Neta pecah memecahkan kesedihan diantara kedua pasangan tersebut. Angga tersentak dan mencari asal suara. Dan betapa Angga takjub melihat bayi mungil yang sedang menangis di dalam stroler.

__ADS_1


Sampai disini dulu ya. Maaf kemarin ga Up ada keperluan dulu. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2