
Yoga merangkul bahu Neta masuk ke dalam rumah dengan bibir Neta yang mengerucut kesal. Yoga tersenyum menatap wajah kekasih kecilnya ini. Nayya mengulum senyumnya melihat tingkah adik dan calon adik iparnya itu.
Mereka semua berkumpul di meja makan. Rama menyusul setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan Sekretarisnya. Rama melihat ada gelagat yang kurang baik dari adik iparnya. Rama pun menoleh ke arah istrinya dan Nayya hanya mengangkat bahunya.
"Kau apakan adik ku Prayoga?" Tanya Rama penuh penekanan.
Semua mata pun menoleh ke arah Yoga. Begitupun dengan Angga dan Nadin. Seketika suasana ruang makan yang hangat begitu hening dan mencekam.
"Tanya saja pada istrimu Kak." Jawab Yoga santai.
"Kenapa kau menyalahkan istriku?" Ucap Rama.
"Sudah,, makan saja dulu nanti Nay jelasin." Lerai Nayya menenangkan semuanya.
"Netanya." Panggil Papa.
"Apa?" Tanya Netanya.
"Ada apa?" Tanya Angga merubah suaranya lebih lembut.
"Neta hanya salah faham saja Pah. Kak.Nayya menjahili Neta." Jelas Yoga.
"Betul begitu Kak?" Tanya Angga pada Nayya.
"Iya Pah. Tadi Kakak cuma bilang. Nanti Kakak kasoh tau mantannya Yoga." Jawab Nayya santai dan jujur.
"Kamu masih berhubungan dengan mantan kamu?" Tanya Nadin.
"Ngga Mah. Mana berani Yoga mendekati Neta kalau Yoga masih mendekati mantan." Bela Yoga pada dirinya sendiri.
"Lalu?" Tanya Angga.
"Tenang aja dek. Selama pasangan kita benar mencintai kita, kita tak perlu takut dengan ancaman pelakor. Tapi, jika pasangan kita lebih memilih pelakor dia berarti matanya buta." Jelas Nayya tanpa melihat Netanya.
"Mas." Rajuk Netanya.
"Ga usah dengerin Kakak. Kamu percaya Mas kan?" Ucap Yoga lembut pada Nayya.
"Sudah, jangan buat Bude ngiri liat kalian ya. Inget Pakde masih di tempat kerja." Ucap Bude Sus. Dan berhasil membuat suasana kembali hangat.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan makan mereka tanpa suara hanya ada suara sendok yang beradu dengan piring. Setelah makan semua berkumpul di ruang keluarga. Namun, tidak dengan Angga dan Yoga yang harus kembali ke kantor mengurus perusahaannya.
Tak lama Nathan dan Rika pun datang menambah suasana tampak lebih ramai. Kanaya yang kekenyangan setelah makan pun tampak mengantuk dalam pangkuan Nayya sampai akhirnya Kanaya tertidur pulas.
"Biar Mas bawa ke kamar sayang." Pinta Rama.
"Ke kamar Adek aja Kak." Usul Netanya.
"Tidak apa-apa ke kamar Kakak aja Dek." Jawab Nayya.
"Kita harus segera siapkan kamar untuk Kana Kak. Masa Kana mau tidur dengan kalian terus." Saran Nadin.
"Tidak perlu buru-buru Mah. Biar Kana tidur sama Neta." Ucap Netanya.
"Duh, yang mau latihan jadi ibu." Sindir Bude.
"Bude,,, Neta masih sekolah." Rajuk Neta.
Setelah melewati beberapa perdebatan akhirnya Kana pun di putuskan tidur bersama Netanya. Setelah Rama menyimpan Kana di kamar Neta dan meminta salah satu maid untuk menjaganya Rama kembali ke ruang keluarga.
"Sayang, memangnya Kamu tau siapa mantan Yoga?" Tanya Rama penasaran.
"Apa!" Teriak semua yang mendengarnya.
"Kamu yakin Yang?" Tanya Rama.
"Kalau aku ceritakan aku takut Mas mengira aku menjelekkan saudaramu." Jawab Nayya.
"Tidak. Karena Mas sudah tau bagaimana sifatnya. Justru Mas malu jika dia berbuat ulah terhadap keluarga mu. Dan Mas yang akan menghukum dia sendiri jika dia berbuat nekat terhadap keluarga ini." Jelas Rama.
"Ternyata kamu bersaudara dengan Dama Nak." Tanya Mama.
"Iya Ma. Dama anak sambung Om.Bima. Om.Bima pernah menikah kemudian istrinya meninggal dan Om.Bima tidak memiliki anak dari istri pertamanya. Kemudian Om.Bima menikah dengan ibunya Dama. Ketika itu Dama masih berusia satu tahun saat Om.Bima menikah dengan Mama Dama.
