Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kedatangan Amel dan Arif


__ADS_3

Suasana terasa begitu hangat di meja makan. Hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar. Namun tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan Amel dan Arif.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Amel dan Arif.


"Wa'alaikum salam." Jawab semua yang berada di meja makan.


Semua mata menoleh kearah sumber suara dan semua pun menyunggingkan senyumannya. Tak terlihat sedikitpun dari mereka yang terkejut dengan kedatangan Amel dan Arif. Berbeda dengan Amel yang sudah mengucurkan air matanya sejak mobil Arif memasuki gerbang rumah Angga dan Nadin.


"Dek, sini ikut makan sekalian." Ajak Nadin.


Amel menghampiri Ibu dan berdiri menggunakan lututnya di samping Ibu. Ibu mengulas senyumnya dan menghapus air mata Amel yang menganak di pipi Amel.


"Bangunlah Nak. Ayo kita makan bersama." Ucap Ibu.


Amel bangun di bantu oleh Arif kemudian duduk di bangku kosong samping Nayya. Amel mengusap lembut rambut Nayya. Nayya menoleh dan mengulas senyumnya.


Mereka pun melanjutkan makan malam yang sempat tertunda dengan kedatangan Amel dan Arif. Setelah mereka semua menyelesaikan makannya semua berkumpul di ruang keluarga dengan di temani teh hangat dan beberapa camilan yang Nadin sengaja bawa dari kota Y.


"Ayah, Ibu, Kaka dan Teteh. Amel minta maaf atas semua kekhilafan Amel kemarin-kemarin." Ucap Amel terputus-putus.


"Sudahlah Nak. Tak perlu mengungkit yang lalu. Perbaikilah kedapannya." Ucap Ayah.


"Iya Yah." Ucap Amel.


Amel pun menyandarkan kepalanya di bahu Arif. Arif mengusap puncak kepala Amel lembut.


"Nad, Lusa datanglah ke pabrik. Ada anak baru yang perlu kita seleksi." Pinta Arif.

__ADS_1


"Kenapa ga kalian aja?" Jawab Nadin.


"Ivan ga bisa datang. Ada rapat dia." Ucap Arif.


"Yaah... Ayah." Rajuk Nadin.


"Pergilah Nak. Biarkan anak-anak bersama kami." Ucap Ayah.


"Pergi saja sayang. Nanti biar Pa.Ujang yang mengantar." Titah Angga.


"Kamu ga pergi Rif?" Tanya Nadin.


"Hei, kamu Lupa jika suami mu dan Ivan Rapat maka Aku pun ikut Rapat." Jawab Arif dengan bahasa yang formal di hadapan mertuanya. Karena begitulah mereka bertutur jika di luar grup mereka sendiri. Lain jika hanya ada mereka saja.


"Yaah..." Keluh Nadin.


"Rapat apa Yang?" Tanya Amel pada Arif.


"Loh, bukannya?" Tanya Amel terputus.


"Semua baik-baik saja sayang. Nanti Mas ceritakan di rumah ya." Ucap Arif lembut mengusap lembut pipi Amel.


"Anak-anak jadi pindah sekolah Rif?" Tanya Ayah.


"Jadi Yah. Semua sudah Arif urus. Bundanya ga mau jauh-jauh katanya Yah. Takut Rafa punya adik lagi." Goda Arif.


"Mas,, ih. Malu dong. Masa di omongin sama Ayah sama Bunda." Ucap Amel.

__ADS_1


Ibu hanya tersenyum melihat keakraban anak-anaknya kembali. Ini yang selalu dia inginkan.


"Bu, sudah malam. Istirahat dulu. Tapi, sebelumnya minum obat dulu ya." Titah Nadin.


Kemudian Nadin membawakan obat Ibu dan memberikannya pada Ibu. Tanpa penolakan Ibu pun meminum semua obatnya. Setelah itu Ibu pun masuk kedalam kamar di antar oleh Nadin dan di ikuti oleh Amel.


"Ibu, bener ga mau tinggal sama Amel lagi? Itu kan rumah Ibu juga loh." Bujuk Amel.


"Nanti Ibu sesekali akan menginao disana. Kamu tidak keberatan kan?" Jawab Ibu pelan.


"Tentu saja ngga dong Bu. Itu kan rumah Ibu." Jawab Amel.


"Itu rumah mu Nak. Ayah telah memberikannya padamu." Ucap Ibu.


"Iya. Tapi, Ibu sama Ayah masih boleh ko tinggal di sana." Jawab Amel lagi.


Ibu pun hanya tersenyum menjawab ocehan Amel. Nadin membantu Ibu merebahkan badannya di kasur.


"Anak-anak Nadin sudah besar dan Nadin seorang perawat jadi kakak mu ini tidak begitu repot Nak. Sementara Kamu harus mengurus dua anak mu juga pekerjaan mu di butik. Nanti Ibu malah merepotkan kamu." Ucap Ibu.


"Ibu ga usah khawatir. Amel pasti bisa membaginya." Ucap Amel lagi keukeuh.


"Istirahatlah Bu. Nanti Ayah menyusul. Nad sama Amel keluar dulu ya. Permintaan Amel jangan terlalu Ibu fikirkan. Jika Ibu ingin pergi ke rumah Amel tidak ada yang melarangnya. Ibu bisa tinggal dimana pun." Ucap Nadin lembut.


"Ayo Dek. Biarkan Ibu istirahat dulu." Ajak Nadin.


"Baiklah. Ibu istirahat ya." Ucap Amel.

__ADS_1


Ibu pun tersenyum kepada dua wanita kesayangannya.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2