Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Kumpul


__ADS_3

Sudah satu minggu Kana tinggal bersama dengan Nayya. Orang tua Nayya pun sudah kembali dari kota J. Nini pun ikut serta karena akan menghadiri pesta pertunangan Refa dan Agiel anak dari Ivan. Pesta akan di adakan esok hari. Nayya sudah mempersiapkan pakaiannya beserta Kana juga.


"Ka, ini." Nadin memberikan dua paper bag kepada Nayya.


"Apa Mah?" Tanya Nayya heran.


"Baju untuk Rama. Itu ada dua ukuran Mama ga tau yang mana yang cocok." Jawab Nadin santai sambil mengajak Kana bermain.


"Tapi baju buat apa Mah?" Masih dengan tampang tak mengerti.


"Buat acara Refa besok Ka. Masa iya nanti Rama pake baju beda sama kita." Tegas Nadin.


"Maksud Mama ini baju seragam?" Kaget Nayya.


"Iya dong Ka. Masa kita semua seragam dia beda sendiri. Udah sana anter ke kantornya suruh dia ngepas. Udah selesai balik lagi banyak yang harusbkita persiapkan. Sore nanti Om.Ivan sama Om.Nando datang." Titah Nadin.


"Nayya ga perlu di bawa biar Mama sama Nini yang jaga." Sambung Nadin lagi.


"Iya Mah." Jawab Nayya malas.


Hubungan Nayya dan Rama memang belum terlalu dekat. Rama masih menjarak dengan Nayya begitupun Nayya. Karena mereka masih belum menyadari perasaan mereka satu sama lain.


Sampai di kantor Rama Nayya menyapa ramah resepsionis yang tengah bertugas.


"Selamat siang Kak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya resepsionis ynlang bernama Yanti.


"Saya mau ketemu sama Pak Rama. Beliau ada?" Tanya Nayya sopan.


"Apa sudah membuat janji Kak?" Tanya Yanti kembali.


"Belum. Tapi, saya Nayya. Bilang begitu saja." Ucap Nayya.


"Baik sebentar Kak. Saya tanyakan dulu pada sekretaris nya." Ucap Yanti.


Sambil Yanti menghubungi sekretaris Rama. Nayya pun menunggu di sofa lobi. Tak lama Yanti pun menghampiri Nayya.


"Silahkan Kak. Pak Rama ada. Kakak bisa langsung naik ke lantai 10." Ucap Yanti menunjuk ke arah lift khusus direktur.


"Owh! Iya terima kasih Kak." Ucap Nayya sopan.


Sampai di lantai sepuluh Nayya melihat sekeliling mencari keberadaan Rama.


"Maaf, ruangan Pak.Rama sebelah mana ya?" Tanya Nayya pada salah satu karyawan wanita yang kebetulan ada dekat Nayya.


"Ada perlu apa anda menemui Pak Rama?" Tanya ketus karyawan wanita tersebut.


"Astaga jutek banget ni orang." Batin Nayya.


"Hm.. Maaf. Saya tidak bisa menyampaikan kepada Anda. Saya hanya bertanya dimana ruangan beliau itu saja." Jawab Nayya santai.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Riko sekretaris Rama.


"Eh, Pak.Riko. Ini Pak ada yang nyari Pak.Rama." Jawab wanita itu di buat-buat.


"Astaga bunglon toh ternyata." Batin Nayya.


Nayya pun menyunggingkan senyumannya kepada Riko.


"Owh! Ibu sudah sampai. Mari Bu silahkan sebelah sini ruangannya." Ucap Riko sambil menunjukan jalan untuk Nayya.


"Terima kasih." Jawab Nayya mengikuti Riko.


"Ibu." Bisik Karyawan wanita tadi.


"Assalamu'alaikum." Ucap Nayya setelah sampai di ruangan Rama.


"Wa'alaikum salam." Jawab Rama lalu menengadahkan wajahnya menghadap ke arah pintu masuk.


"Nay, masuklah. Kamu sendiri?" Tanya Rama.


"Hm.. Ya. Ini. Mamah meminta Mas mengukur." Ucap Nayya.


"Mengukur? Duduklah dulu." Ajak Rama pada Nayya.


Kini mereka pun duduk di sofa ruangan Rama. Riko sudah sejak tadi keluar untuk membawakan Nayya minum.


"Mama yang meminta buka kamu? Kalau begitu Mas ga akan datang." Jawab Rama pura-pura merajuk.


"Mas,," Rengek Nayya.


"Jadi?" Tanya Rama.


