
Hari ini Nadin pun harus kembali ke kota C bersama keluarga kecilnya. Mama sudah tidak begitu sedih di tinggal Nayya walaupun raut wajah Mama tak dapat menutupi kesedihannya. Hari ini Indah tidak mengantarkan Nadin pulang dikarenakan ada jadwal dinas.
Nadin akan langsung pulang ke rumah mertuanya. Ya Nadin dan Angga memutuskan untuk tinggal di rumah mertuanya sampai S3 Nadin selesai. Dan Nadin berencana akan membawa barangnya di kontrakan keesokan paginya lagi.
Sampai di kediaman Bagaskara Nadin disambut oleh Ibu,Ayah,Amel dan Arif. Ya Arif memang sekarang lebih memilih bekerja di kota C dari pada di kota JK sebelumnya. Karena Arif akan lebih dekat dengan Amel.
"Selamat datang Cucu Opa"
"Hai Opa, Kangen ya Opa sama Nayya?"
Mendengar celoteh Nayya sontak semua tertawa.
"Kangen sekali." Jawab Ayah sembari mengangkat tubuh Nayya kedalam gendongannya.
"Oma kangen Nayya?"
"Tentu." Jawab Ibu seraya mencium pipi Nayya.
"Om sama Tante ga di tanya nih?" Tanya Amel.
"Sudah pasti kangen dong sama Nayya."
Semua pun tertawa mendengarnya. Kediaman Bagaskara kembali ramai dengan adanya Nayya di tambah lagi sekarang ada anggota baru yang pastinya akan lebih ramai lagi. Nadin menyalami mertuanya dan adik iparnya.
"Teh.Nad. Sekarang jangan masuk kamar tamu yah."
"Eh, Hahahaaa..."
"Di angkut deh sama Kaka klo Nad berani masuk kamar tamu."
"Iiih, mau dong di angkut." Jawab Nadin sambil nyengir.
Angga dan Nadin pun masuk kedalam kamar mereka. Angga merebahkan diri diatas tempat tidur. Sementara Nadin duduk di sofa menghadap ke luar. Karena pemandangan dari balkon kamar Angga memang begitu indah.
"Yang,"
"Ya."
"Yaaaang,,"
"Kaka,,, ih ga ada capenya ya."
"Kamu loh yang bikin aku begini."
"Aaaa.... Jangan bilang gitu dong."
"Iya sayang. Ngga lagi. Tapi bener deh liat kamu gini aja rasanya gimanaaaaa gitu."
"Dasar mesum." Nadin melempar Angga dengan bantal sofa.
Angga tertidur di atas tempat tidurnya. Nadin keluar mengambil minum. Sebelum dirinya ke daput Nadin melihat Arif dan Amel di ruang TV. Klo Nayya jangan ditanya lagi dia langsung main bersama mba.Sus.
__ADS_1
"Rif, lu udah pindah ke sini ya?"
"Udah. Kebetulan lagi ada proyek juga jadi sekalian aja pindahan."
"Deeuh seneng banget nih adek gw."
"Yeee,,, emang Teh.Nad. aja yang seneng."
"Eh, ko gw geli ya klo lu oanggil gw teteh."
"Masa iya gw mesti manggil lu gw sih sama kaka ipar."
"Engga ah, Nadin aja gitu."
"Ngga sopan Nad. Ngga bagus buat contoh ke anak lu."
"Iya sih. Tapi, ya udah deh serah lu aja."
"Eh, Kaka mana?"
"Tidur."
"Caelah, abis lu apain ampe tidur gitu?"
"Gw bius"
Arif dan Amel pun tertawa setelah menjahili Nadin. Nadin melihat Nayya tengah berlari-lari di luar. Mba.Sus terus menjaga Nayya. Nadin berbincang-bincang dengan bibi di dapur. Nadin memang tak pernah menjaga jarak dengan siapapun.
"Mel, lu liat kaka ipar lu ngga?"
"Yaelah lu gitu aja kaget. Dimana dia?"
"Ampun deh Ga. Di tinggal bentar aja langsung nyariin. Tadi ke dapur."
"Ntar lu rasa sendiri Rif."
Angga pun langsung menuju dapur setelah tau Nadin di dapur.
"Sayang,"
"Eh, udah bangun ya?"
"Ko, ga tidur sih?"
"Ga ngantuk yang."
"Nayya mana?"
"Tuh, main di luar." Tunjuk Nadin.
"Pengantin maunya deket-deket terus ya mas."
__ADS_1
Angga tersenyum dan membawa Nadin kedalam.
"Ka,"
"Ya Yah?"
"Undang lah temen-temen kalian makan-makan disini."
"Boleh. Kapan?"
"Akhir pekan ini aja. Biar anak-anak mereka juga libur."
"Siap Yah. Angga hubungi mereka dulu ya."
"Nad, kapan masuk kerja lagi?"
"Senin ini Yah."
"Jaga kesehatan kamu ya."
"Eh, iya Yah."
Angga dan Nadin masuk ke kamar. Nadin dan Angga duduk di sofa. Masing-masing menghubungi sahabatnya untuk mengajak kumpul di rumah.
"Yang, itu Angga dulu gitu juga ya sama mamanya Nayya?"
"Mmm... Setau ku sih ngga."
"Abis tu siAngga jauh dikit aja kelimpungan."
"Biasa aja. Ka.Angga sibuk kerja Mamanya Nayya ya dirumah sama Ibu."
"Ko bisa gitu ya?"
"Dulu Anya itu kan sekretarisnya Kaka."
"Owh! Gitu."
"Iya, terus dateng Ka.Iwan. Udah gitu jadi Ka.Iwan terus ampe sekarang. Eh, sekarang ada lagi cowok juga yang bantuin Ka.Iwan."
"Ko cowok sih yang?"
"Ga tau. takut cinlok lagi kali."
"Tapi, kayanya Angga bukan tipe yang kaya gitu deh."
"Iya juga sih. Ngga tau juga ah. Pokoknya sekretarisnya cowok."
Hari mulai sore Arif berpamitan pulang. Ayah memberi tau rencana makan-makan di akhir pekan. Arif pun mengiyakan. Amel mengantarkan Arif sampai ke depan.
Sampai disini dulu ya..
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