Mama Untuk Anakku

Mama Untuk Anakku
Panik


__ADS_3

Hai Rider... Mohon maaf ya telat Up dikarenakan Nenek author meninggal 🙏🙏🙏 Selamat membaca semuanya...


Sejenak suasana hening. Tak ada satu orang pun mengeluarkan kata-kata. Bahkan Nando pun hanya diam menunduk sambil melihat-lihat ponsel milik istrinya. Dan betapa kagetnya Nando saat melihat vidio dan foto-foto dirinya bersama selingkuhannya.


Nando hanya bisa terdiam terpaku melihat semuanya terpampang nyata tanpa ada yang tertutupi. Dia pun tak tau siapa pengirimnya.


"Nan," Tanya Arif. Nando hanya menatap sahabatnya itu.


"Temuilah istrimu di kamar depan." Ujar Kasih sambil menepuk bahu Nando. Nando pun tersentak ternyata isterinya berada di sana juga.


Nando langsung bangun menuju kamar depan menemui Tina. Yang lain hanya diam tanpa berkomentar apapun. Nando membuka perlahan handle pintu kamarnya. Tina menoleh ke arah pintu. Nando menyembulkan kepalanya dan Tina pun menampakan senyumannya.


Nadin menyandarkan kepalanya di dada Angga. Angga pun membalas dengan memeluk Nadin. Kasih pun masuk kedalam pelukan Rian. Begitu pula dengan Amel dan Arif.


"Ya Tuhan... Ampunilah sahabat-sahabatku ini." Ucap Ivan.


"Apaan si Lu Van?" Seloroh Arif.


"Ya kalian emang ga punya hati." Jawab Ivan.


"Lu ada masalah apa sih? Masih mikirin keuangan pabrik?" Jawab Nadin.


"Kalian itu masalahnya. Kalian enak-enakan peluk-pelukan."


Hahahahaaa.... Semua tertawa terbahak tanpa komando.


"Ga tau diri emang kalian."

__ADS_1


"Nih gw kasih." Jawab Kasih sambil melemparkan bantal kursi ke arah Ivan.


"Nih gw tambahin biar lu anget." Jawab Nadin.


"Mending balik deh gw."


"Pundung Lu." Ucap Nadin


"Nando sama Tina Bro?" Tanya Arif.


"Bo** amat..." Ivan pun pulang meninggalkan Nando dan Tina.


"Terus mereka gimana Van?" Teriak Kasih.


"Ora Urus..." Jawab Ivan sambil terus berlalu keluar rumah.


"Biar aja nanti pa Ujang yang antar mereka.


"Bukan Itu.."


"Pabrik?"


"Iya."


"Sudah kita kan sudah sepakat."


"Terus Ivan?"

__ADS_1


"Dia ga akan marah sama kalian sayang..."


Entah apa yang terjadi dengan Nando dan Tina di dalam kamar. Sampai Kasih dan Rian pun harus memutuskan menginap di kediaman Bagaskara karena Nando dan Tina tak kunjung keluar.


Pagi hari Kasih dan Rian berpamitan pulang karena mereka berdua harus bekerja. Pagi ini Nadin ada jadwal mengisi seminar di hotel A. Tapi, Nando dan Tina belum juga keluar dari kamar mereka.


Arif memberi kode pada Nadin untuk mengetuk pintu kamar depan. Namun nadin menggeleng dan memberi kode untuk Arif saja yang mengetuk pintu kamar depan.


Kasih pun tak sabar dan memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mereka.


Tok...Tok... Tak ada jawaban. Kasih pun mengetuk pintu lebih keras.


"Nando..." Teriak Kasih. Namun tak ada jawaban kembali. Kasih menengok ke arah sahabat -sahabatnya.


Semua memberi kode seolah bertanya "Bagaimana?" Kasih memberi kode dengan mengangkat bahu.


"Nan,,,, Nando...." Tetap tak ada jawaban. Kasih mulai panik. Kasih pun menggedor pintu kamar dengan keras.


"Nando." Teriak Kasih. Rian mulai panik karena Kasih mulai berteriak. Rian pun mendekati Kasih. Dan Rian pun ikut mengetuk pintu kamar Nando. Namun kamar bagaikan tak berpenghuni. Sunyi sepi. Nadin mulai gelisah karena seminar akan dimulai dua jam lagi. Semua mulai panik.


"Yang,," Bisik Nadin.


"Tenang sayang. Semua akan baik-baik aja." Angga terus menenangkan Nadin.


Angga meminta kunci cadangan kepada maid. Setelah kunci di dapat Angga pun meminta maid membuka pintu kamarnya. Setelah pintu berhasil di buka betapa semua terkejut melihat isi Kamar.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2