
Nayya dan Rama pin berjalan beriringan menuju ruang makan. Disana semua sudah berkumpul tinggal menunggu Nayya dan Rama. Setelah berbasa-basi mereka pun duduk bersebelahan. Nayya mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk suami tercinta.
"Makasih sayang." Ucap Rama dan Nayya pun membalasnya dengan senyuman.
"Mas.Nath cepet selesaikan kuliahnya terus lamar Rika biar ada yang melayani tuh seperti Nak Rama." Ucap Oma pada Nathan.
"Kenapa harus nunggu selesai kuliah Oma kalau hanya untuk melamar sih besok lusa juga bisa." Jawab Nathan.
"Iya sih Mas. Yang jadi masalah apa Ayah sama Bunda mau nerima Mas yang pengangguran ini jadi mantunya." Tambah Netanya.
"Astaga! Siapa bilang Mas pengangguran. Jangan sembarangan ya dek." Gemas Nathan pada adiknya.
"Sudah-sudah. Ayo makan jangan ribut. Besok Mama sama Papa lamarin Rika buat kamu Mas." Ucap Nadin dan semua pun terdiam menikmati makanan mereka.
Selesai sarapan Rama berpamitan untuk ke kantor pada semua penghuni rumah. Begitu juga dengan Angga. Nathan dan Netanya pergi bersama karena Nathan ada kuliah pagi.
Opa dan Oma berjemur di halaman samping di temani dua cangkir teh hijau untuk Opa dan Oma. Oma merawat tanaman-tanaman hiasnya sementara Opa duduk membaca korannya.
Nayya masuk kedalam kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya siapa tau ada yang penting. Sementara Nadin ke halaman belakang mengontrol orang yang Angga perintahkan untuk membuat kolam kecil untuk menaruh ikan.
Mengingat keinginan cucu kesayangannya untuk berenang bersama ikan. Akhirnya Angga meminta pada profesional untuk membuatkan kolam ikan kecil di halaman belakang.
"Selamat pagi. Anak Momi sudah bangun. Sudah mandi ya?" Tanya Nayya yang melihat Kana di gendong Bik.Lulu keluar dari kamar Netanya.
"Camat Pagi Mom. Ka cudah mandi cama Bibik." Jawab Kana dengan suara khasnya membuat Nayya gemas.
"Terima kasih Bik. Ayo Kakak makan sama Momi." Ajak Nayya pada Kanaya.
Kanaya pun merentangkan tangannya untuk beralih pada gendongan Nayya. Nayya pun membawa Kana kedalam gendongannya dan membawa Kana ke taman belakang untuk melihat proses pembuatan kolam ikan sementara Bik.Lulu membawakan sarapan pagi untuk Kana di belakang.
"Maaf Non, ini makanannya." Ucap Bik.Lulu.
"Owh! Iya. Makasih ya Bik." Ucap Nayya.
Nayya pun segera menyuapi Kanaya yang tengah asik memperhatikan orang yang tengah membuatkan kolam untuknya.
"Cucu Oma lagi makan ya. Pinternya. Makan yang banyak ya sayang." Ucap Nadin sambil mengusap lembut rambut Kanaya.
Setelah selesai menyuapi Kanaya Nayya membawa piring kotor bekas makan Kanaya ke dapur sementara Kanaya bersama Oma Nadin. Saat Nayya keluar dari dapur bersamaan dengan Oma dan Opa masuk.
"Dimana Kanaya Kak?" Tanya Opa.
__ADS_1
"Di belakang Opa sama Mama lihat pekerja yang membuat kolam sambil main bersama kelinci." Jawab Nayya.
"Ayo Yah kita main sama Cicit." Ajak Oma pada Opa.
Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju halaman belakang. Dengan Nayya membawakan cemilan untuk Kanaya. Saat mereka semua tengah asik bermain bersama dengam Kanaya. Bik.Mimin mendekati mereka semua.
"Maaf Non, Ada Ibu mertua Non bersama dengan Non.Dama dan Mamanya di depan." Lapor Bibik pada Nayya.
"Owh! Iya Bik. Terima kasih. Nayya kedepan sekarang." Ucap Nayya.
"Sayang, ada Nenek di depan ayo ikut Momi bertemu dengan Nenek." Ajak Nayya pada Kana. Kana pun mengikutinya.
Nadin, Opa dan Oma pun menyusul Nayya dan Kanaya ke depan untuk menemui besannya.
"Ibu, kenapa ga bilang mau ke sini?" Sapa Nayya pada Ibu mertuanya. Sambil mencium punggung tangan Ibu mertuanya.
