
pagi hari Nadin sudah bersiap dan menyiapkan bawaan untuk di bawa kembali ke kota C. Nayya sudah bersiap bersama Nenek. Angga sudah memanaskan mobil. Bapak sudah menunggu di meja makan untuk sarapan.
Setelah semua berkumpul sarapan pun dimulai. Nayya di suapi Nenek. Nenek nampak berat berpisah dengan Nayya. Raut mukanya pun berubah menjadi sendu. Sambil menyuapi Nayya Nenek terus membelai rambut Nayya. Semua itu tak luput dari pandangan Angga. Angga memberi kode pada Nadin untuk melihat ekspresi Mama.
"Nenek, nanti klo Mama dan Papa Nayya senggang Nayya pasti datang lagi ke sini ko."
"Iya itu masalahnya. Kapan Teteh senggangnya?"
"Mah, nanti Teteh pasti sering bolak-balik kesini ko Mah. Apalagi sekarang Teteh harus menyiapkan persiapan pernikahan Teteh. Pasti Teteh bolak-balik pulang."
"Janji ya klo pulang bawa Nayya."
"Iya Mah."
Nayya sudah masuk kedalam mobil bersama dengan Nadin dan Angga. Nayya melongok dari kaca yang masih Angga buka untuk Nayya.
"Nenek sama Aki jangan sedih ya. Nayya nanti pasti ke rumah Nenek sama Aki lagi."
"Iya. Aki sama Nenek tunggu ya." Jawab Aki. Karena Nenek sudah tak dapat menjawab pertanyaan Nayya lagi. Nenek sangat sedih melepaskan cucunya.
"Nenek, jangan nangis dong. Nanti Nayya ikut sedih."
Nenek hanya menjawab dengan anggukan. Nadin tak kuasa melihat Mamanya. Angga menggenggan tangan Nadin. Indah memeluk Mama untuk menenangkan. Mobil Angga pun melaju dengan perlahan.
__ADS_1
"Ma, Nenek sama Aki sayang Nayya ya?"
"Iya dong sayang."
"Tapi Nayya sedih Nenek nangis."
"Nenek masih kangen sama Nayya makanya Nenek nangis."
"Klo gitu Nayya mau di tempat Nenek sama Aki lama aja Mah biar Nenek ga nangis."
"Iya. Nanti kita rencanakan buat liburan sama Aki sama Nenek ya sayang."
"Makasih Pah. Pasti Nenek sama Aki senang ya Mah, Pah."
Sampai di kota C Nadin mampir di kontrakan untuk menyimpan barang bawaannya. Setelah itu pergi ke kediaman Bagaskara untuk mengantarkan Nayya terlebih dahulu. Setelah itu Angga mengantarkan Nadin baru Angga ke kantor.
Nayya mau di tinggal oleh Nadin dengan segala bujuk rayu. Nadin harus di hadapi dengan ujian praktek Mahasiswanya dan persiapan ujian tulis. Nadin memutuskan untuk tidak menunda S3nya dengan segala pertimbangan. Angga menyerahkan keputusan itu pada Nadin. Asalkan Nadin bisa menngatur waktu dan tidak membebaninya.
Seminggu berlalu Nadin begitu disibukan dengan segala kegiatan akademiknya. Baik urusan mengajar atau urusan belajarnya. Minggu ini mereka sudah ada janji dengan studio foto untuk foto prewedding. Karena Iwan sudah membuatkan janji.
Nadin dan Angga melakukan foto dengan senang. Tak terlihat wajah lelah pada Nadin. Senyumnya selalu mengembang. Nadin dan Angga untuk sementara hanya melakukan komunikasi lewat udara dengan Ari WO. Karena Nadin tidak memungkinkan untuk pulang pergi Kota J dan Kota C.
Nadin merapihkan segala kelengkapan mengajar dan belajarnya. Tugas belajarnya sebagai Mahasiswa S3 memang yang paling menyita waktunya. Tapi, segala bentuk dukungan yang di berikan keluarga, sahabat dan kekasih hatinya membuatnya selalu bersemangat.
__ADS_1
Tak terasa hari pernikahannya tinggal satu minggu lagi. Nadi. harus segera menyelesaikan tugas mengajarnya untuk bisa pulang dan melakukan pingitan bersama Angga.
Ibu sudah menanyakan kapan kepulangan Nadin. Sementara Nadin masih disibukan dengan aktifitasnya. Aldo dan Santi meminta Nadin memberikab tugasnya kepada dosen lain tapi Nadin menolak karena merasa masih bisa di tangani.
Lima hari menjelang pernikahnnya barulah Nadin bisa pulang ke kota J. Nadin pulang sendiri tanpa Angga ataupun Nayya. Nadin berpamitan pada Nayya dan seperti biasa Nadin harus melakukan bujukan-bujukan untuk Nayya.
Setelah perjanjian yang lumayan alot akhirnya Nayya mengijinkan Nadin pergi sendiri tanpa Nayya ikut serta.
Sampai di rumah Nadin disibukan dengan segala persiapan pernikahannya. Undangan pun telah di sebar. Keluarga Nadin satu persatu berdatangan. Ada yang menginap dan ada yang sekedar memberi selamat. Serta menta maat atas ketidak hadirannya nanti.
Senyum kebahagiaan selalu mengembang di wajah Nadin. Nadin selalu di kerumuni keponakan-keponakannya yang memang dekat dengannya.
"Selamat ya Teteh akhirnya pecah telor nih?" Ucap Uwak Kaka dari Mamah Nadin.
"Alhamdulillah Wak. Makasih ya Wak."
"Teteh,,,, akhirnya." Ucap salah satu sepupu Nadin.
Nadin pun tersenyum kepada Sepupu-sepupunya. Nadin memang selalu bersikap ramah kepada siapapun. Walaupun tampak acuh sebenarnya Nadin begitu memperhatikan keluarganya.
Sampai disini dulu ya..
Jangan lupa like dan komentnya ya. Yang punya koin boleh dong kasih tipsnya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