"Aku dan Kana yang meminta." Ucap Nayya mengerucutkan bibirnya.


"Ceh, jangan seperti itu bibirnya nanti Mas khilaf." Ucap Rama sambil berlalu membawa paper bag yang dibawa Nayya.


"Mas, Kamu ya." Teriak Nayya.


Terdengar ketukan di pintu Nayya pun meminta orang di luar untuk masuk dan ternyata Riko sekretaris Rama membawakan minum untuk Nayya.


"Terima kasih Ka." Ucap Nayya.


"Sama-sama. Si bos kemana?" Tanya Riko. Dan Nayya hanya menunjuk ke arah pintu ruangan pribadi Rama.


Riko mengernyitkan dahinya.


"Mencoba baju yang Nayya bawa Kak." Ucap Nayya menghalau fikiran kotor sekretaris Rama.


"Ini yang akan Mas pakai. Yang ini terlalu pas." Jawab Rama.

__ADS_1


"Baiklah. Ini Nay bawa pulang lagi. Besok Mas pakai itu ya. Nanti Nay tunggu di rumah Jam 9." Jelas Nayya.


"Baiklah." Jawab Rama.


"Kalau gitu Nayya pamit ya Mas. Kasihan Kana sudah lama Nayya tinggal." Pamit Nayya.


"Papinya ga kasihan Nay?" Tanya Riko.


"Maksud Kakak." Tanya Nayya.


"Sudahlah. Ga usah dengerin Riko. Mas antar sampai ke bawah." Ajak Rama.


Riko pun tersenyum melihat tingkah bos nya itu.


Setelah mengantarka Nayya Rama kembali ke ruangannya. Menyelesaikan tugasnya yang terhenti karena kedatangan Nayya. Sementara Nayya sampai di rumah langsung di tempel Kana. Karena sudah di tinggal.


Kana selalu seperti itu jika Nayya meninggalkannya. Sepulangnya Nayya pasti Kana akan menempel terus dan ngga mau berpindah pada siapapun termasuk Rama sekalipun.


"Sayang, kita mandi ya." Ajak Nayya.


Sepeninggalan Kana dan Nayya datanglah rombongan Nando dan Ivan. Ya, keluarga Ivan memang akan tinggal di rumah Angga sebelum acara lamaran.


"Agiel anak Mama. Udah gede ya kamu. Mau nikah aja." Sambut Nadin pada Agiel.


"Ma," Manja Agiel pada Nadin.


"Duh, manjanya kamu Giel. Malu sama calon istri Giel." Ledek Angga.


"Biar ajalah Pah. Agiel kan kangen sama Mama." Jawab Ageil cuek.


"Sama Papa ngga Giel." Sindir Angga.


"Papa juga dong tentunya." Jawab Agiel lalu berpindah memeluk Angga.


Ya Agiel memang dekat dengan Nadin dan Angga. Karena Angga selalu memanjakan anak Lelaki itu. Agiel dan Nathan anak laki-laki satu-satunya di keluarga Angga dan ivan. Dan diantara persahabatan Nadin, Ivan, Nando, Arif dan Kasih. Agiel dan Nathan adalah dua lelaki kesayangan mereka karena semua anak perempuan setelah meninggalnya Rafa karena kecelakaan.


Dua anak perempuan dari Nando, Dua dari Ivan, Satu dari Arif, Dua dari Nadin dan Satu dari Kasih. Dua anak perempuan Ivan dan Nando sudah menikah. Smeentara Anak Nadin dan Kasih belum ada yang menikah. Dan sekarang anak dari Arif dan Ivan akan menikah tinggallah anak-anak Nadin dan Kasih yang belum menikah.


Dan diam-diam Nathan dan Rika anak sematang wayang Kasih menjalin hubungan. Namun keduanya sama-sama menyembunyikannya. Biarlah nanti menjadi kejutan bagi kedua orang tuanya. Bahkan saat pertemuan keluarga pun keduanya akan bersikap biasa saja. Maklum lah keduanya masih berkuliah.


Selesai memandikan Kana Nayya keluar dari kamarnya membawa Kana dalam gendongannya. Semua mata memandang kearah Nayya dengan sejuta pertanyaan di benak mereka. Nayya dengan acuhnya menghampiri semuanya dan mencium punggung tangan para orang tua yang masih bengong melihat Nayya menggendong seorang bayi perempuan.


"Nadin," Ucap Ivan pada Nadin.


"Buah jatuh ga jauh dari pohonnya Van." Jawab Nadin.


"Astaga!" Jawab semua orang yang berada di ruangan itu.


Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2