
Hai para riders yang masih setia dengan cerita ini. Maaf ya author jarang-jarang up. Soalnya kerjaan di dunia nyata masih melambai-lambai minta di selesaikan. Jangan lupa yinggalkan jejak kalian ya di kolom komentar biar author tambah semangat lagi.
**************
Tak lama sejak kepergian Angga dan Firman, Kasih pun datang bersama dengan buah hatinya Rika anak semata wayangnya. Kasih turun dari mobilnya bersama dengan Rika. Kasih menggandeng tangan Rika dengan anggunnya.
"Lihat, itu temannya Bu.Bos. Cantik kan. Aku senang kalo liat mereka berdua. Cantik-cantik." Ucap resepsionis 2.
Sementara resepsionis 1 tertegun melihat dua bidadari di hadapannya. Kasih tersenyum kepada dua resepsionis di hadapannya.
"Permisi saya mau ketemu dengan Ibu.Nadin." Ucap Kasih.
"Owh! Iya Bu. Bu.Nadin sepertinya sudah menunggu Anda di sana." Tunjuk resepsionis 2 kearah dimana Nadin menunggu Kasih.
"Owh! Terima kasih." Ucap Kasih lembut.
Dan resepsionis 1 pun hanya diam seribu bahasa tanpa ingin menjawab sapaan dari Kasih.
"Dia itu istrinya Pa.Rian yang beberapa bulan lalu menggantikan Pa.Angga di sini." Ucap resepsionis 2.
"Apa!?" Kaget resepsionis 1.
"Kamu kenapa sih? Kaya liat setan aja." Bentak Resepsionis 2.
"Ah, maaf. Saya hanya kaget aja." Jawab Resepsionis 1.
"Kaget kenapa sih?" Tanya Resepsionis 2.
"Ga nyangka istrinya Pa.Rian cantik juga." Celetuk Resepsionis 1 menutupi kegelisahannya. Pasalnya sebelum melihat Angga. Dirinya telah terpikat pesona seorang Rian Angkasa. Dan saat dirinya mengetahui bahwa atasannya adalah Angga dan pesona Angga lebih menggoda. Dirinya pun berpaling pada Angga. Namun, siapa sangka keduanya telah memiliki istri yang cantik luar biasa.
__ADS_1
Sementara itu.
"Nad," Sapa Kasih. Nadin pun menoleh kearah Kasih lalu bangkit dari duduknya dan menghambur kedalam pelukan sahabatnya itu.
"Cinta ku. Kangen." Ucap Nadin dengan suara di buat manja.
"Dih, geli Gw. Rika ayo salim sama Tante Nadin." Titah Kasih pada anak semata wayangnya.
"Hai Tante." Sapa Rika dan mencium punggung tangan Nadin.
"Hai, Ya ampun kamu tambah cantik deh." Gemas Nadin pada Rika kemudian mencium pipi chubby Rika.
"Terima kasih Tante. Tante juga cantik." Jawab Rika.
"Kas, buat Nathan ya anak Lu." Ucap Nadin spontan.
"Hei, tinggal di kota Yk bikin Lu jadi tambah gila ya. Anak kita masih bocah main Lu minta aja.
"Rika mau kan sama Mas.Nathan?" Tanya Nadin polos kepada Rika.
Rika hanya terdiam tanpa mengerti maksud dari ucapan Nadin.
"Ah, sudahlah. Jangan ngomongin itu dulu. Ge mau duduk nih pegel berdiri terus." Oceh Kasih.
"Astaga! Maaf Bu.Bos Lupa Gw saking senengnya ketemu calon mantu." Celetuk Nadin.
"Benar-benar ya otak Lu udah geser deh kayanya." Oceh Kasih.
"Pabrik udah beres?" Tanya Kasih. Ya, walaupun kasih tak ikut andil di saham pabrik tapi kasih selalu memantau keadaan pabrik milik ke empat sahabatnya itu.
__ADS_1
"Udah." Jawab Nadin singkat.
"Syukurlah. Terus kapan balik lagi ke sini? Betah banget di sana." Tanya Kasih.
"Belum tau Kas. Gw sih pengennya ya secepatnya. Liat nanti deh. Mungkin sampe anak-anak masuk semester baru." Jawab Nadin.
Keduanya pun asik berbincang. Nadin sudah meminta pelayan restoran untuk membawakan minuman dan beberapa camilan untuk mereka bertiga terutama untuk si cantik yang katanya calon menantu.
Sampai sore hari jam pulang kantor Rian datang untuk menjemput Kasih dan Rika. Kedua resepsionis itu pun kembali kasak kusuk melihat kedatangan Rian. Terutama resepsionis 1 yang memang sangat mengagumi Rian. Ralat bukan cuma Rian rapi Angga juga.
Rian datang langsung menemui istri dan anaknya tanpa memperhatikan sekitarnya. Rian di sambut uluran tangan oleh kasih lalu Kasih mencium punggung tangan Rian dan Rian mengecup puncak kepala Kasih lembut. Begitupun dia lakukan kepada Rika anaknya.
"Gw ga di cium juga Ka?" Goda Nadin.
"Bisa ga selamat Gw balik dari sini." Jawab Rian yang langsung duduk di samping istrinya.
"Kalian ga kemana-mana?" Tanya Rian.
"Emangnya kita mesti kemana?" Tanya Nadin.
"Lah, jalan gitu ngemall belanja-belanja atau sekedar memanjakan diri di salon kecantikan." Jawab Rian.
"Kamu mah kaya baru kenal Nadin aja Mas. Mana mau dia begituan." Ucap Kasih.
"Owh! Iya Lupa Gw." Jawab Rian dan kemudian ketiganya tertawa menyisakan Rika yang tak mengerti dengan ucapan ketiga orang dewasa di hadapannya.
Saat ketiganya asik berbincang. Firman dan Angga datang menghampiri mereka. Jadilah sekarang ramai dengan ocehan orang-orang dewasa yang semakin membuat Rika pusing karena tidak mengerti. Untunglah camilan yang di bawa pelayan tadi cukup untuk menghalau kebosanan Rika menghadapi kelima orang dewasa itu.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya. Terima Kasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
,,