Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Teman Bermain Boneka


__ADS_3

Tak terasa waktu pun cepat berlalu. Bunda Kasih dan Ibu Santi pun berpamitan karena sudah sore. Mama Nadin pun sudah di jemput oleh Mas.Nathan. Rama sudah berada di rumah sejak siang tadi. Karena sudah berjanji akan pulang lebih cepat dan menyelesaikan pekerjaannya di rumah.


Hari ini jadwal Kanaya untuk mendapatkan vaksin untuk usia dua tahun. Nayya pun membuat janji dengan Dama seperti biasanya. Walaupun Dama selalu ingin merebut apa yang Nayya miliki tapi Dama cukup setia kawan dengan Nayya.


Nayya pergi hanya di antar oleh supir karena Rama harus menghadiri meeting di kantor yang tidak bisa di wakilkan oleh asistennya. Nayya pun mendorong stroler Kanaya dengan perut yang sudah membuncit. Nayya menunggu giliran di depan ruang dokter Anak.


"Dokter Nayya." Sapa seorang perawat.


"Mba.Rani. Aduh jangan panggil saya dokter saya jadi ga enak." Jawab Nayya.


"Selalu begitu Dok. Lagi ngisi lagi Dok?" Tanya Rani.


"Iya hehehe..." Jawab Nayya tersenyum.


"Wah, dokter kejar setoran ya?" Ucap Rani lagi.


"Ga sengaja Mba. Kecolongan nih." Jawab Nayya.


"Ya sudah. Sehat selalu ya Dok. Saya permisi dulu." Pamit Rani.


"Iya Mba.Rani terima kasih." Jawab Nayya.


Menunggu beberapa pasien lagi dan kini tiba giliran nama Kanaya. Nayya pun mendong stroler Kanaya masuk kedalam ruangan Dama. Semua tampak memandang Nayya dengan kagum. Namun ada juga yang merasa kasihan melihat Nayya mendoring stroler dengan perutnya yang membuncit.


"Assalamu'alaikum Onty." Ucap Nayya saat memasuki ruangan Dama.


"Wa'alaikum salam.. Halo cantiknya Onty. Hari ini vaksin terakhir ya. Setelah ini nanti di lanjutkan di usia sekolah." Ucap Dama pada Kanaya.


"Iya Onty." Jawab Nayya.


Kanaya pun melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu. Kanaya tampak menurut saat Dama memeriksa dirinya di bantu oleh suster. Nayya hanya mendampinginya memberikan ketenangan pada Kanaya.


"Boleh peluk Mominya ya tapi jangan tendang Momi ya sayang." Ucap Dama pada Kanaya.


Kanaya pun duduk di pangkuan Nayya dan memeluk Nayya dengan erat saat Dama mulai menyuntikkan vaksin di lengannya. Kanaya pun menangis dan Nayya menenangkan Kanaya dengan menepuk-nepuk punggung Kana dengan lembut.


"Alhamdulillah. Anak Momi hebat. Sudah ya. Sakitnya sedikit saja." Ucap Nayya menenangkan Kanaya.


"Terima kasih Onty. Sampai ketemu lagi nanti ya Onty di rumah aja tapi jangan di sini." Pamit Nayya pada Dama.


"Iya sayang. Sehat selalu ya." Jawab Dama.


"Nay, masih gendong Kana?" Tanya Dama.

__ADS_1


"Kadang-kadang kalau lagi rewel atau kaya gini aja." Jawab Nayya.


"Hati-hati. Kak.Rama kemana ga ngantar?" Tanya Dama cemas.


"Ada meeting penting. Lagian ini masih bisa di atasi Da." Jawab Nayya.


"Hati-hati ya." Pesan Dama.


"Iya makasih Da. Ayah menyusul nanti setelah dari ruangan Dokter Nabil." Jawab Nayya.


"Mau cek kehamilan juga?" Tanya Dama.


"Iya sekalian aja dari pada harus bolak balik." Jawab Nayya.


Nayya pun keluar dari ruangan Dama dengan mendorong stroler Kanaya dan Kanaya dalam gendongannya. Namun, saat Nayya keluar dari ruangan Dama, Rama pun datang menghampiri.


Rama langsung segera menuju rumah sakit setelah meetingnya selesai. Karena Rama mencemaskan Nayya dengan perutnya yang membuncit di tambah pasti Kanaya rewel setelah di vaksin.


"Sayang. Sini Kakak Papi gendong." Ucap Rama mendekati Nayya.