"Tadi ga sengaja lewat sayang. Dama mengajak Ibu sama tante mampir. Dama kangen Kanaya katanya." Ucap Ibu.
"Owh! Kaya ga pernah ke sini aja Da. Kakak, ayo salim sama Nenek sama Onty." Titah Nayya setelah bersalaman dengan Ibu dari Dama dan Dama sendiri.
Kanaya pun bersalaman dengan Neneknya dan Nenej ibu dari Dama. Tapi, tidak kepada Dama selain takut karena Dama suka menyuntik kan vaksin pada Kanaya. Kanaya pun kurang menyukai Dama entah mengapa Kana tidak begitu dekat dengan Dama. Mungkin karena anak kecil tau mana yang tulus dan tidak.
"No, Onty nakal Momi." Ucap Kanaya polos.
Semua pun tersenyum karena mereka semua mengira Kanaya takut pada Dama hanya karena Dama sering memeriksanya dan menyuntiknya.
"Sayang, kok gitu ngomongnya. Onty kan suntik Kakak karena Onty sayang." Bujuk Nayya lagi.
"Iya ih. Masa Onty nya di cuekin gini sih. Sini peluk dulu." Ucap Dama di buat seolah-olah merajuk.
"No, Ka mau cama Nenek aja." Ucap Kanaya duduk di pangkuan Neneknya.
Nayya pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri kecilnya.
"Maaf ya Da." Ucap Nayya tak enak.
"Wah, ada tamu. Pantas suasana menghangat." Ucap Nadin menyambut kedatangan besannya.
"Kebetulan lewat Bu. Kangen cucu." Jawab Ibu Rama.
"Iya. Sering-sering kesini ya Bu." Ucap Nadin berbasa-basi.
__ADS_1
"Ko sepi Bu? Pada kemana?" Tanya Ibu Dama.
"Pergi kerja, kalau yang kecil-kecil sekolah." Jawab Nadin santai.
"Nenek, Kakek mana?" Tanya Kanaya.
"Kakek ke kantor Papi sayang." Jawab Nenek.
Tak terasa sudah sampai siang ketiganya bertamu di rumah Nadin dan Angga. Ibu Rama sebenarnya kurang nyaman berlama-lama walaupun dirinya sennag bertemu dengan menantunya Nayya dan cucu kesayangannya Kanaya. Hanya saja dirinya kurang nyaman dengan sikap Dama.
Itu pun dirasakan oleh Ibu nya Dama. Dirinya merasa tak enak kepada keluarga besan dari kakak iparnya begitu juga kepada Kakak iparnya. Dama memiliki banyak alasan untuk tidak beranjak karena Dama tau saar makan siang para lelaki tampan itu akan datang untuk makan siang.
Saat Nadin berpamitan untuk menyiapkan makan siang. Nadin mengirim pesan di grup keluarga mengabari anggota grup. Tak lama ponsel Nayya pun berbunyi. Nayya pun memjawab telfonnya sedikit menjauhi tamunya.
π±Halo sayang..
"................"
π±Owh! Begitu. Ini ada Ibu, Dama sama Ibu nya loh padahal sayang.
"....................."
π±Ya sudah ga apa-apa. Love you too.
Nayya pun mengakhiri panggilan telfonnya dan kembali bergabung bersama mertuanya. Opa dan Oma jangan di tanya sejak tadi mereka sudah berpamitan ke kamar untuk istirahat.
"Bu, Tante, Dama makan siang di sini ya. Mas.Rama makan siang di kantor." Ajak Nayya pada tamunya.
"Duh, ngga usah repot-repot sayang. Ibu pamit saja." Pamit Ibu Rama.
"Loh, kok gitu Bu. Ngga apa-apa Kok. Nayya ga repot kok Bu." Ucap Nayya.
"Ngga usah sayang. Lain kali aja ya. Ibu makan siang sama Ayah saja." Ucap Ibu Rama tidak enak.
"Ya sudah kalau begitu. Hati-hati nyetir nya ya Da." Pesan Nayya tak lagi memaksakan mertuanya.
Akhirnya Mereka bertiga pun berpamitan pulang. Kanaya mengantarkan Neneknya pulang dalam gendongan Nayya. Nayya, Nadin dan Kanaya mengantarkan mereka hingga ke halaman depan.
Setelah mobil Dama tak terlihat lagi ketiganya pun kembali masuk ke dalam. Nayya meminta Kanaya untuk bermain bersama Bik.Lulu sementara Nayya membantu Nadin menyiapkan makan siang untuk mereka.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok π. Terima Kasih πππ
__ADS_1