Entah seperti apa Om.Bima dan Tante Sisil mendidik Dama. Dama pun sempat menyatakan cinta pada Saya. Saya pun menolaknya dengan tegas. Bahkan hubungan saya dan Mama Kanaya pun sempat putus karena ulahnya.
Entah ada angin apa dirinya ingin kuliah di kedokteran. Dan ternyata ada obsesi di balik semuanya. Obsesi karena temannya kuliah di kedokteran." Jelas Rama panjang kali lebar luas keliling.
"Siapa temannya?" Tanya Bude.
__ADS_1
"Rama baru mengetahuinya sekarang. Nayya temannya yang menjadi obsesinya saat itu." Jawab Rama.
"Kok aku sih Mas?" Tanya Nayya polos.
"Karena hati kamu yang tulus kamu tak lernah tau ada bahaya mengancam sayang." Ucap Rama lembut.
"Sekarang. Apa yang mau kamu jelaskan mengenai Dama dan Yoga?" Tanya Rama. Dan di setujui oleh Neta yang merasa penasaran dan marah sejak tadi.
Nayya menarik nafas dalam dan melihat satu persatu manik mata semua keluarganya.
"Dulu Nay dan Dama satu esema satu kelas dan kita banyak melakukah hal bersama. Suatu hari Nay pulang di jemput oleh Papa dan entah kenapa Dama terus bertanya tentang Papa. Nay sedikit risih. Bahkan Dama selalu meminta Nay untuk mengajaknya pulang bersama dan bermain bersama di rumah. Dan beberapa minggu setelahnya Dama melihat Nathan di rumah. Dari situlah Dama semakin sering datang kerumah.
Mas.Nathan sudah memperingati Nay untuk menjaga jarak dengan Dama hanya saja Nay tetap menolak dengan berbagai alasan karena Nay fikir tak ada yang aneh dengan Dama.
Saat Nay memilih kuliah di kedokteran entah mengapa Dama pun kuliah di kedokteran. Nah, di situlah Nay kenal Kak Yoga. Kak.Yoga dua tahun lebih dulu dari Naybdan Dama. Saat itu Kak.Yoga dan Nay satu tim bersama dengan ada beberapa dokter lainnya. Kita berlima satu tim dan Nayya perempuan satu-satunya.
Saat Dama tau Dama sering datang menemui Nay. Sampai akhirnya Yoga dan Dama pacaran. Yoga sering curhat mengenai Dama pada Nay yang selalu Nay cuekin. Nay fikir itu hubungan Yoga dengan Dama tak ada hubungannya dengan Nay.
Sampai saat setelah kami ujian Dama datang memberikan undangan pada Nay. Nay fikir itu undangan pernikahan Dama dan Yoga karena mereka memang sudah bertunangan sebelumnya. Dan ternyata Nay salah. Itu undangan pernikahan Dama dengan pria yang Nay tak pernah tau. Karena Nay dan Yoga sudah tak bersama lagi sejak Yoga lulus.
Dua hari setelah Nay menerima undangan dari Dama Yoga datang menemui Nay dan menceritakan apa yang terjadi antara Yoga dan Dama. Ternyata Dama memutuskan Yoga dengan alasan dirinya sudah di jodohkan keluarganya." Jelas Nayya panjang lebar luas keliling.
Semua pun hening mendengarkan cerita Nayya. Begitupun dengan Neta yang begitu prihatin mendengar cerita kekasih hatinya. Neta begitu sakit mendengarnya.
"Lalu?" Ucapnya Neta berbisik.
"Yoga begitu terpukul dan hancur. Nay pun tak bisa berbuat apa-apa. Kerana sejak Dama berpacaran dengan Yoga Dama menjauhi Nay begitupun dengan Yoga karena Dama merasa cemburu dengan kedekatan Nay dan Yoga.
Setelah kejadian itu Nay ga pernah lagi bertemu dengan Yoga. Dan barulah Nay bertemu lagi dengan Yoga saat Nay menjemput Neta di sekolah yang ternyata Yoga mengajar di sana." Jelas Nayya kembali.
"Dama merasa iri kepada Kakak." Ucap Rika.
"Ya." Jawab Rama. Dan Nayya pun menoleh kearah suaminya.
"Kenapa bisa begitu? Apa yang harus di buat iri dari Nay?" Tanya Nayya polos.
"Karena kamu begitu cantik dan beruntung sayang. Di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangi mu dan menjagamu." Ucap Rama mengusap pipi Nayya lembut.
"Iya Kak. Dan Dia pasti sangat kaget Kakak bisa menikah dengan Kak.Rama yang notabene sepupu dia dan pria yang pernah dia sukai." Jelas Nathan.
__ADS_1
Sampai disini dulu semuanya. Jangan lupa like dan komennya ya, vote juga boleh kok 😊. Terima Kasih 🙏🙏🙏