Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Ke rumah Aki dan Nenek


__ADS_3

Besok adalah hari bahagia untuk Kasih dan Rian. Nadin dan keluarga berencana menginap terlebih dulu di rumah Mamah. Nadin dan keluarga kecilnya pun bersiap untuk pergi ke kota J. Angga duduk dibangku penumpang tidak di balik kemudi karena Nadin menginginkan Angga tetap dekat dengannya.


Nayya senang sekali akan pergi kerumah Nenek dan Aki. Karena Nenek dan Aki selalu memanjakan Nayya. Apapun yang Nayya inginkan selalu dipenuhi walaupun dengan syarat.


Sampai di rumah Mama. Mama dan Bapa sudah menunggu di teras samping. Nayya langsung memburu Nenek dan Aki. Begitupun Nenek dan Akinya.


"Nenek, Aki Nayya kangen sama Nenek sama Aki."


"Sama dooong kita juga kangen sama Nayya iya kan Nek?"


"Selalu. Nenek selalu kangen sama Nayya. Jadi kan Nayya nginep seminggu di rumah Nenek?"


"Jadi dong Nek. Kata Mama boleh asal Nayya ga nakal." Nenek pun memeluk erat Nayya.


"Assalamu'alaikum Mah, Pak." Ucap Nadin dan Angga bersamaan.


"Wa'alaikum salam." Jawab Mama dan Bapa.


"Teteh, Aa sehat?"


"Alhamdulillah Mah sehat." Jawab Angga.


Nadin dan Angga mencium punggung tangan Mama dan Bapa. Nadin pun memeluk Mama dan Bapa.


"Perutnya semakin kaliatan ya Teh?"


"Iya Mah. Tambah gendut."


"Aaah,,, ngga apa-apa atuh kan nanti bisa diet."


"Hehehe... Iya Mah." Jawab Nadin tersenyum.


"Eeeh,,, ayo atuh masuk masa mau di luar aja."


Mereka semua pun masuk kedalam. Bercengkrama melepas rindu. Karena Indah masih piket pagi ini jadilah rumah sepi. Nadin tak pernah jauh dari Angga begitupun dengan Angga. Setiap Angga akan melangkahkan kakinya pasti selalu meminta ijin pada Nadin.


Saat Nadin mandi Mama menghampiri Angga. "Aa, maaf ya Teteh merepotkan Aa ya?"


"Ngga Mah, Aa ngga merasa di repotin sama Nadin."

__ADS_1


"Soalnya Mama liat sejak Teteh hamil kayanya Aa ga pernah jauh dari Teteh."


"Iya Mah. Teteh memang manja dan lebih sensitif setelah hamil. Tapi Aa menikmatinya ko Mah."


"Terima kasih ya A. Mau bersabar untuk Teteh."


"Ga perlu berterima kasih Mah. Ini semua udah kewajiban Aa. Aa seneng ko Mah."


Mama pun memeluk Angga dan tak kuasa meneteskan air matanya. Angga mengusap punggung Mama menenangkan. Meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Sayaaang...."


"Masya Allah. Sudah di panggil lagi. Sana Aa masuk lagi." Angga pun nengangguk.


"Iya, sayang."


"Dari mana ko ga ada?"


"Dari luar minum sayang."


"Minumnya mana?"


Nadin pun mengangguk. Nadin merebahkan badannya di kasur kesayangannya. Angga menemaninya disamping Nadin.


"Nayya kemana Ka?"


"Nayya ikut Aki ke kebun katanya ada ayam yang baru netes makanya Nayya mau ikut."


"Sama Mama juga?"


"Ngga tadi sih Kaka liat Mama lagi di belakang sendiri."


"Aku mau bobo di peluk."


"Boleh sayang. Sini."


Angga pun memeluk Nadin dan akan dengan mudah Nadin tertidur. Tapi, jangan harap Angga bisa melelas pelukannya begitu saja karena Nadin akan terbangun ketika pelukannya terlepas.


Siang hari Indah pulang dari dinas melihat mobil kakanya terparkir di halaman. Indah langsung memburu masuk mencari keberadaan Nayya.

__ADS_1


"Nayya sayaaaaang...."


"Heh, wa'alaikum salam."


"Eh, iya. Assalamu'alaikum Mama ku sayang." Ucap Indah sambil mencium punggung tangan Mama.


"Wa'alaikum salam. Gitu dong."


"Nayya mana Mah?"


"Nayya di bawa Aki ke kebun. Udah sana kamu mandi dulu. Kasian Nayya kamu bawa-bawa virus tuh di baju."


"Iiih,,, iya Mamah ku sayang."


Indah pun masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri dulu sebelum melepas rindu bersama ponakan kesayangannya. Indah memang meminta kepada Angga dan Nadin agar Nayya tinggal bersamanya di kota J. Namun Angga dan Indah memberi solusi biar nanti Nayya menginap di sini beberapa hari tapi tetep pulang ke kota C bersama Nayya dan Angga. Karena begitupun dengan Nadin tak bisa jauh dari Nayya.


Tak butuh waktu lama Indah pun keluar dari kamar dan kembali mencari Nayya.


"Udah datang Mah Nayya?"


"Belum. Nanti sebentar lagi paling Bapa pulang. Atau kamu susul saja ke kebun sana."


"Bagus ya. Tetehnya datang mah ga di cariin yang dicari ponakannya aja." Ujar Nadin keluar dari kamar.


"Ngga dong Teteh ku sayang. Teteh tetep dicari. Tapi kata Mama Teteh tidur." Ucap Indah sambil mendekat mencium lunggung tangan Nadin dan Angga lalu memeluk dan mencium Nadin.


"Ponakan Onti yang di perut Mama sehat juga dooong?" Ujar Indah sambil mengelus perut Nadin.


"Sehat dong Onti."


Mereka pun mengobrol di teras samping sambil menunggu Nayya dan Aki pulang dari kebun. Indah menceritakan rencana pernikahannya tiga bulan mendatang.


"Duuuh,,, perut Teteh usah makin gede tuh Dek nanti."


"Ga apa-apa dong Teh. Nanti pokoknya Teteh jangan capek-capek. Teteh duduk santai ajabgabusah ngurusin apa-apa."


"Iya."


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2