Kanaya pun berpindah pada gendongan Rama dan Kanaya mendorong stroler Kanaya. Banyak yang memandang kagum pada sepasang suami istri itu. Tampak begitu harmonis. Walaupun pada awalnya mereka merasa kasihan kepada Nayya karena pergi sendiri tanpa di temani suami padahal perutnya sudah tampak membuncit.


Akhirnya mereka menilai lain denga kedatangan Rama yang begitu tergesa-gesa dan terlihat panik melihat istri dan anaknya.


"Selamat siang Dok." Sapa Nayya masuk beserta Rama dan Kanaya.


"Siang. Halo Bumil apa kabar?" Tanya Dokter Nabil.


"Alhamdulillah baik Dok." Jawab Nayya.


"Halo cantik. Bagaimana sudah vaksinnya?" Tanya Dokter Nabil.


"Sudah dokter." Jawab Nayya dengan suara anak kecil.


"Nangis ya Dok?" Tanya Dokter Nabil.


"Sebentar aja sih. Aduh jangan panggil begitu Dok. Nayya saja. Jadi ngga enak deh." Jawab Nayya.


Dokter Nabil pun tertawa mendengar jawaban Nayya dan Rama mengusap lembut kepala Nayya. Setelah berbasa-basi Nayya pun di persilahkan untuk berbaring di ranjang periksa untuk di periksa perutnya.


"Alhamdulillah bayinya sehat. Wah, Kakak Nayya akan punya teman bermain boneka nih." Ucap Dokter Nabil.


"Perempuan lagi Dok?" Tanya Rama.

__ADS_1


"Iya Pak. Nih, jelas banget kelihatan." Jawab Dokter Nabil.


"Alhamdulillah apapun ga apa-apa dok yang penting ibu sama bayinya sehat." Jawab Rama.


Setelah di periksa Nayya pun duduk kembali di samping Rama. Kali ini Rama tidak menemani Nayya di dekat ranjang periksa karena harus menjaga Kanaya yang masih tampak sendu karena habis vaksin dan Nayya pun memahaminya.


"Ini resep vitaminnya ya Dok. Jangan lupa minum susunya." Jelas Dokter Nabil.


"Terima kasih Dok." Ucap Nayya kemudian mereka pun berpamitan.


Saat keluar dari ruangan dokter Nabil terlihat Ayah sudah berada di bangku tunggu pasien.


"Loh, kamu sudah di sini?" Tanya Ayah pada Rama.


"Sudah Yah. Maaf Kakak lupa ngasih tau Ayah. Tadi terburu-buru." Jawab Rama.


"Iya ngga apa-apa. Bagaimana Cucu-cucu Kakek? Sehat semua kan?" Tanya Ayah.


"Alhamdulillah sehat Yah. Kakak.Kana tadi nangisnya sebentar aja. Adek utun juga Alhamdulillah baik Kek." Jawab Nayya.


"Kata dokter Nabil perempuan lagi Yah." Ucap Rama.


"Alhamdulillah. Apapun yang penting Ibu dan Bayinya sehat." Jawab Ayah.


"Makasih Yah." Ucap Nayya.


"Ya sudah ayo kita pulang. Kasihan Kana lama-lama di rumah sakit." Ajak Ayah.


Mereka pun pergi ke parkiran mobil bersama. Ayah kembali ke kantor sementara Rama mengantarkan Istri dan anaknya terlebih dahulu. Supir yang mengantarkan Nayya sudah di perintahkan pulang sejak tadi.


Nayya meminta di antarkan ke rumah Mama Nadin. Karena akan melakukan fitting baju untuk acara pernikahan Refa dan Agiel. Sampai di rumah orang tua Nayya. Mobil Rama masuk dengan di ikuti mobil Yoga di belakangnya.


Nayya pun turun di bantu oleh Rama. Sementara Kanaya tertidur di kursinya. Setelah membantu Nayya turun Rama pun segera menggendong Kanaya yang tertidur.


"Apakabar Kak?" Sapa Yoga pada Rama dan Nayya.


"Kabar baik. Netanya mana?" Tanya Nayya.


"Sudah di rumah Kak. Tadi Yoga ke kantor dulu ada yang harus di tanda tangani." Jelas Yoga.


"Owh! Begitu. Ayo masuk. Kayanya orang butik sudah datang." Ajak Nayya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Ada yang mau kasih hadiah juga boleh banget kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2