
Lima tahun berlalu. Kini usia Neta sudah menginjak usia enam tahun. Neta mulai memasuki bangku taman kanak-kanak. Nadin selalu mengantarkan Neta ke sekolahnya dan menungguinya sampai jam pulang sekolahnya datang.
Nadin sudah memutuskan untuk tidak mengajar sama sekali walaupun Aldo dan Santi membujuknya berkali-kali. Hanya dua tahun bertahan sebagai dosen tamu di kampus milik Aldo.
Tiga tahun belakangan ini Nadin hanya fokus kepada keluarganya saja. Apalagi setelah Ibu mertuanya sakit dan memutuskan untuk tinggal bersama dengan keluarga Angga. Anet hanya ingin mengurus keluarga kecilnya dan Ibu mertuanya.
Ayah merasa tidak enak sebenarnya ketika Angga memintanya untuk pindah ke rumah pribadi Angga. Namun, Ayah pun tidak bisa menolak karena Amel sangat tidak bisa merawat ibunya sendiri. Jangankan Ibu. Kedua anaknya saja mengharuskan suster dan mertuanya yang membantu merawatnya.
Itu membuat Ayah sangat terpukul dengan sikap Amel. Padahal mereka tidak pernah mengajarkan itu kepada Amel. Amel sangat gampang terpengaruh oleh teman-temannya. Kenapa Angga meminta orang tuanya untuk tinggal bersama dengan alasan rumah Angga tak memiliki lantai atas yang akan menyulitkan orang tuanya untuk naik turun tangga.
Nathan yang sudah duduk di bangku sekolah dasar bersekolah bersama dengan Nayya kakaknya. Nathan yang duduk di bangku kelas dua dan Nayya duduk bangku kelas lima.
Keduanya akan di jemput oleh supir pribadi keluarga Angga. Selain supir atau kedua orang tuanya Nayya dan Nathan di karang keras ikut dengan orang sembarangan.
Selepas Neta pulang. Nadin segera melajukan mobilnya menuju rumahnya. Neta bercerita kepada Nadin tentang sekolahnya hari ini. Nadin memang selalu menempatkan dirinya sebagai sahabat dari anak-anaknya. Supaya mereka semua mau terbuka kepadanya. Nadin tidak ingin ketiga anaknya merasa kurang di perhatikan atau lebih terbuka kepada orang lain dibandingkan kepadanya.
Nadin mendengarkan cerita Neta dengan seksama. Dan perbincangan keduanya berhenti ketika mobil Nadin sudah memasuki halaman rumah mereka. Neta turun dari mobil dan menghampiri Omanya yang tengah duduk di kursi roda di temani Opanya.
"Oma, selamat siang. Neta udah pulang." Ucap Neta dengan khas suara anak kecil yang sangat lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
Omanya hanya bisa tersenyum dengan lembut menyapa cucu kesayangannya. Ya Oma terkena stroke hingga mengakibatkan dirinya sulit untuk berbicara. Sehingga Opa atau yang lainnya yang harus membantu Oma untuk berkomunikasi dengan cucu-cucunya.
"Opa ga di sapa nih?" Ucap Opa.
"Hai, Opa. Selamat siang." Ucap Neta.
"Selamat siang sayang. Ganti bajumu dulu ya sayang. Nanti bermain bersama Opa dan Oma." Titah Opa.
Neta pun menuruti perkataan Opanya dirinya segera masuk kedalam untuk berganti pakaian. Nadin mendekati kedua orang tuanya dan menyalami tangan keduanya seraya mencium punggung tangan keduanya.
"Ibu sudah lama diluar?" Tanya Nadin.
"Baru saja Nad. Ibu sengaja ingin menyambut Neta." Jawab Ayah.
Ayah selalu merasa bangga terhadap Nadin. Selalu membuat mereka nyaman berada di rumahnya. Nadin pun tak pernah membedakan orang tuanya dan mereka berdua. Nadin selalu berlaku adil ke pada dua pasang orang tuanya.
"Biar Ayah yang mendorong kursi Ibu Nad. Kamu pergilah membersihkan diri." Ucap Ayah.
"Tidak apa-apa Yah. Biar Nad antarkan kalian dulu setelah itu Nad pergi bersih-bersih." Ucap Nadin lembut.
__ADS_1
Nadin pun mendudukkan Ibu di sofa ruang keluarga dan menyalakan televisi agar ibu bisa menonton televisi sambil melihat Neta bermain di sudut ruang keluarga mereka.
Saat Nadin akan ke kamarnya Neta datang dengan membawa mainannya untuk bermain di tempat bermain yang berada di sudut ruang keluarga mereka. Angga memang sudah menyulap sudut ruang keluarganya menjadi tempat bermain agar kedua orang tuanya bisa mengawasi mereka.
"Sayang. Jaga Oma dan Opa ya. Mama mau bersih-bersih dulu." Ucap Nadin pada Neta.
"Siap Mama yang cantik." Ucap Neta menuju ruang keluarganya.
Neta pun bermain di tempatnya dengan di awasi oleh Opa dan Oma. Oma tersenyum kearah Neta. Mba.Sus pun mengahampiri Neta membawakan jus untuk Neta.
"Adek mau cemilan?" Tanya Mba.Sus.
"Ngga Mba. Nanti Neta minta kalo Neta mau." Jawab Neta lembut.
Mba.Sus memang hanya bertugas di rumah jika Nadin tidak berhalangan. Tugasnya semakin berkurang setelah anak-anak Nadin semakin besar. Hanya sesekali mereka meminta bantuannya.
Kini Mba.Sus bertugas pula menjaga Ibu ketika Nadin pergi. Dan Mba.Sus pun dengan suka hati melakukannya. Ibu pun tidak keberatan jika Mba.Sus membantunya. Karena Ibu sudah merasa tidak asing lagi dengannya.
Kedekatan keluarga Nadin dan para Maid memang sangatlah dekat. Nadin tidak pernah membedakan mereka semua. Itulah yang membuat Para Maid betah bekerja di rumah itu.
__ADS_1
Mereka sangat bersyukur bisa bekerja di rumah keluarga Nadin dan Angga. Mereka pun akan bergantian mudik jika lebaran tiba. Mereka tidak pernah tega meninggalkan majikannya di hari raya. Dan Nadin pun tak segan memberikan bonus kepada mereka.
Sampai disini dulu ya semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya. Terima kasih 🙏🙏🙏